Pendidikan Islam bagi Generasi Z

Essay photo Firdauziah Rayhan Nurlu'lu' 2021-07-14 11:35:27 0 Komentar 50
photo

Sumber: google.com

Pendidikan merupakan salah satu hal terpenting bagi semua orang. Adanya pendidikan bisa menentukan masa depan seseorang. Namun, tidak semua orang berpendapat seperti itu, hal itu tidak mempengaruhi bahwa pendidikan merupakan kebutuhan manusia juga.


Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah tuntunan tumbuh dan berkembangnya anak, artinya pendidikan merupakan upaya untuk menuntun kekuatan kodrat pada diri anak agar mampu untuk tumbuh dan berkembang sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.


Pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari yang namanya pendidikan Islam, karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Pendidikan Islam merupakan upaya membimbing, mengarahkan peserta didik yang dilaksanakan secara sadar dan terencana agar terbina kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.


Pendidikan dalam lintasan sejarah Islam itu sendiri telah dimulai oleh Rasulullah SAW dan para Khulafa ar-Rasyidin. Rasulullah SAW telah menjadikan mengajarkan baca-tulis.


Pendidikan Islam tidak hanya menekankan kepada pengajaran yang berorientasi kepada intelektualitas penalaran, melainkan lebih menekankan pada pembentukan kepribadian yang utuh dan bulat.


Pendidikan Islam menghendaki kesempurnaan kehidupan yang tuntas sesuai dengan firman Allah pada surat Al Baqarah ayat 208, yang artinya :”Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.


Negara Indonesia adalah negara yang sangat luas dan beragam budaya. Indonesia juga sangat kental dengan tradisi budayanya dan beragam agamanya, karena beragam agama banyak pula pendiri pendiri organisasi Islam khususnya Muhammadiyah.


Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam yang besar di Indonesia. Perhatian dan berbagai ide, gagasan pemikiran yang dikonsepsikan Muhammadiyah terhadap masalah pendidikan, terutama pendidikan agama sangat besar.


Dengan hal tersebut Muhammadiyah berkontribusi dalam pembaharuan pendidikan di Indonesia yang dilandaskan pendidikan secara Islam dan pendidikan secara umum.


Muhammadiyah memberikan wadah kepada orang-orang yang ingin menggali ilmu dan ingin terus belajar. Terbukti hingga saat ini Muhammadiyah dapat mempertahankan eksistensinya dalam bidang pendidikan, yaitu terus berkembangnya sekolah-sekolah dan universitas yang bersumber pada al-Qur'an dan as-Sunnah.


Pendidikan Islam sebagai bekal seseorang dalam kesuksesan dunia akhirat. Pendidikan Islam sebagai benteng pondasi seseorang dalam bersikap dan perilaku dan juga sebagai dasar hakikat manusia dalam berperilaku.


Tanpa adanya pendidikan Islam maka kehidupan seseorang tidak akan terarah. Untuk itu perlu adanya pendidikan islam bagi kehidupan umat muslim. Dalam sebuah hadist berbunyi:

 

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Yang artinya: “Barang siapa menempuh satu jalan (cara) untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti mudahkan baginya jalan menuju surga”. (HR. Muslim). Hadist ini membahas bahwa Allah swt akan mempermudah jalannya ke surga bila seseorang tersebut niat untuk menuntut ilmu.


Pada era globalisasi ini perubahan tata kehidupan sangatlah beragam dan luas. Dengan adanya tekhnologi yang ada semua orang dapat menjangkau dengan begitu mudah dan cepat.


Di dalam tekhnologi terdapat bermacam macam media dan media sebagai perantara pesan dan komunikasi antar manusia. Pada generasi Z peran media sangatlah penting bagi kehidupan. Semua dapat di akses di dalamnya. Pada penerapan pendidikan islam bagi generasi Z ini dapat memanfaatkan media sebagai bahan ajar dalam pendidikan.


Media dapat dikemas sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan peserta didiknya. Pada hal ini guru memberikan ruang yang sebebas-bebasnya kepada peserta didik dalam belajar, tetapi cakupannya tetap berpedoman pada ajaran Islam.


Contohnya kita dapat memanfaatkan Youtube sebagai bahan ajar, di dalam Youtube dapat kita inovasi dan di buat menarik untuk menyampaikan isi materi, kemudian dapat kita share lewat link Youtube sehingga semua orang dapat mengakses dengan mudah. 


Dari Utsman bin Affan ia berkata; Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Orang yang paling utama di antara kalian adalah seorang yang belajar Al Quran dan mengajarkannya”. (HR. Bukhari) No. 4640.


Shahih. Adapun peran pendidikan islam akan dijabarkan dalam berikut ini.Ajaran Islam selain mendasarkan ajaranya pada ajaran Tuhan yang terdapat di dalam al-Qur;an, dan ajaran Nabi Muhammad SAW yang terdapat di dalam hadisnya (ucapan, perbuatan dan ketetapan), juga berdasarkan pendapat akal pikiran yang sehat yang tidak bertentangan dengan ajaran al-Qur’an dan al-Hadis.

 

Sifat dan karakteristik pendidikan Islam berikutnya terkait dengan pandangannya terhadap waktu, era atau zaman. Islam mengakui adanya waktu yang berbeda-beda, kondisi dan situasi yang ada di dalamnya serta pengaruhnya bagi kehidupan manusia.


Al-Qur’an misalnya memilih bulan Ramadhan sebagai bulan diwajibkannya berpuasa dan diturunkannya al-Qur’an, Selanjutnya, al-Qur’an menyatakan bahwa waktu siang sebagai saat berusaha mencari rezeki dan waktu malam sebagai saat beristirahat. Seperti dalam Al Qur'an surat An Naba ayat 9-11 yang berbunyi :

وَجَعَلْنا نَوْمَكُمْ سُباتاً (9) وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِباساً (10) وَجَعَلْنَا النَّهارَ مَعاشاً (11)

Yang artinya: “dan Kami jadikan tidur kalian untuk istirahat, dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan”.

 

Sifat dan karakteristik pendidikan Islam terkait dengan penggunaan waktu, dapat pula dilihat dari pesan Sayyidina Umar bin Khattab kepada para orang tua yang berbunyi: Didiklah anak-anakmu sekalian, karena mereka adalah makhluk yang akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zaman kamu sekalian.

 

Berdasarkan petunjuk Umar bin Khattab tersebut maka generasi Z dan tantangan-tantangannya sebagaimana yang dihadapi saat ini sudah harus diberitahukan kepada gen Z, dan sekaligus memberitahukan tentang wawasan, ilmu, keterampilan atau keahlian yang harus mereka miliki agar mereka dapat merubah tantangan-tantangan yang dihadapinya menjadi peluang serta mampu menggunakannya dengan tepat.


Selanjutnya terkait dengan respon al-Qur’an terhadap adanya zaman atau era teologis, metafisis, dan positifistik. Sebagian berpendapat, bahwa al-Qur’an antara satu periode dengan periode lainnya berjalan berdampingan, yakni ketiga atau keempat zaman atau era tersebut ada secara bersamaan, tetapi tempatnya berbeda-beda.


Hal ini tercermin dari adanya kandungan ayat-ayat, atau metode yang cocok diterapkan untuk generasi Z. Misalnya ada mereka yang dapat didekati dengan pemahaman yang berbentuk hikmah, yakni dengan mengemukakan kebaikan-kebaikan atau manfaat yang terdapat dalam ajaran (al-hikmah), berupa pahala atau kebaikan dan manfaat lainnya atau dengan mengemukakan bimbingan dan nasehat yang baik (ma’uidzah hasanah), atau dengan cara berdialog dengan cara yang baik (mujadalah bil laity hisa ahsan).


Pendidikan Islam juga mengajarkan tentang perlunya menyampaikan kandungan pendidikan sesuai dengan tahapan zaman di mana manusia itu berada.


Sikap dan pandangan yang diajarkan pendidikan Islam yang demikian itu sejalan dengan tantangan yang terjadi pada generasi Z. Dengan kata lain, pandangan pendidikan Islam demikian itulah yang seharusnya dianut oleh masyarakat yang hidup di zaman ini.


Penulis: Firdauziah Rayhan Nurlu’lu’, Millennia Eka Oktaviani, Resi Restiani


photo
Firdauziah Rayhan Nurlu'lu'

Mahasiswi Prodi Bimbingan dan Konseling di Universitas Ahmad Dahlan



0 Komentar


Tinggalkan Balasan