Peran Filsafat Pendidikan Sebagai Fondasi Pendidikan Di Indonesia

Mahasiswa photo Aulia Naila Fauziah 2021-01-10 09:50:10 0 Komentar 589
photo

Sumber: -

Indonesia adalah salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki lebih dari 17.000 pulau dan hanya 7.000 pulau yang berpenghuni. Indonesia memiliki 5 pulau besar, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan berbagai pulau-pulau kecil seperti Bali, Lombok, Karimunjawa, dll.

Indonesia memiliki iklim tropis dan salah satu negara dengan tujuan utama wisata dunia. Setiap negara pasti memiliki tujuan dalam membangun negaranya, termasuk Indonesia. Tujuan negara Kesatuan Republik Indonesia tercantum dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 alinea IV.

Pada Alinea tersebut terdapat kata “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” di mana negara bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dan masyarakat merasa berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, oleh sebab itu kewajiban dan hak tersebut seharusnya dapat dijadikan modal yang kuat.

Pendidikan merupakan salah satu pondasi dalam kemajuan suatu bangsa, semakin baik kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh suatu bangsa, maka akan diikuti dengan semakin baiknya kualitas bangsa tersebut. Di Indonesia pendidikan sangat diutamakan, karena pendidikan memiliki peranan yang sangat penting terhadap terwujudnya peradaban bangsa yang bermartabat.

Filsafat adalah induknya semua ilmu pengetahuan, dengan sudut pandang yang komprehensif yang disebut dengan hakikat. Artinya filsafat memandang setiap objek dari segi hakikatnya. Filsafat juga mengajarkan manusia untuk berpikir secara holistik menggunakan sudut pandang, sebelum akhirnya membuat keputusan.

Sedangkan pendidikan adalah suatu bidang ilmu pengetahuan  yang tujuan utamanya adalah mengembangkan potensi individu sehingga mewujudkan pribadi yang matang bukan hanya dari sisi akademis juga sisi mentalitas yang mampu mandiri dan mengendaikan diri.

Jadi jelaslah bahwa filsafat pendidikan memandang persoalan sentral berupa hakikat pematangan manusia. Tradisi filsafat adalah selalu berpikir dialektis dari tingkat metafisis, teoritis, sampai pada tingkat praktis. Tingkat metafisis disebut aspek ontologi, tingkat teoritis disebut epistimologi, dan tingkat praktis disebut aspek aksiologi.

Jika diterapkan pada kegiatan pendidikan, aspek ontologi adalah proses pendidikan dengan penekanan pada pendirian filsafat hidup, suatu pandangan hidup yang berlandaskan nilai leluhur budaya dan niali-nilai moral budaya. Aspek epistimologi pendidikan menekankan sistem kegiatan pendidikan pada pembentukan sikap ilmiah, dijiwai oleh nilai kebenaran.

Sedangkan aspek aksiologi pendidikan menekankan pada sistem kegiatan pada pengembangan perilaku dan tanggung jawab, suatu perilaku yang dijiwai dengan nilai keadilan. Ketiga taraf sistem pendidikan tersebut saling berhubungan antara satu aspek dengan yang lainnya secara kausalik.

Selanjutnya dapat diasumsikan bahwa, jika paradigma filosofi pendidikan tersebut dipergunakan sebagai landasan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia baik di dalam keluarga, sekolah, maupun dalam kehidupan masyarakat.

Dapat diharapkan kehidupan masyarakat bisa meliputi nilai-nilai kejujuran, kebenaran, kearifan lokal, spritual keagamaan dalam bingkai pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian maka sudah bisa dipastikan pendidikan di Indonesia akan menjadi sebuah model pendidikan yang khas dan sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia itu sendiri.

Landasan pendidikan merupakan salah satu kajian yang dikembangkan dalam berkaitannya dengan dunia pendidikan. Cakupan landasan pendidikan adalah  landasan hukum, landasan filsafat, landasan sejarah, landasan sosial budaya, landasan psikologi, dan landasan ekonomi.

Filsafat ialah hasil pemikiran dan perenungan secara mendalam tentang sesuatu sampai ke akar-akarnya. Sesuatu dapat berarti terbatas dan dapat pula berarti tidak terbatas.

Filsafat membahas segala sesuatu yang ada di alam ini yang sering dikatakan filsafat umum. Sementara itu filsafat yang terbatas adalah filsafat ilmu, filsafat pendidikan, filsafat seni, filsafat agama, dan sebagainya.

Artinya, semua ilmu pengetahuan, semua pendidikan berpegangan pada filsafat. Sebelum pendidikan dan ilmu pengetahuan berkembang pesat, filsafat lah yang menjadi pandangan utama manusia, karena filsafat sudah ada jauh sebelum ilmu pengetahuan dan pendidikan ada.

Filsafat juga sebagai ibu agung dari berbagai ilmu pengetahuan, jika di ibaratkan seperri hubungan ibu dan anaknya, maka filsafat sebagai ibunya dan pendidikan sebagai anaknya.

Mengapa ilmu pendidikan selalu mengandalkan filsafat sebagai landasan utama? Karena memang landasan filosofis sebagai landasan dasar akan membantu menjawab permasalahan-permasalahan pendidikan yang menyangkut ranah antropologi, epistemik dan politik.

Dalam garis besarnya filsafat memiliki 4 cabang, yaitu metafisika, epistimologi, logika, dan etika. Untuk mewujudkan filsafat pendidikan di Indonesia membutuhkan pemikiran untuk menemukan teori teori pendidikan yang dibutuhkan terlebih dahulu.

Mengembangkan filsafat pendidikan haruslah mengikuti pemikiran filsafat yang diikuti oleh suatu bangsa. Pendidikan adalah suatu cara untuk mencapai suatu tujuan berpikir filsafat, serta membina pewaris bangsa untuk mempelajari ilmu filsafat dan mengamalkan nilai filsafat.

Filsafat merupakan suatu hal yang diutamakan dalam pemecahan masalah dalam kehidupan manusia, sedangkan pendidikan adalah suatu cara dalam pengembangan keilmuan filsafat, jadi memang sangat dianjurkan kepada manusia untuk mempelajari serta mengamalkan filsafat dalam pengajaran ilmu pendidikan.

 

-

photo
Aulia Naila Fauziah

Pendidikan Fisika 19



0 Komentar


Tinggalkan Balasan