KANTIN SEHAT, TUBUH KUAT SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 Kota Yogyakarta

Berita photo Ari susanto 2020-10-22 18:54:09 0 Komentar 571
photo

Sumber: -

Terik matahari tidak menyurutkan langkah para siswa untuk bersemangat mengikuti jam matapelajaran keolahragaan. Seorang guru memberikan pengarahan sejenak akan olahraga bola basket. Siswa antusias menyimak, dengan senyum yang merekah, meraka tidak sabar untuk memegang bola dan melakukan permainan. Sorak kegembiraan dari anak-anak sekolah dasar kelas V SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 saat peluit ditiup oleh sang guru yang bertindak sebagai wasit.

Disisi barat lapangan basket, terdapat sebuah kantin sekolah sibuk para pramusaji mempersiapkan makan siang untuk anak-anak sekolah dasar yang tidak membawa bekal makan dari rumah. Terlihat pramusaji dengan standar pelayanan yang bersih, mulai menggunakan alas tangan, terjaminnya wadah makanan, sehingga tingkat kehigienisan makan terjaga. Sehatan makanan adalah tujuan utama, karena dengan makanan yang sehat siswa menjadi kuat.

Kesehatan makanan sering terabaikan oleh sekian banyak sekolah di Indonesia. sehingga kesehatan siswa terkadang terganggu, seperti misalnya muntah-muntah setelah makan makanan dan minuman tertentu, kepala pusing-pusing, diare, pingsan hingga dapat menyebabkan meringan yang berkelanjutan. namun tidak bagi Sekolah Dasar Muhammadiyah Wirobrajan 3 Kota Yogyakarta (Wibraga), sekolah ini menjaga betul makanan hingga terjamin kesehatan makanan dan minuman kantin sekolah bagi 750 anak. Wibraga berkomitmen untuk mewujudkan kantin sehat, hal ini terbukti dengan torehan penghargaan sebagai pengololaan kantin sehat terbaik (juara 1) nasional yang diadakan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI).

Meragukan Standar Kesehatan Makanan

Proses awal terbentuknya kantin sehat dikarenakan beberapa dua hal mendasar yaitu pertama dikarenakan faktor kesehatan makanan yang dijajakan oleh pedagang kaki lima tersebut dan kedua terkait dengan kondisi lalu lintas warga dikarenakan keberadaan pedagang/penjual makanan dan minuman anak kaki lima dan. dua hal mender inilah yang mendorong sekolah untuk mengelolah dan membentuk kantin sehat.

Kesehatan makanan yang dijajakan oleh pedagang tidak ada parameter serta standar penilaian kelayakan. Dengan demikian siswa-siswi rentan menjadi korban akan makanan dan minuman yang dijual oleh penjual kaki lima. Ketiadaan standar makanan yang layak konsumsi dan sehat sangat membahayakan kesehatan siswa-siswi. Tak jarang siswa mengalami keluhan terkait dengan kesehatannya, sakit perut, pusing, mual-mual, dan diare. Dengan demikian akan berdam[ak lebihlanjut terkait dengan ketidaknyamanan siswa-siswi dalam kegiatan belajar mengajar.

Letak geografis Wibraga di tengah perkampungan di daerah Wirabrajan ternyata tidak memungkinkan hadisnya penjual jajanan anak di sekolah tersebut, sebab kemacetan dan lalu lintah amat terganggu. Lebar jalan yang hanya 3 meter menjadi ruas jalan terpakai dan menyempitkan lalu lintas warga sekitar. Belum lagi ditambah saat jam istirahat, jalanan dapat dipenuhi oleh siswa-siswi yang menumpuk di jalan sekolah tersebut, membuat masarakat sulit untuk berlalu lintas.

Dua faktor diatas menurut bapak Firdaus Sulkhani S.Pd selaku pengelolah Kantin dan Guru Olahraga yang mendorong semangat guru, masyarakat dan kantin sekolah untuk menghadirkan kantin sehat yang dikelolah oleh sekolah. ini merupakan usaha untuk berkomitmen menjaga kesehatan siswa dan guru serta karyawan dari bahaya makanan yang tidak tersetandar oleh kementrian kesehatan melalui standar BPOM. Begitu juga mengurai keluhan masyarakat akan kemajetan yang terjadi di lingkungan sekolah. “Kantin sehat WIbraga ini di karenakan ada dua hal mendasar yaitu soal kesehatan makanan dan lalu lintas warga” tutur Bapak Firdaus.

Menuju Kantin Sekolah Sehat

Menuju kantin sehat tidaklah mudah. Perlu tahapan-tahapan yang keberlanjutan dan tersistematis. Sekolah tidak mudah serta merta dapat menjadi sekolah dengan kantin yang sehat makanan dan minumannya. Untuk menuju kantin sekolah sehat harus mendapatkan perijinan dari dinas kesehatan hingga pengujian di laboraturium oleh pihak BPOM. Sematan juara terbaik nasional untuk SD MUhammadiyah Wirabrajan 3 dalam mengelolah kantin sehat tidak semudah membalikan telapatk tangan. Seolah dengan mendirikan kantin sekolah dengan cepat persoalan standarisasi makanan tercapai dengan predikat baik.

menuju kantin sekolah sehat, pihak sekolah harus mendapatkan izin dari dinas kesehatan yaitu dengan survei apa yang dikenal dengan penjamahan makanan oleh pihak dinas kesehatan. Jika proses penjamahan ini lolos maka akan berlanjut ketahap berikutnya, namun jika tidak lolos maka sekolah harus memenuhi standar layak akan penjamahan makanan. Kedua, bagi sekolah yang sudah mendapat surat izin dinas kesehatan akan berlanjut untuk mendapatkan predikat layak sehat dari BPOM, hal ini dilakukan dengan pengujian di laboraturian terkait dengan standar layak makanan sehat yang telah ditentukan.

“proses menuju kantin sehat itu tidak mudah, perlu kerja keras sekolah untuk memenuhi standar yang telah di tentukan oleh dinas kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Standar kesahatan makanan dan minuman misalnya apakan sudah terstandar dari BPOM terkait dengan penggunaan 3 P, perasa, pewarna dan pengawet makanan” tutur Firdaus  Mulkhan dan juga sebagai guru olah raga

Sebelum menuju kantin sehat, pengelolah kantin sekolah akan mendapatkan pelatihan khsus pengelolaan makanan yang sehat. Misalnya kantin sekolah sehat harus terhindar dari 3 P yaitu perasa, pewarna dan pengawet makanan. Standar 3 P adalah standar dasar terkait dengan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat makanan dan minuman. Maka dengan demikian selain pewarna makanan, pemanis alami, serta bahan lainnya yang standar kesehatan dilarang untuk dipergunakan untuk pembuatan makanan seperti pemanis buatan dan pewarnan kain.

Sekolah yang telah mendapat izin dari BPOM sebagai sekolah sehat tidak semerta-merta lantas cukup menjadi kategori sekolah sehat. Ada tahapan yang dilakukan oleh BPOM secara keberlanjutan seperti misalnya sidak (inspeksi mendadak) ke sekolah untuk mengambil sempel makanan dan minuman yang dijual dikantin. Jika dalam sidak tidak terjadi kecurangan dalam penggunakaan bahan-bahan yang ditentukan oleh BPOM itu artinya sekolah dapat menjadi kantinsekolah sehat. Namun sebaliknya, jika sekolah ketahuan dari semua makanan ada bahan yang berbahaya akan mendapatkan teguran dan sanksi, sanksi berat hingga dijabutnya izin sekolah sehat.

Selain hal maknan dan minuman, semua pengelola kantin serta bahan-bahan yang digunakan oleh kantin sekolah harus berstandar. Pengelola makanan harus menggunakan standar seperti mulai dari kebersihan tangan, penggunaan alat bantu, serta perlengkapan yang mengganggu kesehatan makanan lainnya. begitujuga dengan, alat-alat makanan harus terjamin kehigenisan alat-alat makannanya. Semua itu menjadi nilai kolektif untuk menjadi kantin sekolah sehat.

Menanamkan Karakter Sehat

Sekolah berfikiran bahwa pendidikan karakter menjadi sangat pending bagi perkembangan dan tumbuh kembang anak. Suatu karakter yang baik dan sehat tentu akan membawa kepribadian siswa yang baik. Siswa yang kuat karakternya tentu akan mendorong pada suatu prestasi yang baik.

Prinsip lain yang ditanamkan adanya kantin sekolah adalah budaya serta penguatan karakter siswa. Menurut keterangan bapak Firdaus Mulkhan bahwa dengan adanya kantin yang berada dilingkungan sekolah dapat membentuk suatu karakter dan budaya baik seperti mislanya budaya anteri, budaya bersih sebelum kanan cusi tangan, membaca do’a hingga meletakkan piring dan gelas ketempatnya.

“kantin sekolah SD Muhammadiyah Wirabrajan 3 ini juga menyisipkan pendidikan karakter melalui keberadaan kantin sekolah. budaya anteri, cuci tangan, berdoa, serta kemandirian serta ketertiban menjadi kebutuhan siswa-siswi agar menjadi pribadi yang kuat dan sehat” pungkas Firdaus Mulkhan pengelola kantin sekolah Wibraga

Wibraga adalah contoh sekolah teladan dalam pengelolaan kantin sehat. Keberadaan kantin sehat wajib bagi sekolah. karena kesehatan diperlukan untuk memahami pelajaran di sekolah. dengan demikian keberadaan kantin sekolah sehat harus menjadi arus utama garapan bagi sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.


photo
Ari susanto

Ketua Litbang Pegiat Pendidikan Indonesia



0 Komentar


Tinggalkan Balasan