Belajar Dari Dunia Lebih Bernilai Dibandingkan Belajar Tentang Dunia

Mahasiswa photo Mufida Ma'rifat Syukuriana 2021-01-11 08:16:31 0 Komentar 807
photo

Sumber: -

Belajar merupakan suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap manusia sepanjang hidupnya. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang tersebut yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, ketrampilan, atau sikapnya- (Azhar Arsyad, 2011: 1).

Belajar sangat erat kaitannya dengan lembaga pendidikan. Pendidikan adalah segala sesuatu dalam kehidupan yang mempengaruhi proses tumbuh kembang. Oleh karena itu, pendidikan dapat diartikan sebagai pengalaman belajar seumur hidup.

Pendidikan meningkatkan kesempatan bagi setiap orang untuk mengubah setiap momen dalam hidupnya menjadi momen belajar, berbagi pengetahuan, dan peduli satu sama lain.

Namun pada kenyataannya, banyak fungsi dan peran lembaga pendidikan yang belum dapat berfungsi dengan baik. Menurut Ivan Illich “Sekolah-sekolah menawarkan pendidikan untuk hidup dan bukan pendidikan dalam kehidupan sehari-hari.

Belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan, dan sikap. Kegiatan belajar dimulai sejak manusia lahir sampai akhir hayat dan didasarkan pada motivasi pribadi serta proses belajar itu sendiri terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya.

Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Dalam kenyataannya belajar hanya tentang dunia yang dipelajari di dalam sebuah ruangan atau yang sering disebut kelas dengan menyuapkan atau memaksa peserta didik menemukan waktu dan kemauan belajar.

Seorang peserta didik yang melakukan kegiatan belajar dengan berdiam diri di dalam sebuah ruangan dengan berbagai sumber materi pembelajaran dalam waktu yang cukup lama akan menimbulkan rasa kejenuhan untuk belajar, dan mengakibatkan sulit menemukan kemauan belajar atau motivasi diri untuk belajar.

Belajar tentang dunia memang diperlukan tetapi alangkah baiknya jika diiringi dengan belajar dari dunia supaya arti belajar memiliki nilai tersendiri. Melakukan belajar tentang dunia tanpa diiringi belajar dari dunia akan menimbulkan rasa haus pengetahuan dan memiliki ambisi yang besar hanya untuk mengetahui tentang dunia tanpa memiliki rasa kepekaan terhadap realistis kondisi dunia saat ini.

Tingkah laku mengalami perubahan menjadikan teman sebagai lawan dikarenakan pengukuran nilai hanya berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran di dalam ruang kelas, bukan perubahan penambahan keterampilan, analisis dan penerapan.

Oleh sebab itu, setelah belajar peserta didik tidak ada perubahan tingkah laku yang positif dalam arti tidak mengakibatkan perubahan dalam dirinya atau hanya penambahan pengetahuan saja dan tidak ada kecakapan baru berdasarkan alat indra dan pengalamannya, maka dapat dikatakan bahwa proses kegiatan belajar yang dilakukan belum memiliki nilai secara tersendiri.

Belajar yang dilakukan secara pasif adalah tindakan yang kurang tepat. Oleh karena itu, sebaiknya para pelajar diberikan kesempatan untuk kegiatan yang bersifat kreatif dan menggugah daya eksplorasi.

 Dalam hal ini, kita dapat melakukan beberapa aktivitas untuk belajar dari dunia di sekitar kita. Sebagian besar kegiatan belajar sebenarnya bukan hasil pengajaran, tetapi merupakan hasil partisipasi bebas dalam dunia yang penuh makna.

Telah disadari bahwa kita semua belajar sebagian apa yang tidak kita ketahui diperoleh dari dunia di sekitar kita atau di luar sekolah. Banyak sekali contoh-contoh dari kehidupan yang ada di dunia ini yang menjadikan kita belajar lebih baik dalam menjalankan kehidupan seperti belajar bagaimana bisa hidup, belajar berbicara, berpikir, merasa, mencinta, bermain, menyembuhkan diri, berpolitik, dan bekerja.

Anak-anak yatim piatu, anak kurang mampu dan anak guru sekalipun mempelajari sebagian besar dari apa yang bisa mereka pelajari di luar proses pendidikan yang direncanakan untuk mereka.

Proses kegiatan yang dilakukan dengan belajar dari dunia disekitar memiliki nilai makna khusus dalam kehidupan. Tuhan memberikan kita panca indra itu semua mempuyai arti dan manfaat yang harus kita cari maknanya.

Belajar secara aktif dari segala sesuatu yang kita lihat, kita dengar, dan kita rasakan yang ada di dalam dunia sekitar menjadikan kita mampu menerapkannya dalam kehidupan sehingga ilmu dari belajar di dunia sekitar melekat dalam tubuh yang menjadikan hidup seseorang mengalami perubahan, penambahan kecakapan, perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap.

Manusia tidak mengada secara terpisah dari dunia dan realitasnya, tetapi ia berada dalam dunia dan bersama-sama dengan realitas dunia. Realitas itulah yang harus dihadapkan pada peserta didik supaya ada kesadaran akan realitas tersebut.

Kesadaran akan tumbuh dari berbagai realitas yang dihadapi dan diharapkan akan menghasilkan suatu tingkah laku kritis dalam diri mereka sehingga peserta didik secara sadar mengetahui apa tujuan belajar, bagaimana kegiatan belajar terjadi, dan menerima hasil dari proses belajar yang telah dilakukan sehingga kegiatan dari belajar yang telah dilakukan dapat lebih bernilai dalam kehidupannya.

 

-

photo
Mufida Ma'rifat Syukuriana

Pendidikan Fisika UAD



0 Komentar


Tinggalkan Balasan