Perjalanan Pendidikan Islam Oleh K.H Ahmad Dahlan

Essay photo Putri 2020-12-10 01:41:51 0 Komentar 172
photo

Sumber: -

"Pendidikan di Indonesia menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama. Di Indonesia, semua warga negara wajib menempuh pendidikan wajib dua belas tahun yang terdiri dari enam tahun di  Sekolah Dasar dan Tiga Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.

Sekolah berada di bawah tanggung jawab Kementerian Agama. Pendidikan diartikan sebagai, upaya terencana untuk membentuk lingkungan belajar dan proses pendidikan agar siswa dapat secara aktif mengembangkan dirinya sendiri. 

Potensi dalam tingkat agama dan spiritual, kesadaran, kepribadian, kecerdasan, perilaku dan kreativitas terhadap dirinya sendiri warga negara lain dan bangsa.

Undang-Undang juga mencatat bahwa terdapat dua jenis pendidikan di Indonesia: formal dan nonformal.Pendidikan formal lebih jauh dibagi menjadi tiga jenjang: pendidikan dasar, menengah dan tinggi

Beberapa sekolah swasta menyebut dirinya sebagai "sekolah nasional plus" artinya, kurikulum mereka melebihi persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, terutama dengan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar atau memiliki kurikulum yang berbasis internasional dan bukan yang nasional. 

Di Indonesia terdapat sekitar 170.000 sekolah dasar, 40.000 sekolah menengah pertama dan 26.000 sekolah menengah atas.  84% dari sekolah-sekolah ini berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan 16% sisanya di bawah Kementerian Agama.

Jenis pesantren diperkenalkan dan beberapa di antaranya didirikan. Lokasi pesantren sebagian besar jauh dari hiruk pikuk keramaian kota, menyerupai lokasi jaman Kolonial Karyyan.

Pendidikan Dasar diperkenalkan oleh Belanda di Indonesia pada zaman penjajahan. Jenis pesantren diperkenalkan dan beberapa di antaranya didirikan. Lokasi pesantren sebagian besar jauh dari hiruk pikuk keramaian kota, menyerupai lokasi zaman Kolonial Karyyan. 

Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah pada bulan November 1912 untuk membebaskan penduduk asli.  Pesantren juga menjamur dengan cepat selama periode ini.  Selama masa kolonial, ada jurang pemisah yang besar antara penduduk laki-laki dan perempuan yang terpelajar.

1. K.H. Ahmad Dahlan merupakan salah satu tokoh pembaharu dalam Islam sekaligus sebagai pendiri persyarikatan Muhammadiyah. K. H. Ahmad Dahlan mulai melakukan ide pembaharuan sekembalinya dari haji pertama, yaitu pada tahun 1888, melihat keadaan masyarakat Islam di Indonesia yang mengalami kemerosotan disebabkan oleh keterbelakangan pengetahuan akibat tekanan penjajahan pemerintah Belanda.

Pemerintah Belanda menginginkan rakyat pribumi sebagai buruh kasar, dengan upah rendah sehinga tidak lagi memikirkan pendidikan. Adanya perbedaan dalam pendidikan yang menyebabkan berkembangnya dualisme pendidikan, yakni sistem pendidikan kolonial Belanda dan sistem pendidikan Islam tradisional yang berpusatkan di pondok pesantren.

Melihat perbedaan pendidikan yang terjadi pada saat itu maka timbulah ide dari K. H. Ahmad Dahlan untuk melakukan pembaharuan. Dalam melakukan pembaruan K. H. Ahmad Dahlan tidak hanya mendirikan sekolah, tetapi ikut membantu mengajar ilmu keagamaan di sekolah lain seperti di Kweekschool Gubernamen Jetis. 

K. H. Ahmad Dahlan juga melakukan pembaharuan lain seperti mendirikan masjid, menerbitkan surat kabar yang memuat tentang ilmu- ilmu agama islam. Konsep pendidikan KH. Ahmad Dahlan dengan kehadiran penjajah Belanda ke Indonesia, telah merusak tatanan sosial yang ada dalam masyarakat Indonesia.

Di Jawa, Belanda telah merusak dan menghancurkan komponen kehidupan perdagangan dan politik umat Islam. Selain itu, kondisi umat Islam mulai menyimpang dari kesucian dan kemurnian ajaran Islam. Dalam segi kegiatan keagamaan, mulai berkembang sikap fatalisme, khurafat, takhayul, serta konservatisme yang tertanam kuat dalam kehidupan keagamaan dan sosial ekonomi masyarakat Islam.

Kondisi ini diperburuk lagi dengan dengan misi kristenisasi, yang membuat umat Islam mengalami kejumudan dalam setiap aspek kehidupannya. Memperhatikan perkembangan dan pertumbuhan Islam dan akibat dari pemerintahan kolonial Belanda, terutama di pulau Jawa, K.H. Ahmad Dahlan merasa sangat prihatin. Umat Islam saat itu berada dalam keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan.

Selain itu, sistem pendidikan yang ada sangat lemah sehingga tidak mampu menandingi misi kaum Zindiq maupun Kristen. Melihat kenyataan diatas, beliau sebagai seorang muallim merasa terpanggil untuk mempertahankan sistem dari abad-abad permulaan Islam. 

Sebagai suatu sistem yang benar dan bebas dari unsur-unsur bid'ah, berusaha membangun kembali agama Islam yang didasarkan pada sendi-sendi ajaran yang benar, yakni sejalan dengan Al-Qur'an dan Hadits.

Oleh sebab itu K.H. Ahmad dahlan memfokuskan dirinya untuk memperbaiki tatanan masyarakat dengan meningkatkan taraf pendidikan khususnya di Indonesia.
menurut K.H. Ahmad Dahlan pendidikan terbagi menjadi tigajenis,yaitu:

1. Pendidikan moral, akhlak, yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan karakter manusia yang baik, berdasarkan Al-Qur'an dan Al-Sunnah

2. Pendidikan Individu, yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan kesadaran individu yang utuh, yang berkesinambungan antara keyakinan dan intelek, antara akal dan pikiran serta antara dunia dan akhirat.

3. Pendidikan kemasyarakatan, yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan kese"iya"an dan keinginan hidup masyarakat.

 


photo
Putri

Saya seorang gadis kecil yang bernama Putri Sarah Zauharah yang lahir pada tanggal 20 Desember 1998 di Cianjur. Gadis ini sedang menjadi mahasiswa di Universitas Ahmad Dahlan menduduki semester 7 deng



0 Komentar


Tinggalkan Balasan