Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan.
Generasi gen Z seringkali dikenal sebagai generasi yang penuh ambisi, generasi kita lahir antara tahun 1995 sampai 2012, tapi apakah kalian tau “Antara cita- cita dan kenyataan hidup” pada kala itu ketika kita semua masih berumur di usia sekitar 6-10 tahun, kerap kali ketika kita ditanya tentang cita-cita oleh guru, dengan mudah kita mengatakan cita-cita kita yang sangat istimewa kala itu seperti: “Aku ingin jadi dokter bu”! dan lain sebagainya, semakin kita bertumbuh kita sadar untuk mencapai hal tersebut membutuhkan (struggle) yang amat serius, terkadang kita sendiri sekarang merasa belum bisa membahagiakan kedua orang tua karena alasannya kita tidak menjadi apa yang kita inginkan pada kala itu.
Seiring bertambahnya usia, kita mulai memahami bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana, banyak dari kita harus menghadapi tantangan, mulai dari keterbatasan ekonomi tuntutan akademik, persaingan di dunia kerja, hingga tekanan sosial yang muncul di lingkungan sekitar. Tidak sedikit anak muda yang merasa tertinggal karena melihat teman-teman seusianya sudah berhasil meraih prestasi,memiliki pekerjaan Impian, atau membangun usaha sendiri, padahal setiap orang memiliki proses dan waktu yang berbeda tidak semua harus berjalan berbarengan dengan rencana orang lain.
Di era digital seperti sekarang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi cara pandang generasi Z terhadap kesuksesan itu sendiri, hamper mungkin 24 jam kita di suguhan tayangan tentang semua pencapaian orang lain. Akibatnya muncul (feel unconfident), atau rasa tidak percaya diri bahwa sebenarnya kita mampu melakukan itu,dan sometimes kita beranggapan kita adalah salah satu orang yang gagal. Padahal yang di tampilkan di media sosial hanya sebagian kecil dari kehidupan mereka, bukan keseluruhan atas semua jerih payah dan usaha yang pernah mereka lalui.
Namun di balik berbagai tekanan tersebut generasi Z memiliki kelebihan yang patut di apresiasi,generasi Z dikenal sebagai generasi yang berani, kreatif, dan ambisius, dan cepat beradaptasi dengan dunia teknologi. Ambisi yang dimiliki bukan hal yang salah selama di barengi dengan kesabaran dan kesiapan untuk menghadapi segala rintangan, ini semua, “bukan siapa yang cepat mencapai tujuan akan tetapi siapa yang paling kuat bertahan menjalani proses itu”.
Oleh karena itu kita harus mengubah cara pandang kita mengenai arti sebuah keberhasilan,tidak semua cita-cita harus tercapai di dalam waktu yang singkat, dan tidak semua Impian harus diwujudkan di waktu yang sama, terkadang jalan yang kita lalui memang lebih Panjang dan banyak rintangannya di tibang jalan orang lain. Semakin kita bersabar dan kuat menjalani segala rintangan, Langkah demi Langkah kecil kita menjadi bukti perjuangan kita.
Pada akhirnya di balik kenyataan ambisi besar yang dimiliki oleh generasi Z, terdapat kenyataan hidup yang mengajarkan arti kesabaran, kerja keras,dan keteguhan hati, cita-cita memang sangat penting bagi kehidupan kita, akan tetapi menikmati setiap proses juga tidak kalah penting sebab, keberhasilan sejahit bukan hanya tentang berhasil mencapai tujuan, akan tetapi tentang menjadi pribadi yang terus berkembang, mampu menghadapi segala cobaan, rintangan. Serta tidak kehilangan rasa keputusasaan kita sebagai generasi Z.
Tags: Opini pendidikan Gen Z
Copyright By@PUNDI - 2024
BACK TO TOP