Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Arab Universitas Ahmad Dahlan
Perjalanan panjang dalam pendidikan dan pengajaran keilmuan Islam di Timur Tengah patutlah menjadi bahan pembelajaran dalam upaya membentuk pendidikan Islam yang Inklusif guna menjadikan Islam benar benar sebagai agama yang membawa pencerahan bagi seluruh umat manusia. Pendidikan Islam sebagai upaya transformatif untuk mengubah seluruh sendi kehidupan guna menjadikan manusia lebih berkeadaban dan berkeadilan berlandaskan nilai nilai Islam dan kemanusiaan.
Dalam hal ini penulis tidak hanya menggarisbawahi terhadap keilmuan Islam yang bersifat spiritual saja (Dogmatis), akan tetapi keilmuan Islam mencakup seluruh keilmuan yang kita pelajari saat ini di dunia modern (Empiris) karena semua akar keilmuan yang berkembang sekarang berasal dari keilmuan spiritual dalam Al-Qur’an, ayat ayat qauliyah dan kauniyah sehingga berkembanglah segala jenis jenis keilmuan modern yang ada pada saat ini.
Oleh karena itu penulis mengambil Timur Tengah sebagai bahan refleksi historis bagaimana perkembangan modernisasi pendidikan Islam di sana.
Sebagai kawasan yang pertama kali disebarkannya risalah Islam, Timur Tengah pasti menjadi tolak ukur pendidikan Islam di seluruh dunia. Disana tersebar seluruh keilmuan Islam dan tempat lahirnya peradaban Islam yang sangat disegani dan menjadi mercusuar pendidikan global saat itu.
Pendidikan Islam dimulai dengan kedatangan Nabi Muhammad SAW yang mengembangkan keilmuan Islam kepada masyarakat Arab dengan beradaptasi dengan kebudayaan Arab,dilanjutkan oleh Khulafaurrasyidin, kemudian dilanjutkan oleh Bani Umayyah yang sudah berkembang sampai bumi Syam, Afrika dan Eropa, lanjut sampai Bani Abbasiyah yang terkenal dengan peradaban majunya, hingga kepemimpinan Turki Utsmani yang membawa kemuliaan Islam hampir sepertiga dunia saat itu. Itu semua berasal dari keilmuan Islam yang terimplementasikan secara komprehensif yang berdampak membawa kemajuannya.
Sampai akhirnya dalam akhir perjalanan, keilmuan Islam redup dan hilang dikarenakan berbagai faktor seperti faktor geopolitik, sosial, dan internal dalam umat Islam itu sendiri, setelah itu keilmuan Islam mengalami kemunduran dengan sulitnya kebebasan umat Islam dalam menjalankan sendi sendi agama termasuk didalamnya dalam hak mendapat kebebasan termasuk dalam hal pendidikan.
Oleh karenanya timbulah gerakan modernisasi pendidikan Islam di Timur Tengah sebagai upaya membawa kembali Islam sebagai agama yang berkemajuan.
Ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya modernisasi pendidikan Islam diantaranya adalah faktor Internal dan eksternal. Faktor Internal meliputi kesadaran para intelektual muslim saat itu untuk mengubah sistem pendidikan agar lebih maju dan menyesuaikan keadaan zaman yang bertujuan untuk mencetak umat Islam yang berkualitas, profesional dengan berlandaskan sendi sendi agama.
Adapun faktor eksternal adalah adanya kontak peradaban Islam dengan dunia Barat yang disebabkan implementasi dan inovasi keilmuan saat ini dipegang oleh barat, maka sepatutnya umat Islam mengevaluasi sistem pendidikan dari segala aspek agar bisa memposisikan dirinya sejajar sebagai bentuk penolakan terhadap imperialisme, kolonialisme, neoimperialisme dan segala macamnya yang hampir dilakukan barat kepada negara negara Timur Tengah dan negara berpenduduk muslim.
Optimisme modernisasi pendidikan Islam memiliki aspek aspek yang dilakukan di beberapa abad terakhir dengan tujuan untuk memajukan pendidikan Islam. Pertama, revitalisasi lembaga Pendidikan, kurikulum dan metode pendidikan. Lembaga pendidikan Islam mulai mengubah sistem, kurikulum dan metode pendidikannya dari yang awalnya tradisional menjadi lebih modern. Keilmuan yang diajarkan pun semakin kompleks tidak hanya mempelajari ilmu agama saja, akan tetapi mulai mempelajari tentang ilmu ilmu alat sebagai ikhtiar membentuk tenaga tenaga ahli muslim di segala bidang.
Kedua, pembinaan tenaga pendidik. Tenaga Pendidik juga memiliki peran yang sangat penting terhadap perkembangan pendidikan Islam. Para pendidik muslim mulai menyadari perlu adanya keilmuan baru sehingga calon calon pendidik muslim saat itu dikirimkan ke Barat untuk mempelajari berbagai ilmu ilmu yang berkembang disana, kemudian kembali dan mengajarkannya di sekolah sekolah Islam.
Ketiga, didirikannya sekolah sekolah modern. Sekolah modern juga berdampak terhadap pendidikan Islam dikarenakan disana proses pendidikan modern dilakukan, selain ilmu ilmu agama, siswa diajarkan ilmu ilmu modern agar berkontribusi memajukan umat Islam saat mereka sudah menguasai ilmu tersebut.
Aspek aspek diatas adalah bentuk upaya modernisasi pendidikan Islam agar umat Islam tidak tertinggal dari negara barat, walaupun dalam prosesnya terjadi perbedaan pola pembaharuan pendidikan Islam di tubuh Islam itu sendiri seperti pola yang dilakukan oleh beberapa Khalifah Turki Utsmani, Muhammad Ali Pasya di Mesir, Sayyid Ahmad Khan di India yang menggunakan pola pembaharuan pendidikan Islam yang berorientasi ke negara Barat sebagai kiblat utama dalam pola tersebut.
Terdapat pola pembaharuan pendidikan Islam yang berorientasi pada sumber ajaran Islam murni yang dilakukan oleh Muhammad bin Abdul Wahab, Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh yang berpendapat bahwa agama Islam sendiri merupakan sumber kemajuan yang didalamnya mengandung potensi membawa kemajuan dan kesejahteraan dan kekuatan umat Islam, namun umat Islam itu sendiri yang membuat Islam menjadi lemah dikarenakan tidak lagi menjalankan ajaran Islam secara semestinya.
Pola pendidikan Islam yang berorientasi pada rasa nasionalisme yang mereka berpendapat bahwa umat Islam di setiap negara memiliki latar belakang dan sejarah yang berbeda sehingga mereka mendorong rasa nasionalisme sebagai bentuk upaya meraih kebebasan di beberapa wilayah Islam untuk merebut kemerdekaan dan mendirikan pemerintahan sendiri dikalangan umat Islam sehingga mereka dapat menjalankan modernisasi pendidikan Islam dengan mengedepankan semangat nasionalisme dalam bingkai keislaman.
Berdasarkan sejarah panjang yang penulis paparkan terkait upaya modernisasi pendidikan Islam di Timur Tengah, kita dapat merefleksikan bahwa modernisasi pendidikan Islam hingga kini membawa keberhasilan yang nyata di beberapa aspek kehidupan umat Islam, umat Islam tidak jauh tertinggal dengan negara Barat dengan kemajuan dari segi ekonomi, teknologi, sosial dan budaya di Timur Tengah dan beberapa negara berpenduduk mayoritas muslim yang lain. Namun jika dilihat saat ini dirasa belum mencapai kemajuan yang signifikan sehingga perlu adanya upaya peningkatan kembali kapasitas keilmuan di lingkungan umat Islam itu sendiri agar kedepannya umat Islam mampu berada di puncak kejayaannya kembali.
Kemudian perlu ditingkatnya pengintregasian nilai nilai Islam dengan pengetahuan modern sebagai bentuk kekuatan umat Islam bahwa ilmu ilmu modern tidak terlepas dari nilai nilai Islam itu sendiri agar dalam perjalanannya umat Islam kuat akan identitas dan budayanya sendiri dalam menghadapi globalisasi dan perubahan sosial di zaman modern ini.
Dengan adanya refleksi tersebut sepatutnya kita sebagai pelajar muslim juga turut berkontribusi di setiap aspek keilmuan untuk menjadikan Islam sebagai ikhtiar memajukan dan menebarkan kemuliaan Islam di seluruh penjuru alam.
Tags:
Copyright By@PUNDI - 2024
BACK TO TOP