Tokoh Dibalik Revitalisasi SMK

Home / Artikel / Tokoh Dibalik Revitalisasi SMK

Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan menyampaikan keseriusannya untuk mengembangkan dunia pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan adanya Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. Adapun komponen yang direvitalisasi diantaranya adalah kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), Kurikulum, Pendidikan, Fasilitas, dan Kualitas Lulusan. Peran Inpres ini sedikit banyak merupakan hasil pemikiran dan masukan dari Drs. H. M. Mustaghfirin Amin selaku direktur pembinaan SMK.

Drs. H. M. Mustaghfirin Amin, M. B. A. biasa disapa Pak Mus, tutup usia pada Sabtu 9 September 2017 di usia 59 tahun, saat sedang menjabat Direktur Pembinaan SMK. Beliau menjabat sebagai Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Ditjend Dikdasmen Kemendikbud RI). Kiprahnya membawa arti penting dalam memajukan dunia vokasi pada umumnya, terkhusus pada SMK. Walaupun beliau telah tiada, tetapi jasanya dapat dikenang hingga saat ini.

Setidaknya ada beberapa poin penting yang dilakukan Pak Mus untuk menyukseskan pendidikan vokasi antara lain, pertama, sertifikasi siswa SMK. Standarisasi lulusan SMK melalui sertifikasi merupakan bukti atas penguasaaan siswa pada suatu bidang keahlian. Sertifikasi ini terbagi menjadi tiga kategori, yaitu dikeluarkan oleh SMK bekerja sama dengan industri partner, atau sertifikasi yang dikeluarkan oleh SMK bekerja sama dengan partner strategis atau juga sertifikasi yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi profesi. Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan keseimbangan antara lulusan dan peluang kerja.

Kedua, penguatan Kurikulum SMK. Untuk meningkatkan kualitas siswa dalam bersaing di dunia kerja, dibutuhkan keterampilan yang memadai, karenanya dalam revitalisasi kurikulum ini bobot antara praktik dan teori sebesar 70:30. Selain kurikulum, pemerintah juga mencanangkan trend pendidikan SMK empat tahun.

Ketiga, link and match dengan BUMN. Pemerintah memepertegas keseriusan lulusan SMK untuk dapat berperan dalam industri/badan usaha pemerintah. Terobosan yang dilakukan Pak Mus untuk mengkordinasikan dengan kementerian terkait patut untuk diapresiasi.
Keempat, misi SMK disesuaikan dengan visi pemerintah. Hal yang menarik adalah gagasan bahwa khususnya pendidikan SMK diarahkan untuk menopang pembangunan ekonomi nasional. Oleh karenanya, ada penguatan dan program prioritas SMK. Program prioritas SMK dalam bidang pertanian, bidang maritim, bidang pariwisata, dan bidang industri kreatif.

Demikian upaya-upaya Pak Mus dalam memajukan SMK, terutama dalam penguatan kapasitas dan daya serap dalam dunia kerja. Karya-karya yang telah dilakukan Pak Mus dapat menjadi amal jariyah dan dapat dilanjutkan oleh Direktur Pembinaan SMK selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *