Kemerdekaan Peserta Didik dan Pendidik

Essay photo Elvina Ratna Palupi 2021-01-13 09:24:02 0 Komentar 114
photo

Sumber: -

Sekolah adalah tempat berlangsungnya proses pembelajaran oleh siswa dan guru. Sekolah merupakan suatu hal yang penting dalam dunia pendidikan.

Namun, banyak yang salah menanggapi pernyataan tersebut. Banyak masyarakat yang menganggap sekolah merupakan satu-satunya lembaga pendidikan atau tempat belajar yaang tersedia.

Akibatnya jika seseorang dapat bersekolah maka akan dianggap pintar. Sebaliknya jika terdapat seseorang yang tidak dapat mengenyam pendidikan di sekolah, maka akan dianggap sebagai kaum terbelakang.

Pemikiran-pemikiran seperti itu harus bisa dihilangkan dari pandangan masyarakat. Yang harus diketahui masyarakat luas adalah bahwa proses belajar bisa dilakukan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Itu berarti seorang anak bisa mendapatkan pelajaran selain di sekolah.

Seperti yang ditulis dalam buku Deschooling Society, Ivan Illich menyampaikan pemikirannya bahwa, menuntut ilmu itu tidak hanya dapat dilakukan di sekolah atau lembaga resmi saja.

Melalui buku tersebut, Ivan Illich mengkritisi praktik pelaksanaan pendidikan yang diselenggarakan oleh sekolah. Sekolah menurut Ivan Illich diibaratkan, seperti jalan tol. Mereka yang mampu membayar mahal akan dengan leluasa mendapatkan pendidikan di sekolah. Namun, bagi mereka yang tidak mampu membayar, mereka tidak memiliki kesempatan untuk mendapat pendidikan di sekolah.

Ivan Illich berpendapat bahwa, dalam pelaksanaan pendidikan seharusnya bersifat membebaskan siswanya. Menurut Illich sistem pendidikan seharusnya mempunyai tiga tujuan utama, yaitu: satu, pendidikan memberikan kebebasan kepada siswa untuk memperoleh sumber belajar. 

Kedua, pendidikan memberikan kebebasan bagi orang yang ingin berbagi pengetahuan, begitu pula bagi orang yang ingin mendapatkan pengetahuan. Ketiga, pendidikan harus siap menerima kritik dan masukan demi kemajuan sistem pendidikan.

Hingga saat ini pemerintah tanpa hentinya tentu terus memikirkan solusi untuk pendidikan di Indonesia. Berbagai cara telah dilakukan demi sistem pendidikan yang lebih baik.

Perubahan sistem pendidikan hingga perubahan kurikulum telah dilakukan. Perubahan terakhir yang diterapkan pemerintah adalah kurikulum Merdeka Belajar. Maksud dari merdeka belajar ini adalah untuk memberikan kemerdekaan atau kebebasan, bagi siswa dalam belajar tanpa memikirkan target kompetensi yang harus dicapai.

Dengan kebebasan yang dimiliki, diharapkan siswa dapat mengembangkan potensi atau bakat alami yang dimiliki seluas-luasnya. Tetapi hal tersebut tetap harus dilakukan dengan pengawasan dari guru. Sebenarnya, hampir semua orang menganggap bahwa guru merupakan kunci pendidikan. Hal tersebut memang tidak sepenuhnya salah.

Namun, harus dipahami juga bahwa yang dimaksud dengan kunci di sini tidak dapat diartikan sebagai solusi untuk segala masalah dalam dunia pendidikan yang harus diselesaikan seorang diri.

Perlu diingat bahwa beban dunia pendidikan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Mengatakan hanya guru yang menjadi kunci, itu sama saja dengan memberikan seluruh beban tanggung jawab kepadanya.

Kemerdekaan dan kemandirian merupakan konsep dari program Merdeka Belajar. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyatakan bahwa, program merdeka belajar ini tercipta atas dasar banyaknya keluhan dari peserta didik yang merasa tertekan akan nilai atau kompetensi tertentu.

Pada praktik pelaksanaannya, kegagalan atau keberhasilan peserta didik hanya dilihat dari nilai hasil pencapaian belajar di sekolah. Di sinilah perlu dipahami bersama, bahwa setiap anak dilahirkan dengan memiliki keistimewaan dan potensi yang berbeda dengan yang lainnya.

Sehingga sangat tidak mungkin mengukur keberhasilan siswa hanya dengan nilai sekolah yang didapat. Dalam situasi seperti ini, peran pendidik sangat dibutuhkan untuk memberikan kemerdekaan kepada peserta didik agar dapat mengembangkan bakat alami sesuai pilihan masing-masing.

Pelaksanaan program Merdeka Belajar, lebih difokuskan pada penerapan pengetahuan secara nyata dan untuk proses pembelajaran lebih banyak diarahkan untuk mengembangkan keterampilan siswa.

Baik keterampilan fisik (hard skills) maupun keterampilan mental (soft skills). Siswa akan dilatih untuk dapat menyelesaikan suatu masalah dengan kritis dan lebih mandiri. Juga diajarkan untuk pemecahan masalah dengan berbagai proses dan jawaban.

Karena kebanyakan siswa berpemikiran bahwa setiap pemecahan soal atau masalah hanya akan terdapat satu cara dan jawaban yang benar. Padahal pada kenyataannya tidak ada proses yang salah.

Tidak hanya berlaku untuk peserta didik saja konsep merdeka belajar ini. Kemerdekaan juga menjadi bagian yang sangat penting dalam proses pengembangan guru.

Karena, hanya guru yang telah merdeka yang dapat membebaskan atau memerdekakan peserta didik. Salah satu hal yang paling sulit dari proses perubahan pendidikan di Indonesia adalah saat sebagian besar orang yang memilih, untuk menjadi pendidik tidak melakukan perubahan dalam sistem pendidikan yang dirasa tidak bermasalah.

Selain itu seluruh masyarakat juga berperan penting dalam memajukan sistem pendidikan. Jika hanya pihak pemerintahan tanpa adanya usaha dari masyarakat untuk merubah maka hasilnya akan sia-sia.

Pada saat inlah peran generasi muda sangat dibutuhkan. Peran untuk dapat mengubah sistem pendidikan menjadi lebih baik, serta memperjuangkan kemerdekaan dan kebebasan peserta didik sekaligus pendidik.

 


photo
Elvina Ratna Palupi

Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan



0 Komentar


Tinggalkan Balasan