Interaksi Orang Tua dengan Anak dalam Rangka “Sensor Mandiri Keluarga”

Berita photo RIFQI NUR HANAFI 2020-11-12 09:06:25 0 Komentar 174
photo

Sumber: -

Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dialami seorang anak manusia ketika dilahirkan ke dunia Dalam perkembangan selanjutnya keluarga juga merupakan lingkungan utama dalam pembentukan kepribadian seorang anak manusia.

Masa-masa awal pertumbuhannya lebih banyak dihabiskan di dalam lingkungan keluarga. Maka di dalam keluargalah seorang anak manusia mengalami proses pendidikan yang pertama dan utama.

Segala bentuk perilaku keluarga, khususnya kedua orang tua, baik lisan maupun perbuatan, baik yang bersifat pengajaran, keteladanan maupun kebiasaan-kebiasaan yang diterapkan di dalam kehidupan sosial keluarga, akan mempengaruhi pola perkembangan perilaku anak selanjutnya.

Oleh karena itu, orang tua harus mampu menanamkan pendidikan yang baik dan benar kepada anak sejak usia dini, agar perkembangan perilaku anak selanjutnya dapat mencerminkan kepribadian yang luhur, yang bermanfaat bagidirinya sendiri, agama, keluarga juga masyarakat dan bangsanya.

Dewasa ini, peran orang tua baik yang berstatus ayah ataupun ibu sudah sangat kompleks. Di satu sisi mereka berkewajiban untuk mendidik dan membina anaknya menuju perkembangan yang wajar, sehingga dapat melahirkan sosok yang dapat diandalkan di masa mendatang. Di lain pihak orang tua dituntut untuk dapat mengaktualisasikan diri sesuai dengan pekerjaan di masyarakat sekitarnya.

Banyaknya aktivitas orang tua di luar rumah yang demikian, sedikit banyak berpengaruh terhadap sedikitnya waktu mereka di rumah dalam proses pembimbingan dan proses pembelajaran kehidupan keseharian anak. Terutama di sini berkaitan dengan banyaknya tayangan program televisi yang dari waktu ke waktu bertambah tayangan programnya dari puluhan stasiun televisi yang tayang di Indonesia.

Ironisnya, di tengah-tengah peran vitalnya selaku media hiburan keluarga, dunia pertelevisian dan perfilman kini telah mengalami disorientasi dalam ikut mendidik penontonnya. Dunia pertelevisian kini terancam oleh unsur-unsur vulgarisme, kekerasan, dan pornografi. Ketiga unsur tersebut hampir-hampir menjadi sajian rutin di sejumlah stasiun televisi serta dapat ditonton secara bebas bahkan oleh kalangan anak-anak.

Padahal ketiga unsur itu mestinya dicegah agar tidak ditonton oleh anak-anak mengingat kondisi psikologi mereka yang belum mampu membedakan mana hal-hal yang positif dan mana hal-hal yang negatif dari sebuah tayangan televisi.

Anak-anak sering menonton televisi pada saat mereka pulang sekolah atau pun sore hari saat menunggu orang tua pulang dari kantor. Namun sayangnya pada jam-jam tersebut stasiun televisi baik milik pemerintah maupun swasta justru menayangkan film-film yang tidak cocok untuk mereka. Seperti telenovela, film action dan sebagainya. Sehingga mau tidak mau mereka tetap akan menyaksikannya.

Anak yang sudah candu terhadap televisi akan lebih memilih untuk tetap berada di depan televisi dibandingkan untuk keluar bermain bersama teman-temannya atau berkomunikasi dengan anggota keluarganya. Pentingnya peranan orang tua dalam mengawasi anak-anak saat menonton televisi adalah salah satu usaha untuk menghindari tontonan yang tidak cocok bagi anak dengan cara memilih program acara yang lebih mendidik dan sesuai untuk mereka

Interaksi Sosial (Interaksi antara Orang Tua dengan Anak)

Orang tua atau keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal seseorang sejak kelahirannya, di dalam keluarga anak memulai proses sosialisasi. Kehidupan sosial anak dalam keluarga kelak akan dibawanya pada kehidupan yang lebih luas, yaitu masyarakat. Menurut ST. Vembrianto (1990:56) keluarga meruapakan sekelompok sosial yang sangat besar pengaruhnya terhadap sosialisasi anak, sedangkan menurut Singgih D. Gunarsa (1993:98) keluarga adalah “Kelompok sosial yang bersifat abadi dikukuhkan dalam hubungan nikah yang memberikan penagaruh keturunan dan lingkungan”.

Peran aktif orang tua terhadap tumbuh kembang anak dapat dilihat dari pendidikan yang diberikan oleh anaknya. Setiap orang tua ingin melihat sosok buah hatinya menjadi sehat, cerdas dan kreatif. Sebagai orang tentunya dapat mengerti dan memahami dunia anaknya. “Penting untuk diketahui bahwa seorang orang tua adalah pendidik pertama yang menanamkan dasar bagi perkembangan jiwa anak” (Tadjab, 1992:45).

Budaya Sensor Mandiri dalam Keluarga melalui Interaksi Orang Tua dengan Anak

Setiap orang tua memiliki tanggungjawab untuk selalu mengawasi anaknya dan memperhatikan perkembangannya, oleh sebab itu hal-hal yang sekecil apapun harus bisa diantisipasi oleh setiap orang tua mengenai dampak positif atau negatif yang akan ditimbulkan oleh hal yang bersangkutan. Begitu juga mengenai hal televisi ini, yang sudah nyata dampak negatifnya, sudah sepatutnya setiap orang tua mempersiapkan senjata untuk mengantisipasinya.

Konsep sensor mandiri keluarga melaluiinteraksi orang tua dengan anak bisa dijelaskan melalui penjelasan di bawah ini

No

Kegiatan Sensor

Keterangan

1. Pilih Tayangan Sesuai Usia Anak

Tidak semua acara baik ditonton oleh anak, orang tua yang bijak wajib memilih acara yang sesuai dengan usia anak, orang tua harus tahu Kode R untuk Remaja, SU untuk Segala Umum, BO Bimbingan Orang Tua. Jangan sampai anak menonton acara yang tidak sesuai dengan usianya

2.  Temani anak ketika menonton

Bagi orang tua yang sangat sibuk, tidak ada alasan untuk tidak menemani anak ketika menonton TV. Jika sibuk, orang tua bisa mengerjakan pekerjaan orang tua sambil menemani anak menonton TV. seperti menyetrika sambil menemani anak menonton TV.

3. Letakan TV di ruang tengah, hindari menyediakan TV dikamar anak

Dengan meyimpan TV diruang tengah, akan mempermudah orang tua dalam mengontrol tontonan anak-anaknya, serta bisa mengantisipasi hal yang tidak orang tua inginkan, karena kecendrungan rasa ingin tahu anak-anak sangat tinggi

4. Lakukan Diet TV

Diet merupakan hal yang sangat menyiksa, ya begitupun diet TV, bagi anak yang sudah terbiasa menonton TV hingga 4 jam sehari akan sangat susah untuk mengurangi kebiasaanya, Batasi anak untuk menonton Tv maksimal 2 jam perhari.

Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dialami seorang anak manusia ketika dilahirkan ke dunia Dalam perkembangan selanjutnya keluarga juga merupakan lingkungan utama dalam pembentukan kepribadian seorang anak manusia.

Orang tua atau keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal seseorang sejak kelahirannya, di dalam keluarga anak memulai proses sosialisasi. Peran aktif orang tua terhadap tumbuh kembang anak dapat dilihat dari pendidikan yang diberikan oleh anaknya. Setiap orang tua ingin melihat sosok buah hatinya menjadi sehat, cerdas dan kreatif.

Anak yang sudah candu terhadap televisi akan lebih memilih untuk tetap berada di depan televisi dibandingkan untuk keluar bermain bersama teman-temannya atau berkomunikasi dengan anggota keluarganya.

Pentingnya peranan orang tua dalam mengawasi anak-anak saat menonton televisi adalah salah satu usaha untuk menghindari tontonan yang tidak cocok bagi anak dengan cara memilih program acara yang lebih mendidik dan sesuai untuk mereka

 


photo
RIFQI NUR HANAFI

Rifqi Nur Hanafi adalah praktisi / konselor yang mengajar di SMK Muhammadiyah 3 Weleri Weleri



0 Komentar


Tinggalkan Balasan