SETIAP ORANG ADALAH GURU

Home / Artikel / SETIAP ORANG ADALAH GURU

Tepat setiap tanggal 25 november selalu diberingati sebagai hari guru. Guru adalah orang yang memberikan pendidikan dan pengajaran pada peserta didik. Tujuannya sederhana agar peserta didik mambu membaca dan menulis. ketika orang menjadi presiden, anggota DPR, politisi, Hakim, Menteri semua tidak terlepas dari peran guru. Peran itulah yang kemudian menyematkan istilah ‘pahlawan tanpa tanda jasa’, mendidikan dengan ikhlas tanpa harus diberi tanda kebesaran.

Sebelum kemerdekaan, tokoh-tokoh seperti Soekarno, Ahmad Dahlan, Hasyim asy’ari, kesadaran akan keterbelakangan akibat buta huruf, mereka berperan sebagai guru. Soekarno sendiri saat berada di bengkulu, menjadi seorang pendidik dan memberi pengajaran kepada masyarakat disana. Begitu juga dengan Ahmad Dahlan yang menjadi guru agama di Kweekschool Belanda dan kemudian berjuang mendirikan sekolah pribumi, yang kemudian melahirkan ribuan Sekolah Muhammadiyah. Dan Juga Hasyim Asy’ari yang memberikan pendidikan di pondok pesantren Tebu Ireng dan mendirikan Nahdhotul Ulama’ (NU) .

Saat kemerdekaan, Kesadaran akan tanggungjawab dalam mencerdaskan bangsa itu ditungkan dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yaitu ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’. Sehingga nampak bahwa misi kebangsaan oleh founding father’s adalah membebaskan masyarakat dari buta huruf. Inti dari pendidikan itu adalah mampu mengantarkan kepada pembebasan manusia, baik lahir (buta huruf) maupun batin (karakter). Oleh sebab itu guru harus memiliki misi untuk pembebasan.

Setelah kemerdekaan pembangunan manusia melalui pendidikan terus di gencarkan, dengan alokasi anggaran 20% dari total APBN, pembangunan pendidikan diseluruh Indonesia terus dilaksanakan. Hasilnya angka buta huruf dapat di musnakan dari bumi Indonesia. Pendidikan telah menjadi kebutuhan setiap warga negara dan merupakan kebutuhan dasar yang harus dimiliki.

Belakangan ini, orang-orang yang telah mengenyam pendidik seperti hakim, menteri, politisi, pimpinan organisasi tak sedikit yang terganjal dan terjerat dengan hukum. Generasi muda tak jarang terjerumus dalam kenikmatan narkotika dan pergaulan bebas. Mereka sempat mengenyam pendidikan secara formal. Terang bahwa kebutuhan pendidikan saat ini tidak hanya berorientasi membebaskan dalam aspek buta huruf saja namun perlu pula menanamkan karakter.

Penanaman karekter harus di dukung oleh semua pihak, sekolah, masyarakat, keluarga memiliki peran untuk menciptakan budaya dengan karakter yang kuat. Dengan terintegrasinya semua pihak dalam memberikan pendidikan dalam bermasyarakat tentu akan menbantu memberikan kondusifitas bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Soekarno, Ahmad Dahlan dan Hasyim Asy’ari adalah tauladan kebangsaan dalam berperan menanamkan karakter serta membebaskan dari kenbodohan. Mereka bukanlah lulusan dari pendidikan keguruan, mereka bangkit atas kesadaran keterbelakangan kondisi umat, bangsa dan negara. semua orang berperan sebagai guru, semua orang berhak memberikan pengajaran dan penanaman karakter untuk kemajuan bangsa.

Setiap orang adalah tempat untuk  belajar. Bagi siapa saja di bumi ini dapat menjadi guru, sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Orang ingin mengetahui politik belajarlah kepada ahli politik, orang ingin mendalami ekonomi belajarlah kepada ahli ekonomi, orang ingin ahli dalam ilmu agama maka belajarlah kepada ahli agama dimana saja dan kapan saja. Setiap orang adalah guru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *