Strategi dan Metode Penguatan Sosio Emosional Anak Usia Dini

Berita photo Ari susanto 2020-11-06 11:57:27 0 Komentar 248
photo

Sumber: -

Pundi.or.id, Jakarta – serial diskusi webinar series  kolaborasi lintas sektor menuju PAUD cerdas berkarakter, telah memasuki series  ke empat dengan tema “Strategi penguatan sosio emosional PAUD melalui permainan edukatif di masa pandemi” (4/11).

Turut hadir sebagai pembicara, Dr. Boedi Darma Sidi, Tim Teknis Direktorat PAUD, Prof Harun, Guru besar PAUD UNY dan Diena Haryana pendiri Sejiwa. Sebagai pembuka acara dihadiri oleh Dr. Hurip Danu Iswadi, widyaprada ahli utama.

Dr Hurip Danu Iswadi memaparkan, bahwa acara ini akan memberi efek pada perkembangan anak usia dini. Dengan memberikan stimulasi yang baik dan berkualitas, khusunya pada sosio emosional maka anak akan menjadi stabil dan mampu merespon berbagai fenomena yang dihadapi nantinya. Selanjutnya papar Dr Hurip, dengan menstimulasi sosio emosialnya akan mampu mengembangkan karakter anak.

Perkembangan sosio emosional erat kaitannya dengan bagaimana anak menyusuaikan diri dengan keadaan. Bagaimana perasaan mereka berinteraksi dengan orang-orang di lingkungannya dalam kehidupan sehari-hari yang nyata. Kondisi ini sangat penting bagi anak baik saat berada di rumah atau luar rumah, sekolah atau luar sekolah.

“Maka kondisi ini harus kita bangun secara berkualitas, sehingga anak nanti dengan tepat merespon berbagai perkembangan di luar dirinya” ujar Dr. Hurip Danu Iswadi, Widyaprada ahli utama.

Pengembangan sosio emosional ini, erat kaitannya dengan interaksi baik dengan sesama manusia, guru, orang tua, keluarga, saudara, temen sebaya dan lingkungannya namun juga dalam artian lingkungannya yang bersifat material (benda-benda) atau non material.

“Semakin anak mampu merespon dengan baik, semakin anak mampu mengambil nilai-nilai positif dari sosio emosional tentu semakin bagus perkembangan dan dampaknya. Semakin interaksinya baik, maka semakin baik perkembangan sosio emosional anak menjadi optimal. Semakin optimal akan mampu mencitakan prestasi dan karya-karya.” Pungkas Dr Hurip.

Selanjutnya kemampuan yang penting dalam penguatan sosio emosional anak adalah kemampuan beradabtasi. Kemampuan anak dalam menghadapi permasalahan nantinya, termasuk permasalahan hidupnya, termasuk juga kesehatan di masa pandemi saat ini.

“Energi yang dikeluarkan anak itu, membawa energi yang positif jika mendapatkan stimulasi yang positif. Sehingga dalam melanjutkan kehidupannya dalam perkembangannya dia akan menjadi anak yang sehat, normal, anak yang positif dalam berfikir dan merespon semua fenomena yang terjadi disekitarnya.” Kata Dr. Hurip yang juga alumnus UNY.

Fokus dan pusat di masa pandemi saat ini ada di rumah, ada di keluarga. Keluarga menjadi pusat dalam perkembangan sosio emosional anak. Bagaimana pendidik memeliki pengaruh pada keluarga. Sehingga keluarga memiliki peran menggantikan peran di tempat belajar anak-anak.

Dr Hurip juga menyampaikan metode yang dapat dilakukan dalam penguatan sosio emosional anak. Metode penguatan sosio emosional anak dapat dilakukan dengan metode permainan, bisa permainan peran dan sebagainya.

Metode bercerita atau mendongeng. Melalui metode bermain kooperatif, yaitu di mana anak-anak mampu bekerjasama dan berinteraksi. Begitu juga dengan metode keteladanan, orangtua dan keluarga harus menjadi contoh yang baik. Metode mancakrida atau outbond.

 

-

photo
Ari susanto

Ketua Litbang Pegiat Pendidikan Indonesia



0 Komentar


Tinggalkan Balasan