Keceriaan Kampus Mengajar SD IT Az-Zahra

Mahasiswa photo Rizka Nuzul Islamiyati 2021-07-16 06:53:36 0 Komentar 38
photo

Sumber: -

Kita tahu bahwa pendidikan adalah proses pembentukan atau pengembangan kemampuan diri dalam mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran bagi peserta didik.

Pendidikanlah yang membawa banyak sekali perubahan terhadap generasi penerus bangsa. Dewasa ini belajar tidaklah saja duduk diam dibangku kuliah, melainkan belajar dapat dilakukan dimana dan kapan pun.

Sejalan dengan itu, Pemerintah melalui Kementrian dan Kebudayaan mengadakan sebuag program yang bernama “Merdeka Belajar”.

Walaupun, di masa pandemi Covid-19 Pemerintah tetap mengusungkan gerakan Kampus Mengajar yang bertujuan membantu guru melaksanakan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19.

Program Kampus Mengajar Angkatan 1 2021 ini hadir dengan sasaran 1500 Mahasiswa yang ingin memberikan kontribusi nyata di dunia pendidikan, kegiatan ini dilaksanakan selama 3 bulan lamanya mulai dari 22 Maret 2021 sampai 26 Juni 2021.

Tentunya ada beberapa prosedur yang telah dilaksanakan dalm kegiatan ini mulai dari proses pendaftaran, pemilihan, pembekalan, serta penugasan.

Kampus mengajar ini merupakan salah satu peluang besar bagi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam mengembangkan diri, belajar, berkolaborasi dengan guru, dan membantu siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar .

Salah satu sekolah yang ikut dalam Kampus Mengajar  adalah Sekolah Dasar Islam Terpadu Az-Zahra (SD IT Az-Zahra) yang terletak di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.   

Sekolah SD IT Az-Zahra merupakan sekolah yang bernuansa islami di mana seluruh siswa tentunya ketat terhadap aturan-aturan yang diterapkan sesuai dengan syariah Islam.

“Saya mengikuti program kampus mengajar yaitu untuk mengembangkan diri serta mengharapkan ilmu, pengetahuan dan pengalaman baru dari program kampus mengajar ini,” ujar Umi Laefatul Hasanah mahasiswa PGSD UMP, salah satu peserta kampus mengajar.

Selain itu, menerapkan kemampuan dan hasil belajar saya dibangku perkuliahan guna mengembangkan potensi belajar saya serta menjadikan program kampus mengajar sebagai pandangan dunia bekerja saya dimasa yang akan datang, mengingat dikemudian profesi saya sebagai guru yang pastinya progam ini akan membantu saya untuk beradaptasi lebih baik,” lanjutnya. 

“Motivasi saya mengikuti program kampus mengajar yaitu untuk membantu dunia pendidikan dalam masalah pandemi dan belajar mengembangkan serta melatih diri untuk terjun dalam dunia pendidikan” sambung  Rizky Ira Zulfiya, Mahasiswa PBSI UMP.

“Motivasi saya untuk mengikuti program kampus megajar ini yaitu untuk mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa, yang belum tentu didapatkan oleh mahasiswa lain. Sebagai calon pendidik juga kegiatan ini dapat mengembangkan kemampuan pedagogik saya untuk nantinya dapat terjun langsung dalam dunia pendidikan,” lanjutnya.

“Motivasi saya mengikuti progam ini adalah ingin memberikan pengalaman tersendiri bagi saya di dunia pendidikan SD, untuk bisa bisa belajar kedapannya dalam pembelajaran SD.Ditambah di tengah pandemi ini, yang pastinya akan memberikan pengalaman yang luar biasa dan saya rasa inilah waktunya saling belajar bersama guru mengenai permasalahan pendidikan di masa pandemi” ujar Imaniar Afifah Nur, Mahasiswa PGSD UPI

Kami melaksanakan kegiatan program kampus mengajar di SD IT Az-Zahra ini dengan keceriaan tentunya karena banyak pengalaman yang kami dapatkan.

Pengalaman yang kami dapatkan yaitu bagaimana mengajar dengan suara lantang dan jelas, mengajar dengan ketegasan tetapi ceria, kesabaran dll. Selain itu, SD IT Az-Zahra yang merupakan sekolah berbasis Islam, disini kami mendapatkan arahan mengenai pembelajaran berbasis Islam.

Siswa-siswi lebih dituntut untuk memiliki budi pekerti yang baik dan memiliki kebiasan-kebiasan baik yang tentunya dibiasakan disekolah, adapun pembiasaan itu ialah pelaksanaan sholat dhuha, hafalan hadist, hafalan Al-Qur’an Juz 30, dan kegiatan penunjang lainnya yang membantu siswa menjadi siswa-siswi yang sholeh –sholeheh

Dalam melakukan kegiatan ini tentunya kami tidak melaksanakannya dengan lancar dari awal hingga akhir, tentunya kami menemui beberapa batu krikil dalam kegiatan ini.

Mulai dari keanekaragaman siswanya yang membuat kami perlu beradaptasi dengan beragam karakter dan beragam perlakukan yang perlu kami ambil untuk mengatasi perilaku siswa.

Di tempat kami bertugas yang notabennya adalah sekolah islami. Tentunya, kegiatan yang dilaksanakan pun harus berdasarkan aturan islam.

Tidak jarang ada beberapa kegiatan kita yang akan kita lakukan perlu menyesuaikan dengan sekolah bahkan tidak dilaksanakan dikarenakan tidak sesuai dengan nilai sekolah. Namun, terlepas dari itu semua tentunya masih banyak hal manis yang telah terkuir dalam kegiatan ini.

Kami bisa merasakan menjadi Ustadzah dalam 3 bulan merupakan hal yang sangat luar biasa, dimana kami selalu dilibatkan dalam segala kegiatan sekolah yang tentunya sesuai dengan syariat islam.

Selama 3 bulan pula kami merasakan kecerian diwajah siswa-siswi yang begitu bahagia yang seolah-olah menggambarkan kecerian lama yang muncul kembali setelah direnggut oleh pembelajaran online yang beberapa waktu lalu mereka lakukan

Penulis : Umi Laefatul Hasanah

               Rizky Ira Zulfiy

               Rizka Nuzul Islamiyati

               Imaniar Afifah Nur 


photo
Rizka Nuzul Islamiyati

Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan



0 Komentar


Tinggalkan Balasan