Mu’allimat Ciptakan Content Creator

Berita photo Admin Pundi 2020-09-18 23:40:24 0 Komentar 1765
photo

Sumber: -

Di tengah Pandemi Covid-19 Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak dapat dihindarkan. Sekolah-sekolah mulai membuat berbagai model pembelajaran yang menarik. Hal tersebut dilakukan agar peserta didik tidak bosan. Oleh sebab itu beberapa sekolah mulai memberikan tugas baru kepada guru. Tugas baru tersebut adalah sebagai content creator. 

Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta adalah salah satu sekolah yang berkeinginan menjadikan pengajar sebagai content creator. Tepatnya pada hari Kamis, 10 September 2020, sekolah tersebut menyelenggarakan pelatihan pembuatan video dengan aplikasi Kinemaster. Kegiatan tersebut diselenggarakan mulai pukul 09.00 hingga selesai.

Kinemaster adalah aplikasi video editing yang dapat dioperasikan menggunakan android. Aplikasi tersebut tidak berbayar dan memiliki keunggulan mudah dalam pengoperasiannya. Penggunaan aplikasi tersebut bertujuan agar para Pamong Asrama dan Pengajar dapat membuat video sederhana dengan gawai yang dimiliki.

Pelatihan yang bertemakan “Membuat Video yang Bagus dan Menarik dengan Kinemaster” dipandu oleh Hendrawan Setyawan yang merupakan kontributor CNN Indonesia. Adapun materi yang disampaikan antara lain cara pembuatan video pembelajaran dan cara mengemas video tausiyah.

Dalam penyampaiannya pemandu memberikan berbagai macam trik pengambilan dan tata cara pengeditan video. Meskipun menggunakan perangkat sederhana, tapi dapat menghasilkan video yang berkelas.

“Yang harus kita lakukan pertama kali adalah menyiapkan konsep materi yang akan disampaikan. Setelah itu mulai merekam video dan barulah diedit menggunakan Kinemaster”, ujar beliau dengan penuh antusias.

Di masa pandemi ini pamong asrama harus tetap mengajar dan bertausiyah secara daring, salah satu media yang banyak digunakan adalah video.

Menurut Ustad Dwi Setyawan, M.Pd., selaku penanggung jawab acara tersebut menjelaskan, “pelatihan ini bertujuan meningkatkan ketrampilan teknologi, meningkatkan keterampilan editing video, dan mengaktualisasikan tausiyah dalam bentuk video untuk pembelajaran di asrama. Harapannya nilai-nilai keislaman dapat terus hidup melalui video-video yang dihasilkan”, ungkapnya demikian. (HR)


photo
Admin Pundi

Pegiat Pendidikan Indonesia (PUNDI)



0 Komentar


Tinggalkan Balasan