Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta
Yogyakarta, 3 November 2024 – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan diskusi bertajuk Rembuk Pilkada 2024 di Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta. Diskusi ini mengangkat tema “Menghalau Money Politic, Hoax, dan Polarisasi” dalam upaya meningkatkan literasi politik di kalangan anak muda.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh, dengan keynote speaker Ahmad Syauqi Soeratno dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI DIY, serta sambutan dari Ketua Umum DPD IMM DIY, Muhammad Taufiq Firdaus. Turut hadir sebagai narasumber, di antaranya Rivandy Azhari Ali Harahap (Peneliti LSPindo), Norma Sari (Wakil Rektor III UAD), Umi Illiyana (Bawaslu DIY), Sri Suryani (KPU DIY), dan Slamet Riyanto (Polda DIY).
Ahmad Syauqi Soeratno menekankan pentingnya acara seperti Rembuk Pilkada untuk meningkatkan literasi politik, terutama di kalangan pemuda. “Hadirnya acara ini merupakan salah satu upaya untuk membangun kesadaran politik anak muda dalam menghadapi Pilkada serentak 2024,” ujar Syauqi.
Muhammad Taufiq Firdaus menegaskan bahwa DPD IMM DIY mendukung segala upaya yang memaksimalkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada serentak. “IMM DIY selalu berkomitmen mendukung Pilkada yang sehat dan kompetitif sebagai wujud demokrasi yang berkualitas,” katanya.
Norma Sari, Wakil Rektor III UAD, menyoroti pentingnya partisipasi perempuan dalam politik sebagai bagian dari afirmasi dan keadilan sosial. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan perempuan di dunia politik seharusnya tidak dianggap sebagai ancaman bagi laki-laki. “Partisipasi perempuan dalam politik harus merangkul seluruh kalangan, dan afirmatif action seharusnya menjadi langkah sementara menuju kesetaraan,” ungkap Norma.
Slamet Riyanto dari Polda DIY menyampaikan kekhawatirannya mengenai polarisasi yang semakin tajam di tengah masyarakat akibat hoax di media sosial. “Polarisasi adalah perpecahan yang sulit untuk mencapai konsensus. Kaum muda harus kritis dalam menerima informasi di era yang dipenuhi berita hoax ini,” ujar Slamet.
Umi Illiyana dari Bawaslu DIY menjelaskan keterkaitan antara politik uang dan kondisi ekonomi masyarakat. Ia menyebutkan, “Jika kita sepakat bahwa faktor ekonomi mempengaruhi Pilkada, perlu kita pertanyakan siapa yang menutup akses ekonomi mereka? Politik uang dapat diminimalisir jika isu ekonomi, pendidikan, dan politik diperhatikan secara menyeluruh.”
Sri Suryani dari KPU DIY mengajak pemuda untuk menjadi “stakeholder garis depan” dalam memastikan Pilkada yang bersih dan kompetitif. “Tugas KPU adalah memastikan setiap tahapan berjalan sesuai aturan. Partisipasi pemuda sangat menentukan masa depan bangsa dalam menghasilkan kepemimpinan yang berkualitas,” tegas Sri.
Peneliti LSPindo, Rivandy Azhari Ali Harahap, juga mengutarakan bahwa partisipasi politik kaum muda semakin meningkat seiring berjalannya waktu. “Survei yang kami lakukan menunjukkan bahwa kaum muda semakin peka dengan situasi politik saat ini,” kata Rivandy.
Di penghujung acara, Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD IMM DIY, Wahyudi Saputra, membacakan Maklumat Pilkada November 2024 sebagai simbol komitmen bersama untuk menyelenggarakan Pilkada yang sehat dan menghasilkan kepemimpinan yang berkualitas.
Acara Rembuk Pilkada 2024 yang dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari kaum muda ini diharapkan mampu menggerakkan anak muda Yogyakarta untuk turut andil dalam menyukseskan Pilkada yang bersih, tanpa politik uang, hoax, dan polarisasi.
Tags:
Copyright By@PUNDI - 2024
BACK TO TOP