Mengajar Secara Profesional

Mengajar Secara Profesional

Artikel
Saya masih menyimpan catatan refleksi kecil usai membaca hasil ujian para murid yang saya ajar. “Sebagai guru, saya sedih ketika hasil ujian para siswa tidak optimal. Kesedihan itulah wujud konkret pertanggungjawaban profesional saya, menunjuk pada diri sendiri, bukan menunjuk siswa sebagai biang persoalan.” Memaknai profesionalitas guru menjadi penting sejauh bertolak dari fakta dan situasi riil di sekolah. Lewat angka atau berbagai data, para guru dan pengampu kebijakan pendidikan dapat mengarahkan pemikiran secara konkret demi perbaikan. Jika hasil ujian siswa tidak optimal, bagaimana guru dapat dinilai profesional? Itulah takaran sederhana mengenai profesional. Salah satu tolakan untuk merefleksikan profesionalitas guru di suatu sekolah adalah capaian hasil ujian nasional, meskipun sebagai sarana standardisasi masih disempurnakan terus-menerus keandalannya. Kompas, 31 Mei 2018, memberitakan bahwa hasil ujian nasional tingkat sekolah menengah pertama selama tiga tahun…
Read More
Profesionalitas Guru, Antara Cita dan Fakta

Profesionalitas Guru, Antara Cita dan Fakta

Artikel
pundi.or.id - Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh profesionalitas para guru. Guru menjadi tulang punggung pendidikan, tetapi keberadaannya sering tidak dihargai. Jika siswa gagal dalam belajar, yang disalahkan pertama kali adalah guru. Meskipun kegagalan siswa tersebut bisa jadi berasal dari faktor eksternal. Majalah PUNDI edisi kali ini akan membahas profesionalitas guru sebagai pendidik di sekolah. Guru merupakan pihak yang sangat penting bagi kemajuan siswa. Di sekolah, seorang siswa cenderung bisa mematuhi guru lebih daripada yang lain, termasuk orang tuanya sendiri. Segala sesuatu yang dikatakan seorang guru dapat memengaruhi pola pikir dan pola sikap siswa. Karena pengaruh guru yang besar ini, maka guru dituntut professional. Kajian PUNDI melalui majalah edisi hari guru ingin memotret tiga isu profesionalitas guru. Pertama, kompetensi guru. Kedua, sertifikasi guru dan kesejahteraan. Ketiga, jam mengajar guru. Ketiga isu…
Read More
Pendidikan Seolah-olah

Pendidikan Seolah-olah

Artikel
pundi.or.id - Banyak pendidik (guru) yang mengajar peserta didiknya (siswa) dengan berbagai upaya, tetapi tidak terjadi proses pembelajaran. Itulah yang disebut dengan mengajar seolah-olah atau seolah-olah mengajar. Karena pendidiknya mengajar seolah-olah, peserta didiknya belajar seolah-olah. Karena belajarnya seolah-olah maka di akhir pendidikannya ia lulus, tetapi menjadi lulusan seolah-olah. Menjadi sarjana pun, sarjana seolah-olah. Jika dikatakan mengajarnya seolah-olah, bukan berarti para pendidik itu tidak bersungguh-sungguh. Mereka bersungguh-sungguh. Bahkan mereka sangat sungguh-sungguh berusaha mengajar peserta didiknya. Mereka menyusun rencana pembelajaran sedemikian rupa hingga habis sebagian waktunya untuk merancang pembelajaran. Mereka siapkan media-media pembelajaran yang diperlukan hingga mereka tidak sempat mencari waktu luang untuk beristirahat. Akan tetapi, upaya-upaya yang dilakukannya itu masih juga belum membuahkan hasil yang diinginkan. Mereka belum juga berhasil menciptakan etos belajar peserta didiknya dengan baik. Mengapa itu terjadi? Salah…
Read More