Solusi Pemerataan Pendidikan Di Indonesia Berlandaskan Filsafat Pendidikan Menurut Paulo Freire

Mahasiswa photo Tsaniamilla Ayu 2021-01-12 20:34:37 0 Komentar 1189
photo

Sumber: -

Salah satu dinamika persoalan pendidikan di Indonesia yang masih ada hingga saat ini yaitu kurangnya pemerataan pendidikan. Terlebih lagi pendidikan sangat lah penting bagi suatu negara untuk menciptakan generasi yang unggul agar dapat membangun negara menjadi lebih baik.

Karena sejatinya Pendidikan merupakan hakikat dari semua manusia. Seperti yang tertera dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 yang berbunyi “Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.” Dan ayat 2 yang berbunyi “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.”

Makna dari kedua pasal tersebut, yakni semua warga negara Indonesia memiliki hak untuk mendapatkan sebuah pendidikan tanpa terkecuali, dan pemerintah wajib untuk memfasilitasinya. Akan tetapi pada kenyataan yang ada, pemerataan pendidikan dan mutu pendidikan di Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lain. 

Mutu pendidikan yang berkualitas, yaitu mutu pendidikan yang telah mencukupi atau masuk ke dalam ukuran keberhasilan pendidikan. Ukuran keberhasilan dalam pendidikan melibatkan beberapa faktor yaitu sarana prasarana, kurikulum dan metode pembelajaran yang di gunakan.

Faktanya beberapa faktor tersebut belum terealisasi dengan maksimal. Di kota besar pun terkadang masih dapat di temui beberapa kendala, terlebih lagi pada kota kota kecil yang sulit akses internet, kondisi ekonomi masyarakat dan kualitas pengajar yang belum memadai merupakan penyebab utama dalam kualitas pendidikan yang di hasilkan.

Berdasarkan hasil dari laporan Programme for International Students Assessment (PISA) tahun 2018, Indonesia telah mendapatkan sebuah capaian skor 74 dari 79 negara yang sudah berpartisipasi. Hal tersebut tentu saja menunjukan bahwa selain aspek kualitas mutu pendidikan, aspek literasi di Indonesia juga masih rendah.

Berkenaan dengan filsafat pendidikan menurut Paulo Freire, yakni pendidikan yang membebaskan. Namun pemikiran Paulo Freire yang melatarbelakangi konteks pendidikan di berbagai daerah sangat berbeda dengan konteks pendidikan di Indonesia.

Namun dibalik itu, terdapat keyakinan bahwa filsafat pendidikan yang melatarbelakangi pemikiran Paulo Freire dan metodologi pendidikannya akan bermanfaat dalam “memecahkan” permasalahan pendidikan di Indonesia. Pada filsafat menurut Paulo Freire, terdapat sebuah harapan sistem pendidikan, ini menjadi kekuatan penyadar dan pembebas umat manusia dari kondisi ketertindasan.

Ketertindasan ini berarti pendidikan yang tidak disama ratakan, sehingga tidak semua manusia dapat dengan mudah merasakan pendidikan. Padahal seperti yang sudah tertulis diatas, Indonesia sebenarnya sudah mengatur pemerataan Pendidikan kedalam Undang-Undang Dasar 1945.

Pemerataan pendidikan tidak hanya mencakup kesamaan cakupan materi pada masing-masing daerah tetapi juga sebagai standar yang harus dicapai secara nasional, untuk memaksimalkan sebuah pengajaran sesuai dengan tujuan yang telah dirancang secara kontekstual.

Dalam hal ini, peran serta perhatian pemerintah tentu sangat dibutuhkan. Terutama pada daerah-daerah tertinggal seperti daerah 3T (Terluar, Tertinggal, dan Terdepan), pemerintah diharapkan dapat menjalankan fungsinya secara maksimal dan sebagaimana mestinya.

Sebagai upaya pemerintah, seharusnya dapat segera mencapai tujuan pembangunan nasional yang harus didasari atas perhatian yang mendalam pada bidang pendidikan. Upaya tersebut sebagai azas pokok pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga menghasilkan anak yang cerdas dan berakhlak mulia.

Pemerintah harus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan dikelola secara khusus serta sungguh-sungguh, sehingga dapat mengatasi permasalahan yang terjadi agar daerah tersebut dapat setara dengan daerah lain. Hal ini sudah menjadi perhatian khusus oleh pemerintah melalui rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta mengingat daerah tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam memperkokoh ketahanan nasional dan keutuhan NKRI.

Selain itu, upaya meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana sekolah pada daerah terpencil, pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan guru di daerah-daerah pelosok, serta yang tidak kalah pentingnya ialah peningkatan kualitas pendidik. Karena selain sarana dan prasarana, tenaga kependidikan juga merupakan salah satu faktor utama dalam upaya meningkatkan pemerataan pendidikan di Indonesia.

Keberhasilan pemerataan pendidikan juga dapat dinilai dari kualitas serta mutu para pendidiknya. Dengan demikian hendaknya pendidikan dapat mencakup semua kalangan dan semua daerah. Jika sarana prasarana serta tenaga pendidik telah disama ratakan maka pendidikan di Indonesia dapat berjalan beriringan dan mutu pendidikan dapat tercapai tujuannya.

Di mana tujuan pendidikan, yaitu untuk membangun sebuah generasi unggul yang beorientasi terhadap prestasi dan budi pekerti. Selain itu, pemerataan pendidikan di Indonesia juga sangat berdampak baik karena dengan tercapainya pemerataan pendidikan maka dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Karena pendidikan dapat membentuk pola pikir seseorang dalam menghadapi dan memecahkan masalah dalam dirinya. Sumber daya merupakan investasi jangka panjang bagi suatu bangsa. Jika sumber daya manusia baik, maka akan berpengaruh terhadap produktifitas sehingga perekonomian akan terus tumbuh dan berkembang serta mengalami kemajuan yang pesat.

Dengan demikian,  tercapainya pemerataan sebuah pendidikan maka akan menjadikan wadah bagi pembangunan manusia yang berkualitas demi mendukung pembangunan bangsa untuk kehidupan yang lebih baik.

 


photo
Tsaniamilla Ayu

Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan



0 Komentar


Tinggalkan Balasan