Menanti Gebrakan Mendikbud

Menanti Gebrakan Mendikbud

Artikel
[caption id="attachment_328" align="alignleft" width="312"] foto : google.co.id[/caption] Iman Sumarlan, S.IP, M.H.I Direktur Pendidikan Untuk Indonesia             Pergantian menteri atau reshufle pada kabinet kerja presiden Joko Widodo telah memunculkan nama baru. Tak terkecuali pada kemendikbud, terjadi pergantian menteri pendidikan dan kebudayaan dari Dr. Anies Baswedan kepada Prof. Dr. Muhajir Efendi. Pro dan kontra muncul ke permukaan. Tak ayal timbul kehawatiran dengan berganti menteri maka biasanya kurikulum dan kebijakan ikut berganti. Konsekwensi logisnya berganti pula tata laksana yang mengikutinya di lapangan, terutama sekolah dan guru. Tahun ajaran baru ini rupanya tidak hanya kegiatan belajar mengajarnya yang baru, tapi menterinya ikut baru juga. pertanyaannya akankah menteri baru mampu memberikan solusi masalah pendidikan yang mengemuka? Pada tahun ajaran baru yang seringkali menjadi masalah adalah mengenai buku teks pelajaran sekolah. Tulisan ini menyoroti masalah tahunan…
Read More
Mafia Buku Sekolah Masih Ada

Mafia Buku Sekolah Masih Ada

Artikel
Oleh : Hatib Rahmawan Koordinator Program Lembaga Pendidikan untuk Indonesia (PUNDI) Buku Teks Pelajaran (BTP) merupakan nafas paling penting di sekolah. Selain sebagai media pembelajaran buku menjadi cerminan kualitas pendidikan di sebuah sekolah. Namun realitas kerberadaan BTP di sebuah sekolah yang dipakai siswa banyak yang tidak mengetahuinya. Wali murid rela merogoh kocek berkisar 650.000 sampai 1.000.000 untuk 10 mapel, bahkan lebih sebagaimana yang dialami penulis sendiri. Berarti satu BTP berharga 65.000 sampai 100.000. Sebuah harga yang sangat tinggi. Untuk menolong anak bangsa ini agar dapat mengakses BTP  murah dan berkualitas, sebenarnya pemerintah sudah mengeluarkan Permen (Peraturan Menteri) No 8 Tahun 2016. Dengan Permen tersebut, siklus peredaran BTP yang begitu panjang, yang menyebabkan BTP menjadi tinggi dipangkas. Sehingga sekolah dapat membeli buku yang sudah ditetapkan pemerintah langsung ke lapak online yang…
Read More
Menuju Wajah Pendidikan yang Humanis

Menuju Wajah Pendidikan yang Humanis

Artikel
Agustinus Y. Budiarta [caption id="attachment_343" align="alignleft" width="620"] pic: kompasiana.com[/caption] Memasuki tahun ajaran baru 2016, mantan Mendikbud Anies Baswedan mengeluarkan dua terobosan baru dalam membenahi pendidikan di tanah air. Pertama, diterbitkannya Peraturan Menteri  Pendidikan dan Kebudayaan, Nomor 18 Tahun 2016 Tentang, Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. Kedua, adanya Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2016 Tentang, Hari Pertama Sekolah. Terobosan kebijakan yang dikeluarkan oleh mantan menteri Anies Baswedan tersebut, tidak terlepas dari maraknya kasus-kasus kekerasan yang terjadi dalam dunia pendidikan. Kasus tawuran antar pelajar, kasus perkelahian antar geng di sekolah, kasus kekerasan kakak kelas ke adik kelas, kriminalisasi terhadap guru, serta sederetan kasus kekerasannya lainnya menjadi bukti buramnya wajah dunia pendidikan kita. Mengapa demikian? Pertama, Masa Orientasi Sekolah (MOS), selalu menjadi benih awal tumbuhnya budaya kekerasan di lingkungan sekolah. Setiap tahun…
Read More
MENDIKBUD DAN LONCENG KEMATIAN PENDIDIKAN

MENDIKBUD DAN LONCENG KEMATIAN PENDIDIKAN

Artikel
[caption id="attachment_218" align="alignleft" width="300"] Foto : www.reportaseguru.com[/caption] Oleh : Hatib Rahmawan Koordinator Program Pendidikan untuk Indonesia (PUNDI)   Muhajir Efendi, menteri yang sangat beruntung. Baru seminggu menjabat namanya menghiasi semua media sosial. Saya menilai, gagasan tentang Full Day School (FDS), terlepas benar atau salah, sangat efektif membangun nalar kritis bangsa ini. Semua orang boleh komentar tentang hal ini. Mulai dari para pakar sampai masyarakat jelata, bahkan dengan nada sarkastik. Komentar-komentar tersebut terkadang kebablasan. Karena tidak masuk pada substansi gagasan. Personalitas diserang secara brutal dan tidak beretika. Namun sangat menarik, Pak Mendikbud menyajikan sikap yang gentle, sebagaimana layaknya seorang pendidik. Tidak gusar dan selalu tersenyum menanggapi semua celotehan tersebut. Meskipun di tempat asalnya, Pak Mendikbud, sangat ditakuti dan terkenal “otoriter”. Alaways Listening Pola ini menarik untuk dicermati. Pak Mendikbud menyatakan bahwa…
Read More
SURAT BUAT BAPAK MENDIKBUD

SURAT BUAT BAPAK MENDIKBUD

Artikel
[caption id="attachment_328" align="alignleft" width="312"] pic: cnnindonesia.com[/caption] Oleh : Haeruddin Aktivis Pendidikan untuk Indonesia (PUNDI) Sesungguhnya, lebih baik berbuat jahat daripada memiliki pikiran kerdil (Nietzsche) Pak mungkin sudah banyak ucapan selamat dilayangkan padamu. Juga telah banyak harapan diberikan untukmu. Aku tak ingin mengulangnya kembali. Bagiku tindakan itu hanya sebuah awalan. Yang kadang fungsinya basa-basi dan terbatas tata-krama. Pak menteri yang terhormat, mungkin waktunya aku ingin jujur padamu. Bahwa pilihan presiden Jakowi atasmu itu benar dan menjanjikan. Selama ini seorang menteri pendidikan seperti pilihan kepala sekolah: tua, padat petuah dengan karir seorang birokrat. Maka kebijakanya selalu serupa: mengubah-ubah kurikulum, memastikan kepatuhan siswa dan membuat banyak janji. Maka girang rasanya melihatmu tampil sebagai menteri. Berbusana putih dengan lengan panjang berdasi dibalut jas hitam. Posisimu kunci: pendidikan dasar dan menengah. Kedudukan yang akan memastikan…
Read More
Pendidikan: Isu Kelas Dua?

Pendidikan: Isu Kelas Dua?

Artikel
Oleh: Iman Sumarlan, S.IP, M.HI Direktur Pendidikan untuk Indonesia Pendidikan merupakan isu prioritas untuk diselesaikan. Negara maju selalu serius menempatkan masalah pendidikan pada kelas pertama. Siapapun yang ingin menjadi negara kuat dan maju (strong and leading state) dalam pelbagai aspek, dimulai dari pendidikan. Selaras dengan pernyataan mantan mendikbud Dr. Anies Baswedan (2014) yang menyatakan bahwa “perubahan dimulai dari dunia pendidikan”. Tahun ajaran baru kali ini menjadi momentum tepat untuk menggelorakan kembali gerakan pembangunan bangsa melalui jalur pendidikan sebagai investasi jangka panjang menghadapi era persaingan bebas. Ditandai dengan era MEA yang sudah berjalan satu tahun, banyak sekali tantangan yang harus di respon oleh dunia pendidikan. Penulis melihat terdapat tiga persoalan utama dalam dunia pendidikan di Tanah Air. Pertama, pendidikan hendaklah mengedepankan prinsip adil (education for all atau pendidikan untuk semua). Kedua,…
Read More