Dana BOS Afirmasi dan Kinerja perlu Pengawasan

Berita photo Shopyan Jepri Kurniawan 2020-09-13 13:53:02 0 Komentar 1067
photo

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar sosialisai mengenai petunjuk teknis  BOS Afirmasi dan BOS Kinerja Kamais (10/9/2020) yang disiarkan melalui kanal Aplikasi oom dan Streaming Youtube Ditjen PAUD Dikdasmen. Dalam sosialisai tersebut menghadirkan Narasumber Jumeri S.TP, M.Si selaku  Dijen PAUD Dikdasmen, Dr. Chatarina Mauliana Girsang, S.H.S.E ,M.H selaku Inspektur Jenderal Kemendikbud dan Keynote Speaker oleh Dr.Sutanto S.H,M.A Sisditjen PAUD Dikdasmen dan Dikmen.

Dalam acara webinar  sosialisasi Dana BOS Dirjen Jumeri S.TP,M.Si mengatakan, dengan adanya bimbingan dari dinas pendidikan, sehingga mampu membelanjakan dengan merdeka sesuai dengan tuntunan dan pedoamn harapannya pemberian dana BOS tersebut tidak memberikan risiko yang menyebabkan kepala sekolah berurusan dengan penegak hukum. "Untuk itu, kolaborasi kita antara inspektorat di daerah, dinas pendidikan, maupun sekolah menjadi penting dilakukan agar dana BOS ini tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan dengan benar, kata Jumeri dalam sambutannya.

Pendanaan pendidikan melalui pemberian dana BOS afirmasi dan BOS Kinerja telah dilakukan sejak tahun 2019. BOS Afirmasi diberikan sebagai wujud keberpihakan Pemerintah pada sekolah yang berada pada Daerah Khusus, sedang BOS Kinerja sebagai wujud Pemerintah memberikan reward bagi sekolah yang telah meningkatkan mutunya.

Terselenggaranya  webinar ini dilatarbelakangi oleh adanya banyak pertanyyan dari Dinas daerah, kepala sekolah mengenai penggunaan dana BOS ini. Dana BOS ini sudah salurkan kesekolah  Sehingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta agar dinas pendidikan di daerah memberikan bimbingan kepada sekolah maupun satuan pendidikan lainnya dalam penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Selain itu harapannya dana ini bisa tepat sasaran dan tepat pemanfaatan sehingga perlunya pengawassan, ungkapnya.

Sementara itu Sekolah yang ditetapkan sebagai penerima dana BOS Afirmasi maupun BOS Kinerja, masing-masing akan mendapatkan anggaran sebesar Rp60 juta dan diperuntukkan untuk daerah-daerah khusus. Ungkap Sutanto selaku Sisditjen. Selain itu penggunaan dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja juga sama dengan BOS Reguler, selain itu bisa digunakan untuk membayar guru Honorer yang sudah terdata di dapodik, pungkasnya. Sedangkan Dr. Chatarina selaku inspektor jenderal kemendikbu, meyampaikan bahwasanya terjadi banyak penyelewengan saat COVID-19, oleh karenanya diperlukan penggunaan yang fleksibel,akuntabel efisien dan transparan,selain itu perlunya posko pengaduan agar dana BOS dapat digunakan sebagaiman mestinya imbuhnya.