Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta
Yogyakarta (16/12) Pegiat Pendidikan Indonesia (PUNDI) menggelar webinar nasional dengan topik “optimalisasi peran guru BK dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah”, kegiatan webinar ini juga dalam rangkaian milad sewindu PUNDI serta menyosong HUT Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) ke- 49 pada tanggal 17 Desember 2024. Webinar ini adalah bentuk dukungan PUNDI untuk penguatan peran guru BK dan mendukung program Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) yang mengoptimalkan peran guru BK, kegiatan ini dilaksanakan melalui kanal Zoom, yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang mendaftar, dari berbagai kalangan diantaranya mahasiswa S1, S2, S3, PPG dan PPK BK, Guru BK, Pengawas, Kepala Sekolah dari Aceh sampai Papua serta Dosen, dan beberapa perwakilan Pengurus Daerah ABKIN. Webinar dimoderatori oleh Konselor PUNDI Shopyan Jepri Kurniawan, S.Pd.,M.Pd.,Kons sekaligus founder hi.konselor.
Kegiatan Webinar dibuka oleh Ari Susanto, S.E.I.,M.E Direktur Eksekutif PUNDI yang dalam sambutannya menyampaikan peran guru BK/Konselor sangat penting hal ini diperkuat dengan undang-undang sisdiknas 20 tahun 2003, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 mengatur standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor yaitu S1 Bimbingan dan konseling serta berpendidikan profesi konselor. Serta undang undang 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mengatur bahwa tugas guru bukan hanya mengajar tapi juga membimbing.
Peraturan tersebut diperkuat dengan permendikbud 111 tahun 2014 tentang bimbingan dan konseling adalah upaya sistematis, objektif, logis, dan berkelanjutan serta terprogram yang dilakukan oleh konselor atau guru Bimbingan dan Konseling untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik dalam mencapai kemandirian dalam kehidupannya.
Hadirnya peraturan ini mempertegas bahwa sangat penting menghadirkan guru BK/konselor dalam upaya pengembangan peserta didik pribadi, sosial, akademik dan karier, sehingga peningkatan karakter itu penting. Maka urgensi keberadaannya sangat penting menciptakan Pendidikan yang holistic agar peserta didik berkembang secara optimal.
Sementara itu, narasumber utama Rita Pranawati, MA tenaga ahli Menteri Pendidikan dasar dan menengah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) 2015-2022, memaparkan mengenai Program Unggulan Kemendikdasmen tentang peran Guru BK, pertama “beliau juga memaparkan tagline pak Mendikdasmen Pendidikan yang bermutu untuk semua. Pendidikan berkualitas untuk semua warga negara”.
kedua “Paradigma beliau learning bukan schooling yaitu proses belajar terus ada . Serta yang ketiga partisipatif semesta bahwa Menteri berharap melibatkan masyarakat termasuk ABKIN bagian yang penting menguatkan ,” paparnya.
Pendidikan kita seringkali mengutamakan aspek kognisi sehingga melupakan aspek psikologis dan perkembangan oleh karena itu dalam aspek psikologi dan perkembangan memaksimalkan peran SDM yaitu guru BK”, paparnya.
Selain masuk dalam program unggulan Menteri pendidikan dasar dan menengah Guru BK juga berperan dalam 7 kebiasaan anak Indonesia hebat serta memaksimalkan bakat dan minat anak.
Beliau juga menjelaskan mengenai hak anak yang tertuang pada UUD 1945 pasal 28 b, juga termaktub dalam UU perlindungan anak, UU sistem peradilan pidana anak, UU sisdiknas dan UU guru dan dosen.
Beliau juga menekankan pentingnya layanan kolaborasi antara guru dan orang tua dalam pendampingan anak juga PR di dalam sekolah mengenai bullying dan kedisiplinan. Selain itu banyak hal yang masih kurang dalam pemenuhan hak anak sehingga cenderung akan melakukan kekerasan padahal hal ini tidak bisa dihilangkan trauma pada anak yang mengalami kekerasan. Sehingga pelatihan guru BK juga untuk memberikan pemenuhan terhadap anak/peserta didik.
Diakhir pemaparan beliau juga menjelaskan fakta dilapangan mengenai guru bk yang masih terkadang dianggap polisi sekolah, rasio guru BK dan peserta didik kurang ideal, masih banyak kurang memiliki jam layanan. Tidak jarang juga mengajar mata pelajaran lainnya. Dan yang masih perlu ditingkatkan adalah guru BK masih kurang berjejaring dengan pihak lain seperti, kemenag, puspaga, puskesmas UPTD PPA dll.
Peran BK juga beliau paparkan guru BK tidak hanya menangani masalah anak anak yang bermasalah tetapi mengembangkan bakat dan minat peserta didik, menguatkan peran pendampingan peserta didik dalam mendapatkan informasi yang tepat, mengatasi dinamika tugas perkembangan serta menguatkan komunikasi dan Kerjasama dengan orang tua guru , keluarga guru bk menguatkan pengetahuan pengasuhan bagi orang tua ,serta guru bk menjadi pembuka identifikasi pendampingan dan pembimbingan bagi peserta dalam paparannya.
Serta sekarang bukan hanya tripusat Pendidikan akan tetapi catur pusat Pendidikan yaitu orang tua, sekolah, masyarakat dan sosial media dalam pemaparannya.
Selanjutnya narasumber kedua Dr, Bambang Dibyo Wiyono, S.Pd., M.Pd dosen Bimbingan dan konseling Universitas Negeri Surabaya, sekaligus Sekretaris PD ABKIN Jawa Timur beliau memaparkan mengenai Peran ABKIN menunjang peran guru BK.
“Sejauh ini peran ABKIN mengupayakan audiensi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, selain itu ABKIN mengharapkan Pendidikan profesi konselor dapat menjadi Pendidikan profesi guru BK secara eksplisit berdasarkan permendikbud no.27 tahun 2008 serta PB ABKIN mengupayakan Lembaga sertifikasi profesi (LSP)” dalam paparannya.
Beliau juga mengharapkan mengenai penguatan peran bimbingan ini perlu dijelaskan bahwasaya itu merupakan peran BK. Selain itu beliau juga menjelaskan mengenai supervisor BK, sebaiknya hal ini memang diberikan kepada individu yang sudah menempuh Pendidikan magister atau Pendidikan profesi konselor yang memiliki minimal kompetensi untuk menyelenggarakan bimbingan dan konseling, agar layanan yang sudah diberikan memang bisa untuk dinilai secara dampaknya.
Beliau juga menyambut baik program unggulan Mendikdasmen untuk penguatan peran Guru BK sekaligus berharap agar peran Guru BK diperjelas sekaligus program studi yang bisa menjadi seorang guru BK agar hal ini tidak menjadi bumerang untuk profesi.
Fuad Aminur Rahman S.Pd.,Gr guru BK SMA Negeri 1 Cihara, Sekaligus sekretaris MGBK Tingkat SMA Lebak Banten. Memaparkan mengenai Strategi Guru BK Untuk layanan optimal
Dalam pemaparannya beliau sangat setuju bahwasanya peningkatan peran guru BK, hal ini menjadi angin segar bahwasanya terkadang dilapangan BK mengalami tantangan, dengan adanya program unggulan ini menjadi kesempatan untuk peluang bahwasa BK memiliki eksistensi yang memberikan dampak bimbingan untuk semua, paparnya.
Selanjutnya dalam strategi di lapangan beliau memaparkan diantaranya peran BK menjadi bimbimbing, mengembangan potensi siwa , kolaborasi dengan guru mata pelajaran keterlibatan orang tua serta pemanfaatan teknologi, paparnya.
Acara webinar nasional yang diselenggarakan PUNDI ini juga menegaskan PUNDI sebagai kanal Pendidikan yang memiliki divisi konseling serta memiliki konselor profesional sesuai standar kompetensi mendukung serta ikut berkontribusi dalam terselenggaranya penguatan peran dan kompetensi guru BK, agar program unggulan ini bisa berjalan serta mengoptimalkan potensi peserta didik agar tercapai pendidikan yang bermutu dan SDM yang unggul. (Spy)
Tags:
Copyright By@PUNDI - 2024
BACK TO TOP