Kritik Ivan Illich Terhadap Dunia Pendidikan

Essay photo Fitria Aulia Rahma 2021-01-22 10:36:21 0 Komentar 171
photo

Sumber: -

Pendidikan di era sekarang memang sangat penting, tetapi apakah sekolah juga merupakan sebuah kepentingan? Ivan Illich telah mengkritik sistem pendidikan, di Amerika Selatan dan Amerika Latin.

Amerika mewajibkan belajar selama 12 tahun. Mereka yang tidak menyelesaikan sekolah selama 12 tahun dianggap sebagai masyarakat yang tidak terdidik. Di wilayah tersebut persekolahan justru melumpuhkan semangat kaum miskin untuk mencapai pendidikan.

Sekolah dipandang sebagai satu-satunya lembaga yang capable sebagai lembaga pendidikan. Paradigma yang timbul ini menyebabkan masyarakat terus pasrah dengan sekolah, orang-orang tidak akan sibuk memikirkan pendidikannya, lebih sibuk memikirkan tentang bagaimana sekolah, dibanding dengan bagaimana pendidikannya.

Sekolah-sekolah juga mendehumanisasi siswa, yaitu memposisikan manusia tidak seperti manusia. Contohnya sekolah mengelompokkan siswa dari segi umur, kehadiran anak belajar di sekolah, dan anak hanya bisa belajar di sekolah.

Sekolah terasa asing bagi kehidupan nyata, di sekolah belajar tentang apa itu dunia dianggap lebih bernilai dibandingkan belajar dari dunia. Pendidikan hanya seperti transfer ilmu, dengan guru sebagai subjek aktif, dan siswa sebagai subjek pasif. Pendidikan di sekolah telah membunuh kehendak banyak orang untuk belajar mandiri.

Sekolah saat ini membelenggu kreativitas peserta didik. Saat ini sekolah bukanlah tempat yang nyaman untuk menimba ilmu. Siswa dituntut untuk mempelajari banyak mata pelajaran. Masyarakat berkeyakinan, semakin banyak pengajaran semakin baik hasilnya sedangkan siswa akan bosan dengan metode belajar seperti ini.

Jangankan untuk menampung, mengingat saja mungkin siswa sudah mulai bosan. Pada akhirnya peserta didik menyamakan begitu saja pengajaran dengan belajar. Kalau sudah diajar oleh guru di sekolah dianggap sudah belajar, naik kelas berarti sudah menjalani pendidikan.

Sekolah juga memiliki kurikulum tersembunyi. Kritik Ivan Illich mengenai kurikulum tersembunyi, yaitu kerangka kerja sistem atas segala perubahan kurikulum yang dibuat. Kurikulum ini mengisyaratkan bahwa sekolah adalah peluang terbesar untuk mencapai kesuksesan di mata masyarakat.

Mereka menganggap bahwa apa yang kita pelajari di luar sekolah tak bernilai dan tidak layak untuk diketahui. Sekolah menjual kurikulum sebagai alat untuk membenarkan besarnya biaya produksi kurikulum tersebut. Sedangkan siswa dianggap sebagai konsumen dituntut untuk bisa meraih nilai yang dapat dipasarkan.

Pada akhirnya orang tua menyerahkan sepenuhnya pendidikan anaknya kepada guru dengan anggapan bahwa sekolah merupakan tempat yang tepat dan bertanggung jawab terhadap pendidikan anak. Tanpa mereka sadari bahwa karakter anak diperoleh ketika siswa bersama keluarga atau orang tua.

Orang tua dari kalangan siswa miskin tidak peduli mengenai keinginan anaknya, mereka hanya peduli sertifikat, nilai dan uang yang akan mereka terima ketika anak tamat sekolah. Sedangkan orang tua anak menengah tidak mau tau, mereka hanya menyerahkan anaknya kepada guru agar anaknya tidak belajar seperti anak-anak jalanan.

Terkait kritik Ivan Illich tersebut, tentang betapa kompleksnya permasalahan dari sistem pendidikan ini. Ivan Illich menentukan solusi untuk mengatasi kritikan tersebut. Dengan adanya solusi pendidikan yang berguna menyadarkan sikap kritis terhadap dunia dan mengarahkan perubahannya.

Pendidikan tidak hanya diarahkan pada kemampuan retorika yang bersifat verbal, tetapi juga kepada pendidikan yang bertumpu pada kemampuan profesional. Dan dengan adanya pendidikan yang membebaskan, yaitu memberikan kebebasan dalam mengajar atau memperaktikan keterampilan.

Membebaskan individu dari harapan-harapan profesi mapan seperti sekolah. Dengan memberikan kesempatan belajar dengan teman sebayanya dan percaya kepada guru, pembimbing, penasehat yang telah dipilih sendiri.

Peran guru juga turut andil dalam hal ini, menurut Ivan Illich peran guru ialah sebagai pengawas yang bertugas dalam mengatur siswa agar taat aturan. Guru sebagai moralis, yaitu mengantikan peran orang tua, Tuhan dan negara. Dengan memberikan pelajaran tentang baik dan buruk, salah dan benar.

Ia juga berperan sebagai orang tua anak. Guru sebagai ahli terapi, yaitu membantu perkembangan pribadi anak dengan menyelidiki kehidupan pribadinya.

Ivan Illich juga memberikan solusi dengan menyiapkan jaringan kesempatan berupa referensi objek pendidikan yang mudah diakses untuk kegiatan belajarnya seperti perpustakaan, laboratorium  dan museum serta pabrik dan lain sebagainya.

Adanya pertukaran kemampuan, yaitu mereka bisa mendaftarkan keterampilan mereka namun mereka juga harus mengajarkan keterampilannya kepada orang lain.  Adanya teman sebaya yang cocok akan mempermudah akses belajar siswa.

 

 

 


photo
Fitria Aulia Rahma

Pendidikan Fisika UAD



0 Komentar


Tinggalkan Balasan