Kurangnya Pemerataan Pendidikan di Desa

Essay photo Pundi.official 2021-09-16 06:11:53 0 Komentar 52
photo

Sumber: .

Masalah pada sektor pendidikan di Indonesia masih cukup kompleks. Salah satunya, yaitu pemerataan pendidikan yang belum terwujud dengan baik. Sampai saat ini, perhatian pemerintah belum begitu maksimal terhadap persoalan ini. Padahal, masalah ini sangat berpengaruh terhadap mutu pendidikan.

 

Umumnya, fasilitas pendidikan di wilayah pedesaan masih jauh tertinggal apabila dibandingkan dengan di kota. Mulai dari ruang kelas yang masih terbuat dari kayu, lantai tanah dan beberapa perabotan kelas yang masih banyak kekurangan dan kerusakan. Bagaimana peserta didik dapat belajar dengan baik? Jika fasilitas kelas saja masih kurang memadai.

 

Fungsi pendidikan adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watakan bangsa yang bermartabat. Dua unsur tersebut yang menjadi fokus dari pengembangan fungsi pendidikan di Indonesia. Konsep ini sangat sederhana, tetapi mengandung makna yang luas yang dihubungkan dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 

 

Menurut Pasal 1 Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk serta perdaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. 

 

Jika mengacu pada konteks di atas, tujuan pendidikan sebagai penuntun, pembimbing dan petunjuk arah bagi para siswa. Selain itu, untuk mengembangkan potensi dan konsep diri yang sebenarnya. Siswa juga dapat tumbuh bersaing dan mempertahankan kehidupannya di masa depan yang penuh dengan tantangan dan perubahan.

 

Sekarang muncul pertanyaan, apakah mungkin suatu proses belajar siswa bisa terlaksana dengan bagus jika pemerataan pendidikan tidak diperhatikan oleh pemerintah? Jawabnya tentu tidak. Jadi, pemerintah harus melaksanakan pemerataan pendidikan bagi seluruh anak bangsa mulai dari Sabang hingga Merauke.

 

Jika penerus bangsa ini tidak mendapatkan pedidikan yang layak maka akan berdampak pada negara ini sendiri. Anak yang ingin bersekolah terbilang sangat banyak, tetapi pemerintah tidak memperhatikan itu seolah-olah mereka tidak layak untuk mendapatkan pendidikan. Pentingnya peran pemerintah dalam suatu kebijakan dalam memberikan perlindungan terhadap pendidikan.

 

Mengingat, bahwa dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dinyatakan mengenai tujuan dari bangsa Indonesia adalah, ”mencerdaskan kehidupan bangsa”. Jadi, peran pemerintah sangat penting dalam pemerataan pendidikan di Indonesia terutama sekolah yang berada di pedesaan. Pemerintah perlu melakukan perbaikan secara berkesinambungan terhadap semua komponen yang ada pada pendidikan.

 

Untuk dapat mencapai tujuan pendidikan Nasional tersebut, sangat perlu untuk menyusun suatu strategi. Strategi yang tekait dengan permasalahan pendidikan di Indonesia salah satunya pemerataan pendidikan. Menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 5 Ayat 1, bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.

 

Pada Pasal 1 Ayat 26 disebutkan “Warga negara adalah warga negara Indonesia baik yang tinggal di Negara Kesatuan Republik Indonesia maupun di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia”.Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan tentu saja bukan hal yang mudah karena fakta di lapangan menunjukkan persoalan pendidikan. Salah satunya adalah kondisi geografis Indonesia. Dibalik banyak manfaat dan keberagaman, ada hal yang menjadi permasalahan dan juga hambatan bagi rakyat Indonesia itu sendiri, yaitu pemerataan pendidikan.

 

Indonesia terkenal dengan negara kepulauan, di mana banyak daerah pelosok yang masih tertinggal atau merasakan susahnya pendidikan. Hal ini didasari kurangnya peran pemerintah dalam memperhatikan pendidikan di pedesaan. Seharusnya, pemerintah lebih memprioritaskan pendidikan di pedesaan ketimbang di perkotaan, sebab masih banyak yang harus diperbaiki dan diperhatikan dalam pendidikan desa.

 

Sekolah di perkotaan memiliki fasilitas yang sangat memadai membuat sistem pendidikan di perkotaan jauh lebih baik. Sedangkan, di daerah pedesaaan mempunyai banyak kendala, antara lain, jalan menuju sekolah sangat susah, kerusakan sarana, dan prasana di sekolah hingga susahnya mengakses internet. Terlebih, dengan zaman sekarang ini perlu adanya akses internet yang bagus untuk melaksanakan pembelajaran daring.

 

Jika penerus bangsa ini tidak mendapatkan pendidikan yang layak maka akan berdampak pada negara ini sendiri. Anak yang ingin bersekolah sangat banyak, dapat dilihat seorang anak kecil yang seharusnya mengenyam pendidikan, tetapi harus membantu kedua orang tuanya untuk memenuhi ekonomi. Mereka yang sangat kesusahan untuk mencukupi segala kebutuhan dalam keluarga mereka, tetapi pemerintah tidak memperhatikan itu seolah-olah tidak layak mendapatkan pendidikan. 

 

Sebagai solusi agar tidak terkendala pendidikan di wilayah pelosok pemerintah harus melakukan pembangunan sekolah yang mempunyai asrama dan gratis. Pemerintah wajib membiayai segala kebutuhan anak-anak yang ingin bersekolah secara universal, sehingga anak-anak yang tinggal di pelosok bisa merasakan pendidikan yang baik. Pembangunan pendidikan di daerah harus bersifat adil partisipatif dan terintegrasi.

 

Sudah waktunya pemerintah merubah haluan di bidang pendidikan yang selama ini hanya berfokus di perkotaan saja, sementara di pedesaan kurang diperhatikan. Suatu negara tidak akan berhasil jika setengah dari negara tersebut tidak diperhatikan. Dengan kata lain, apabila kita mengerjakan sesuatu tidak menyeluruh, maka hasilnya tidak maksimal. 

 

Penulis: Ical


photo
Pundi.official

Seputar Berita Terkini



0 Komentar


Tinggalkan Balasan