Momentum Hari Guru 2020

Guru photo Shopyan Jepri Kurniawan 2020-11-25 19:48:00 0 Komentar 244
photo

Sumber: -

Setiap tanggal 25 November selalu menjadi peringatan Hari Guru Nasional. Tentu ini menjadi moment yang paling membahagiakan bagi seluruh yang berkecimpung di dunia guru.

Mungkin banyak yang tidak akan sepakat dengan guru adalah orang yang paling kaya di dunia ini. Semua profesi lahir dari campur tangan seorang guru. Tentu, dibarengi dengan kesungguhan seorang muridnya. Guru menjadi sosok yang tidak akan pernah tergantikan.

Menuntut ilmu tanpa ujung ruang dan waktu. Berbicara tentang guru tentu akan terbesit dengan pahlawan tanpa tanda jasa, yang menuntun , menuntut berkaitan perjalanan waktu, menembus jarak dan tentu yang paling cerewet ketika muridnya melakukan sesuatu yang tidak pas.

Bahkan ketika siswanya terjadi sesuatu, yang paling marah terdepan jika muridnya melakukan kesalahan, dan yang akan paling bertepuk tanggan paling  terdepan ketika siswanya meraih kesuksesan. Dan yang paling tidak akan pernah melupakan walau pernah dibuat kecewa.

Menjadi Seorang Guru

Barang siapa mau menjadi guru
Biarlah dia memulai mengajar dirinya sendiri
Sebelum mengajar orang lain
Dan biarkan pula dia mengajar dengan teladan
Sebelum mengajar dengan kata-kata

Sebab, mereka yang mengajar dirinya sendiri
Dengan membenarkan perbuatan-perbuatan sendiri
Lebih berhak atas penghormatan dan kemuliaan
Daripada mereka yang hanya mengajar orang lain
Dan membenarkan perbuatan-perbuatan orang lain

Seperti yang tertuang dalam puisi Kahlil Gibran, menjadi seorang guru yaitu menjadi suri tauladan untuk dirinya sendiri dan tentu orang lain. Menjadi seorang guru tentu harus menjadi penggerak keberlangsungan kehidupan.

Walaupun engkau tidak kaya secara materi tetapi kau kaya rasa, karsa yang menjadikan siswa-siswamu lebih dari dirimu. Menjadi seorang guru tentu dibarengi dengan tindakan yang nyata, menyentuh relung sanubari.

Tantangan Guru di Abad 21

Di era yang semakin maju dan tentu banyak perubahan yang terjadi,seorang guru juga selain menuntun dan menuntut siswanya, selayaknya dirinya sendiri harus terus meningkatkan kompetensinya. Menurut Susanto (2010), terdapat 7 tantangan guru di abad 21, yaitu : 1.Teaching in multicultural society, mengajar di masyarakat yang memiliki beragam budaya dengan kompetensi multi bahasa; 2.Teaching for the construction of meaning, mengajar untuk mengkonstruksi makna (konsep); 3.Teaching for active learning, mengajar untuk pembelajaran aktif; 4.Teaching and technology, mengajar dan teknologi; 5.Teaching with new view about abilities, mengajar dengan pandangan baru mengenai kemampuan; 6.Teaching and choice, mengajar dan pilihan; 7.Teaching and accountability, mengajar dan akuntabilitas.

Sehingga metode yang digunakan pun bukan hanya teacher center tetapi lebih kepada student center. Ini akan sejalan dengan merdeka belajar yang digaungkan oleh pemerintah. Bahwa menjadi seorang guru itu bukan hanya fokusnya transfer of knowledge  tetapi juga tentunya transfer of value.

Oleh karenanya sekarang guru di momentum yang sangat membahgiakan ini bukan menjadikan ajang ceremonial semata dengan ucapan, tapi tentu dengan tindakan dan peningkatan kompetensi guru. Baik dari kompetensi pedagogi, kepribadian, profesioanal, dan tentunya kompetensi sosail.

Tantangan yang dihadapi sekarang berkaitan dengan era globaliasasi, yang semakin hari semakin kencang dan pembendungan perubahan jaman ini bisa dilakukan oleh seorang guru. Bahkan pendidikan suatu negara menjadi acuan bahwasanya negara itu menjadi negara yang maju.

Guru sebagai pioner dalam bergeraknya suatu pendidikan tentu harus mendapatkan perhatian yang sejalan dari pemerintah. Tentu menjadi seorang guru merupakan panggilan hati yang telah dipilih setiap orang yang memilih menjadi guru, hanya saja terkadang masih lalai bahwa pendidikan yang merata dan kompetensi yang harus ditingkatkan untuk mencapai tujuan bersama.

Jelas didalam cita–cita kita mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga untuk para guru jangan pernah lelah untuk memberikan jasa baktimu, kesejahteraan seorang guru juga menjadi perhatian yang bukan hanya wacana semata oleh pemerintah hal ini sering kali menjadi momok, untuk seorang guru dalam kesejahterannya yang tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah, dan untuk mahasiswa pendidikan juga jangan lelah untuk belajar dan men-upgrade diri untuk membantu dalam akselerasi.

Covid-19 dan Tuntuntan Meningkatkan Kompetensi

Adanya wabah Covid-19 secara tidak langsung juga menuntut guru untuk akselerasi dengan perubahan ataupun menuntut dirinya lebih kreatif, tidak hanya menggunakan metode yang konvensionl dalam proses belajar mengajar.

Hal ini juga menjadi evaluasi bagi guru apakah bisa jadi selama ini yang menjadi kendala adalah masih menggunakan model lama dalam proses belajar mengajar, karena yang paling hebat dari seorang guru adalah mendidik dan rekreasi paling indah adalah mengajar.

Tuntutan melek teknologi dan memahami keahlian siswa menjadi hal yang utama dari seorang guru bukan menuntut semuanya sama. Tapi yang harus diingat bahwasanya teknologi hanya sebuah alat tetapi gurulah yang paling utama, mari menjadi guru yang selalu dinanti oleh siswanya.

Semoga di hari guru ini bukan hanya menjadi simbolis semata tanpa ada perubahan yang nyata demi pendidikan yang cemerlang. Dari guru untuk Indonesia yang lebih maju. 

 

 


photo
Shopyan Jepri Kurniawan

Guru BK SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Founder hi.konselor



0 Komentar


Tinggalkan Balasan