Penyimpangan Penyelenggaraan Pendidikan

Penyimpangan Penyelenggaraan Pendidikan

Artikel
‘Mencerdaskan kehidupan bangsa’ yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 merupakan pokok pemikiran orisinil dari pendiri bangsa. Pokok fikiran tersebut merupakan kesadaran akan masa depan pemerintahan negara Indonesia. Sehingga dapat kita tangkap bahwa sesungguhnya para pendiri bangsa ini, berkeyakinan kuat bahwa dalam mengisi pemerintahan Indonesia selanjutnya dibutuhkan para generasi bangsa yang cerdas. Cerdas dalam fikir, moral, spiritual dan memiliki karakter keindonesiaan agar mampu membawa kemajuan negara Indonesia. Dalam ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ dilakukan berbagai upaya dan cara untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional. Salah satunya fondasi tersebut adalah yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31. Untuk menjamin setiap warga negara dalam mengakses pendidikan, maka pemerintah membuat program wajib belajar yang dalam penyelenggaraannya dibiayai oleh negara. Bahkan untuk menyukseskan penyelenggaraan dalam dunia pendidikan pemerintah menjanjikan sekurang-kurangnya 20% dari total Anggaran Pendapatan Belanja Negara…
Read More
Remaja dan Kekerasan

Remaja dan Kekerasan

Artikel
Beberapa minggu ini, diberitakan oleh media massa elektronik ataupun cetak perihal kenakalan remaja. Bentuk kenakalan ini menimbulkan aksi-aksi kekerasan menggunakan senjata tajam. Hingga berujung menelan korban jiwa (meninggal), seperti yang dialami oleh almarhum Adnan Wirawan Ardianto siswa SMA swasta di Yogyakarta. oleh karena itu dibutuhkan formulasi penjegahan dan penanganan oleh semua pihak atas tindakan tersebut. Kenakalan dengan bentuk kekerasan menggunakan senjata tajam terulang kembali. September 2016 lalu, aksi penusukan oleh remaja telah menelan korban meninggal dunia. Kenakalan remaja cenderung meningkat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),  hal ini diperkuat oleh hasil survei Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM tentang potret aksi-aksi kekerasan di DIY. Aksi kekerasan yang dilakukan oleh remaja sangat memukul dunia pendidikan, khususnya DIY yang mengklaim sebagai kota pendidikan. aksi kekerasan ini menimbulkan ketidak nyamanan di kalangan masyarakat. Aksi…
Read More
Yogyakarta Kota Pendidikan, Menolak Kekerasan Membangun Jembatan Persahabatan

Yogyakarta Kota Pendidikan, Menolak Kekerasan Membangun Jembatan Persahabatan

Artikel
Akhir-akhir ini kota yogyakarta sebagai kota pendidikan sedikit terusik dengan ulah segelintir pelajar yang melakukan tindakan kekerasan yang menewaskan Adnan Wirawan Ardiyanta siswa SMA 1 Muhammadyah Yogyakarta. Kasus kekerasan pelajar yang berujung adanya korban jiwa tersebut tentu saja mencederai Yogyakarta sebagai kota pelajar. Kakus kekerasan yang terjadi di dunia pendidikan di DIY tidak saja terjadi sekarang ini, namun sudah berlangsung bertahun-tahun yang pada akhirnya berujung pada jatuhnya korban jiwa. Atas dasar keprihatinan terhadap keberadaan serta keberlangsungan Yogyakarata sebagai kota pelajar, maka sudah saatnya semua elemen pendidikan di DIY, mulai dari Pemda, DPRD, keluarga, lingkungan masyarakat, aparat keamanan, yayasan penyelenggara pendidikan, para guru, kampus, pemerhati pendidikan, LSM, serta masyarakat umum untuk sama-sama,  bahu-membahu mencari jalan keluar bersama guna memutus mata rantai aksi kekerasan jalanan yang sering dilakukan oleh para pelajar di…
Read More