Potret Salah Satu Kreativitas Warga Klaten Yang Menciptakan Sepeda Dari Limbah

Motivasi photo Metah Aprilia Ardian 2021-01-26 10:08:18 0 Komentar 120
photo

Sumber: -

Karya seni merupakan hasil  ciptaan manusia, setiap orang mempunyai daya kreativitas masing-masing dan setiap orang bisa berkarya sesuai dengan kemampuan, berkarya tidak harus bagus karena dalam berkarya kita bisa tahu kemampuan kita seperti apa dan pengembangan bakat kita juga seperti apa. Mengapa manusia perlu berpikir keras untuk menumbuhkan ide-ide kreativ? Untuk membuat karya yang bisa di nikmati oleh kalangan masyarakat. Berkarya itu tidak harus orang pintar, berkarya itu siapa saja boleh asal karya nya bisa memotivasi untuk masyarakat dalam pendidikan maupun sosial. Dengan berkarya kita bisa mengetahui bakat-bakat yang terpendam. 

Ngomong-ngomong kita banyak membahas kreativitas dan karya seni  disini menemukan salah satu warga yang berasal dari KLATEN desa Sajen, Kecamatan trucuk,  bernama Ari Sryono berusia 54 tahun. Ari Sriyono ini menorehkan karya seni yang sangat ekonomis dan dapat di nikmati oleh khalayak masyarakat. 

Ari mampu menciptakan kendaraan trd

isional yakni sepeda ontel yang terbuat dari limbah kayu. Hebatnya sepeda ini sudah dicoba untuk acara Nge-Gowes (sepeda santai) hingga Solo, Sukoharjo bahkan Sragen.

Sepeda buatan Ari memang tak beda dengan sepeda ontel pada umumnya. Hanya beberapa bagian terutama casis atau rangka bodi sepeda menggunakan limah kayu, termasuk stang, pedan dan poroknya. Hanya ban dan ratai yang masih menggunakan rantai sepeda biasa.

Ditemui di rumahnya, Ari mengaku apa yang dilakukan terdorong hobinya naik sepeda, disatu sisi ingin memanfaatkan limbah kayu yang ada disekelilingnya yang selama ini hanya terbuang percuma. Berawal dari itu muncul ide gagasan untuk membuat sepeda yang 90 persen komponennya terbbuat dari limbah kayu.

Dengan berat rangka sekitar 2 kg pembuatan sepeda kayu menurutnya memerlukan waktu sekitar 10 hari. Kemampuan membbuat kayu diperoleh karena ktrampilannya sebagai seorang tukang kayu ditambah pengalaman dari internet.

“ Saya belum berniat membuat sepeda ini dengan jumlah besar, karena saya masih ingin mengejar sepeda ini mampu bersertifikat SNI. Jika memang nantinya sepeda ini layak dan laik untuk digunakan, maka tidak menutup kemungkinan saya akan memproduksi sepeda ini dengan jumlah besar dan kita jual”, ujarnya.

Hingga saat ini Ari belum mematok berapa harga satu unit sepeda kayu buatannya. Namun yang jelas kratifvitas dan inovasi yang dilakukan sudah saatnya mendapat perhatian dari Pemda setempat agar dapat memfasilitasinya.

Pelajaran bagi anak muda agar lebih menumbuhkan hal-hal yang kreativ, dari pak Ari kita bisa belajar dan pak Ari bisa memberi dorongan dan memberi semangat anak muda Klaten untuk bersemangat dalam belajar. Karena berkarya itu tidak harus memandang muda maupun tua asalkan mau belajar dan mau menemukan hal baru dalam ber inovasi. Mengolah limbah menjadi sesuatu hal yang bernilai dan berharga itu memang tidak gampang dari berpikir berproses hingga menjadi sesuatu yang diinginkan.

Berkarya tidak perlu takut akan kritikan dari orang-orang, justru dengan kritikan kita bisa lebih belajar lagi kedepanya dan kita bisa mengerti bahwa karya kita juga bisa di nikmati oleh masyarakat pada umumnya. 

Pak Ari tidak sampai disini saja memberi motivasi  dalam mengolah limbah, banyak barang-barang yang di hasilkan oleh pak Ari menjadi barang unik dan bisa di beli oleh masyarakat klaten, hanya saja yang menjadi sorotan sepeda karena mungkin menurut warga klaten itu hal yang unik dan luar biasa, karena bahan nya terbuat dari limbah dan bisa digunakan dan segera di perjual belikan untuk harga masih belum bisa mematok. Dari hal ini pak Ari jadi sorotan warga klaten dan sering di unggah dalam media sosial “kabar klaten” karena menurut admin dari warga klaten sendiri karya pak Ari ini patut untuk di banggakan dan di hargai selayaknya karya karena kreativ dalam menumbuhkan ide dan membuat sesuatu hal sederhana menjadi luar biasa di mata masyarakat.

Sosok pak Ari ini sudah tua di usia yang puluhan tahun tapi tidak menyurutkan semangat dan tidak kehabisan ide untuk hal-hal baru yang perlu di coba lagi kedepanya untuk Klaten agar lebih keren dan membanggakan. 

 

Kesimpulan dalam tulisan ini yaitu. Berkarya itu perlu untuk mendorong minat bakat yang terpendam, dan kita bisa belajar memahami susah nya bekerja dan menghargai hasil karya seseorang  dari tulisan diatas kita bisa belajar bahwa setiap orang mempunyai kemampuan di bidang masing-masing baik itu akademis maupun non akademis, dan dari tulisan diatas kita bisa belajar untuk tidak meremehkan barang bekas. Dan anak muda ayo jangan mau kalah dengan yang tua dari semangat dan pemikiran harus bisa melibihi yang tua, kita bisa belajar dari sosok pak Ari tersebut. 

 


Sumber inspirasi : kabar Klaten 

penulis : Metah Aprilia Ardian (1700003149)

Pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia 

Universitas Ahmad Dahlan




0 Komentar


Tinggalkan Balasan