Iman Sumarlan : Kebangkitan Asia Afrika Bidang Pendidikan

Home / Artikel / Iman Sumarlan : Kebangkitan Asia Afrika Bidang Pendidikan

 

Masih segar dalam ingatan peristiwa memperingati konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung 2 tahun yang lalu, tepatnya pada 23 April 2015 silam. KAA merupakan momentum sangat penting untuk terus digelorakan agar api semangat kebangkitan Asia Afrika benar-benar terwujud. Terlebih lagi salah satu poin yang terdapat dalam pesan Bandung adalah negara-negara Asia Afrika berkomitmen kerjasama dibidang kesetaran gender dan emansipasi wanita difokuskan pada akses pendidikan, kesehatan serta lapangan pekerjaan.

Penekanan pada emansipasi wanita dan pendidikan sangat relevan dalam konteks keindonesiaan. Terdapat dua hari besar di bulan April yakni Peringatan KAA setiap tanggal 18 April disusul peringatan Hari Kartini setiap 21 April. Cita-cita kartini mengangkat harkat derajat wanita melalui pendidikan mendapatkan dukungannya pada pesan Bandung.

Iman Sumarlan dalam diskusi pekanan PUNDI pada Senin, 3 April 2017 di markaz PUNDI menyatakan bahwa: “Bulan April menjadi sangat populer sebagai bulan emansipasi wanita yang dicetuskan oleh RA Kartini. Dan hal ini, menjadi lengkap jika disandingkan dengan peringatan bersejarah internasional KAA sebagai bulan Kebangkitan Asia Afrika di bidang pendidikan sesuai pesan Bandung 2015. Hanya pendidikan menjadi pilar utama kebangkitan. Caranya dengan konsolidasi kekuatan NGO bidang pendidikan untuk memunculkan model pendidikan alternatif “.

Kini, sudah memasuki bulan April. Saatnya tidak kehilangan momentum. Walaupun tidak ada seremonial KAA paling tidak diseminasi semangat pesan Bandung terus menerus dikampanyekan sebagai media menanamkan nilai-nilai egalitarian, nilai-nilai pendidikan dan kemerdekaan dari kolonialisme.

Kolonisasi era globalisasi mewujud dalam bentuk lain. Intervensi pada negara di tempuh melalui jalan mengucurkan pinjaman modal untuk pembangunan nasional. Kesadaran menjadi negara bangsa yang merdeka perlu terus diupayakan. Pesan Bandung 2 tahun silam sangat relevan untuk konteks sekarang dan seterusnya. Penguatan bangsa dan negara Asia Afrika khususnya Indonesia hanya bisa dengan jalan pendidikan merata, berkualitas dan terjangkau. (Alan)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *