Jangan Malas Ketika Jadi Mahasiswa

Motivasi photo Ical 2021-07-10 15:22:46 0 Komentar 42
photo

Sumber: eventhunterindonesia.com

Memasuki fase menjadi seorang mahasiswa telah menjadi bagian penting dari proses kehidupan yang tidak terlupakan bagi setiap orang. Selama menjadi mahasiswa, pastinya mengalami banyak peristiwa selama kurang lebih empat tahun lamanya di kampus tercinta.

Ssenang atau susah itu semua tergantung usaha kita selama ini. Dihadapkan dengan skenario kampus yang tidak mudah ditebak dengan penuh pergerakan, sering sekali rasa kebingungan muncul bagaimana menjalani kehidupan sebagai mahasiswa yang baik. 

Dimana dan di bidang apa pun itu, tidak ada jalan pintas untuk menjadi seorang motivator hebat. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi pengusaha sukses. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi mahasiswa sukses. Semua harus teliti, sabar dalam belajar menjalani sebuah proses.

Mengapa sebuah proses itu selalu di tekankan? Karena berproses itu sangat penting.

Sudah tentunya, orang yang berproses dan instan memiliki perbedaan yang jelas. Karena orang yang berproses mengalami proses belajar, berkarakter, tumbuh, dan berkembang lebih baik dari pribadi sebelumnya.

Memang proses itu sangat membutuhkan waktu yang lama dan tidak mudah. Semua butuh perjuangan, kesabaran, tapi percayalah setiap proses itu tidak akan berakhir sia-sia.

Allah tidak tidur, Dia paham mana yang berproses mana yang tidak. Allah itu maha adil tidak akan menempatkan seseorang di tempat tidak baik.

Sebagai mahasiswa harus selalu bersiap diri untuk menjalani setiap peristiwa kehidupanmu dengan baik.

Kamu harus pintar mengatur segala sesuatu, baik itu waktu, uang, pikiran, manajemen hati atau siap mental untuk menghadapi segala sesuatu yang sama sekali tidak pernah bisa ditebak.

Bersiaplah menghadapi dinamika perkuliahan sebab sudah menjadi tanggung jawab utama kita kepada orang tua.

Dengan menyandang status sebagai mahasiswa kita akan mengarungi perjalanan baru yang lebih seru dibanding saat sekolah dulu.

Sekarang, mungkin kamu bisa merencanakan gaya busana sehari-hari bisa untuk membuatmu lebih percaya diri, bahkan bisa bangun awal pagi dengan kelas jam 7 pagi.

Ketika pulang banyak sekali waktu luang bisa digunakan untuk kumpul sama teman-teman. Namun, menjadi besar berarti siap dengan beragam tantangannya, sebab seorang mahasiswa masih dalam proses pencarian jati diri.

Dalam perubahan ini segala hal baik maupun buruk tentang kehidupan sedang digali dan dipelajari untuk membentuk karakter. Awas, kalau salah langkah dan salah dalam berteman bisa celaka.

Nah, bagi mahasiswa, sangat "besar" dalam peran maupun tanggung jawab berarti menjadi seorang dalam tahap perubahan.

Perubahan dimana dituntut untuk mampu mencerminkan sebuah sikap sebagai aktivis akademika yang berkarakter, mandiri, berbudi pekerti luhur, berjiwa sosial, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Bermimpilah setinggi-tingginya sebab mahasiswa punya harapan, cita-cita, lautan impian begitu luas bebas untuk diselami, dan beragam karya yang ingin diwujudkan.

Seorang mahasiswa juga mempunyai rasa malas yang sering datang dalam kehidupan sehari-hari, seperti malas kuliah, mengerjakan tugas, rapat panitia, atau mager diartikan sebagai malas gerak dan masih banyak hal malas lainnya.

Kalau lagi semangat-semangatnya tak terbendung,tetapi jika penyakit malas sudah datang banyak sekali pekerjaan yang tertunda atau perkataan seperti “nanti sajalah mengerjakannya”. Iyakan? 

Mahasiswa juga harus bisa menguasai semua aspek, harus bisa mengimbangi kehidupan akademik dan non-akademik. Karena, akan bawa dikemudian hari kepada masyarakat setelah selesai menjadi mahasiswa.

Walaupun, tidak semua mahasiswa bisa melakukan karena mahasiswa sendiri mempunyai mindset masing-masing, ada yang suka organisasi dan juga yang tidak suka dengan organisasi.

Kemudian,  ketika kita menyandang status sebagai mahasiswa, tugas dan tanggungjawab tidak hanya pada belajar untuk meraih IPK tinggi.

Bukan juga hanya untuk menguasai berbagai macam mata kuliah, cepat lulus, dan mendapatkan kerja.

Mahasiswa juga harus belajar menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan nanti dengan belajar dari beragam pengalaman organisasi, kegiatan intra dan ekstra kampus.

Kita sebagai anak bangsa yang berpendidikan punya tanggungjawab sosial. Menuntut ilmu boleh jadi tugas utama, tetapi alangkah baik lagi ketika ilmu yang kita dapatkan dapat dimanfaatkan untuk menciptakan dampak yang lebih besar.

Anak muda diharapkan turun aktif membangun lingkungan lebih baik dan saling membantu satu sama lain.

Salah satu kunci untuk menjadi mahasiswa sukses di kemudian hari yaitu keluar dari zona nyaman dan kerja keras. Memilih untuk menyibukkan diri dengan kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat.

Daripada hanya meluangkan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, maka dari itu mualai lah dengan hal kecil sepeti ikut organisasi, mengadakan berbagai program untuk masyarakat dan masih banyak lainnya.

Zona nyaman itu berbeda-beda setiap orang. Namun,  zona dimana kita merasa nyaman, baik baik saja tanpa melakukan sesuatu apapun. Karena tidak melakukan apa-apa berarti tidak akan membuat perubahan sama sekali atau mengembangkan sesuatu.

Maka dari itu zona nyaman ini harus kita hindari karena bisa menyebabkan semua impian yang diharapkan tidak akan terwujud karena terbelenggu zona nyaman.

Menyadari batas zona nyaman adalah sebuah berkah karena bisa menilai kegiatan mana yang bermanfaat dan tidak bermanfaat.

Ketika berbicara yang bermanfaat sering  sekali itu diluar batas kenyamanan kita. Butuh kerja keras, butuh mengorbankan waktu untuk bersenang senang, harus bangun lebih pagi lagi, dan mungkin juga liburan yang tertunda.

Namun, disaat itulah kamu menjadi berbeda dengan mahasiswa lainnya. Rela mengorbankan waktu demi untuk meraih kesuksesan di masa depan nanti.

Menikmati proses adalah hal paling utama. Jika kamu menanam tumbuhan suatu saat nanti kamu akan tuai hasilnya.

Kamu akan panen dan menikmati hasil yang sudah  ditanam sejak dahulu. Satu kebaikan akan mendatangkan kebaikan yang lain.

 


photo
Ical

Mahasiswa Ilmu Hadis 2019, asal Luwu Utara Sulawesi Selatan



0 Komentar


Tinggalkan Balasan