Guru Profesi Mulia

Laporan Utama photo Syaiful Huda 2021-07-16 07:56:01 0 Komentar 20
photo

Sumber: http://corpsbatalyonsmkpeta.blogspot.com/2016/09/smk-pelayaran-tayu-hari-ini.html

Siapa yang tak mengenal profesi mulia ini, guru dalam falsafah Jawa diartikan sebagai sosok tauladan yang harus di gugu lan ditiru.

Dalam konteks falsafah Jawa guru dianggap sebagai pribadi yang tidak hanya bertugas mendidik dan mentransformasi pengetahuan di dalam kelas saja, melainkan lebih dari itu.

Guru dianggap sebagai sumber informasi bagi perkembangan kemajuan masyarakat ke arah yang lebih baik. Tugas dan fungsi guru tidak hanya terbatas di dalam kelas saja, melainkan jauh lebih kompleks dan dalam makna yang lebih luas.

Oleh karena itu, dalam masyarakat Jawa seorang guru dituntut pandai dan mampu menjadi ujung tombak dalam setiap aspek perkembangan masyarakat (multi talent).

Menurut Undang-undang nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen.

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Pengertian guru diperluas menjadi pendidik yang dibutuhkan secara dikotomis tentang pendidikan. Pada bab XI tentang pendidik dan tenaga kependidikan.

Dijelaskan pada ayat 2 yakni pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran.

Hasil motivasi berprestasi melakukan bimbinga, pelatihan, dan melakukan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.

Penulis menyimpulkan bahwasannya guru adalah pendidik sekaligus pengajar bagi mereka yang diajar dan didik agar mereka menjadi manusia yang mampu memanusiakan manusia lainnya. Karena itulah tugas utama dan fungsi utama pendidikan.

Pernyataan diatas merupakan beberapa definisi tentang guru, menurut penulis seorang guru adalah mereka yang terpanggil hatinya untuk mengamalkan ilmu-ilmunya karena itu menjadi kewajiban mereka.

Dapat dikatakan bahwa tidak semua orang mampu menjadi seorang guru, karena guru itu harus punya kesabaran, dan keikhlasan serta tidak menjadikan profesinya ini sebagai ajang atau ladang mencari profit semata.

Hal tersebut yang perlu ada dalam setiap diri guru.

Dengan kata lain, jika anda ingin kaya (berfikir untuk memperkaya diri) maka jangan mendeklarasikan diri menjadi seorang guru karen bukan ladang untuk mencari keuntungan sebanyak banyaknya. Namun, guru hanya berfikir bagaimana ilmu yang dimilikinya tersampaikan dengan sebenar-benarnya.

Jika hanya berfikir memperkaya diri silahkan menjadi wirausahawan atau pengusaha saja.

Coba kita menengok sebentar tentang realitas para guru saat ini, masih banyak dari mereka yang lebih mementingkan sertifikasinya dari pada menyibukkan diiri untuk membuat proses belajar mengajarnya.

Semakin kreatif dan diterima siswanya maka banyak dari mereka yang mengejar waktu mengajar selama mungkin. Namun, tidak memperhatikan apakah pembelajaran mereka diterima atau tidak oleh siswa-siswinya.

Sungguh ironis, jika melihat para guru saat ini,mereka menuntut siswa/inya untuk bisa ini itu. Namun, mereka sendiri tidak memaksimalkan diri untuk senantiasa ikhlas dan sabar mengajari siswa/siswinya. Selain itu, lebih mementingkan hal lain yang dirasa lebih menguntungkan untuk diri pribadinya.

Apakah ini yang dinamakan guru?? Siswanya hanya ditinggali tugas dan tugas lalu bagaimana masa depan bangsa ini selanjutnya??.

Kita tahu bagaimana penting peran guru dalam proses kemajuan pendidikan. 

Guru merupakan salah satu faktor utama bagi terciptanya generasi penerus bangsa yang berkualitas tidak hanya dari sisi intelektulita, melainkan juga dari tata cara berperilaku dalam masyarakat.

Oleh karena itu, tugas yang diemban guru tidaklah mudah. Guru yang baik harus mengerti dan paham tentang hakekat sejati seorang guru. Hakekat guru dapat kita pelajari dari definisi atau pengertian dari istilah guru itu sendiri.

Seorang guru seharusnya mempunyai ilmu. Ilmu itu sebagai koreksi dirinya, yaitu punya ketaqwaan dan ketaqwaan itu sebagai realisasi hidupnya. Selain itu, guru mempunyai etika sebagai fondasi hidupnya.

Jika semua guru seperti ini maka akan melahirkan siswa atau siswi yang luar biasa.

 


photo
Syaiful Huda

nama syaiful huda seorang guru bahasa inggris



0 Komentar


Tinggalkan Balasan