Hari Guru: Momentum mewujudkan Pembangunan karakter

Home / Artikel / Hari Guru: Momentum mewujudkan Pembangunan karakter

pendidikan-karakterPada momentum hari guru yang diperingati setiap  tanggal 25 November, PUNDI memandang perlunya perhatian lebih pada sosok guru sebagai pilar pendidikan di sekolah. Pemerintah sangat berkepentingan meningkatkan kompetensi Guru sebagai sosok digugu dan ditiru (dituruti dan diteladani). Pelatihan yang diperuntukan para guru hendaknya tidak semata dijalankan sebagai proyek formalitas, tapi serius menyentuh kebutuhan guru terutama soft skill membentuk karakter unggul guru.

Jika gurunya berkarakter unggul (excellent) maka mereka dapat menularkan karakter itu pada setiap muridnya. Tentu saja sesuai dengan jargon revolusi mental pemerintah. Sudah sering kita mendengar prestasi akademik para guru sekaligus mampu menghantarkan murid-muridnya berprestasi. Tapi pekerjaan rumah yang panjang dan menantang dalam membentuk karakter unggul belum banyak di munculkan.

Perhelatan seremonial di lakukan untuk menyambut hari penting itu. Seperti yang dilaksanakan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat pada Minggu (27/11/2016). Pentingnya acara peringatan hari guru tahun ini dihadiri oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo. Jokowi juga didampingi oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Bupati Bogor Nurhayanti.

Dalam pidatonya dihadapan belasan ribu guru jokowi menyampaikan amanat yang berkaitan dengan nilai-nilai karakter Indonesia. Nilai-nilai etika, nilai kejujuran, kedisiplinan, nilai optimisme, kerja keras mohon agar ini juga terus disuntikkan kepada anak didik kita,” kata Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat pada Minggu (27/11/2016).

Jelas sekali pidato ini sangat relevan dengan peluang dan tantangan yang dihadapi negara Indonesia. Yakni di tahun 2030-2040 akan dihadapkan pada bonus demografi. Jika pandai mengelola menjadi kekuatan maka akan menjadi aset dahsyat pilar kemajuan negara. Dan ketika berbincang tentang demograsi maka berhubungan dengan SDM. Selanjutnya ketika berbicara SDM maka pendidikan berkualitas, adil dan terjangkau menjadi kunci mewujudkan hal tersebut.  (IS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *