Ketua Bidang Perkaderan IPM Jawa Tengah, Co-Founder mimpin.id
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, baru-baru ini akan meluncurkan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat pada Januari 2025. Program ini bertujuan membentuk generasi muda Indonesia yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat dan memberi kontribusi terhadap masyarakat. 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat meliputi: Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Gemar Belajar, Makan Sehat dan Bergizi, Bermasyarakat dan Tidur Cepat. Program ini mempunyai visi besar untuk membentuk budaya positif yang memiliki orientasi pada penguatan karakter anak Indonesia.
Perlu diketahui, dalam ketujuh kebiasaan tersebut banyak mencerminkan upaya internalisasi nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari kepada anak-anak Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari Abdul Mu’ti yang merupakan Sekretaris Umum Muhammadiyah, salah satu organisasi islam terbesar di Indonesia. Ikhtiar internalisasi nila-nilai islam dalam segala lini kehidupan merupakan spirit dakwah Muhammadiyah sehingga dampaknya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat indonesia
Pertama, Bangun Pagi. Islam mengajarkan pentingnya bangun pagi, seperti yang tercermin dalam hadits Nabi Muhammad SAW: "Ya Allah, berkahilah umatku di pagi harinya." Bangun pagi melatih kedisiplinan, memulai aktivitas dengan semangat, dan menciptakan produktivitas lebih tinggi. Ibnu Baththol mengatakan “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhususkan doa pada waktu pagi agar seluruh umatnya mendapatkan berkah di dalamnya. Ini karena pada waktu pagi adalah waktu yang biasa digunakan orang untuk memulai amal (aktivitas), dan mereka bersemangat (fit) untuk melakukannya”.
Kedua,Taat Beribadah. Taat beribadah, seperti shalat lima waktu, merupakan kewajiban bagi umat Islam. Kebiasaan ini tidak hanya membentuk hubungan yang kuat dengan Allah SWT, tetapi juga melatih anak untuk disiplin, menghormati waktu, dan menjaga kesucian jiwa. Dalam surat Al Baqarah ayat 21, Allah memerintahkan seluruh umat-Nya untuk beribadah dan menyembah hanya kepada-Nya setiap saat. Bahkan setiap rasul memulai dakwahnya dengan meminta kaumnya untuk beribadah dan menyembah hanya kepada Allah.
Ketiga, Rajin Berolahraga. Islam menganjurkan menjaga kesehatan tubuh, sebagaimana dalam hadits: "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah." . Dengan berolahraga, anak-anak dapat menjaga kesehatan fisik dan mental, meningkatkan konsentrasi, serta membangun semangat kerja sama. Imam An-Nawawi menggambarkan makna hadits di atas sebagai tekad yang kuat untuk mentaati Allah. Jadi, jika kekuatan fisik, akal, mental, dan keuangan seseorang semakin meningkat karena tekad mereka untuk mentaati Allah, orang itu lebih dicintai Allah
Keempat, Makan Makanan Sehat dan Bergizi. Hal ini senada dengan perintah Allah yang terdapat dalam Surah Al Baqarah ayat 168. Menurut Tafsir Quran Kemenag, Allah SWT memerintahkan orang-orang yang beragama Islam untuk memakan makanan yang halal dan baik yang tersedia di Bumi. Ini juga mencakup tujuan Allah SWT menciptakan Bumi dan segala sesuatu di dalamnya untuk dikonsumsi oleh manusia. Makanan baik berarti makanan yang sehat, aman, dan tidak berlebihan. Makanan halal berarti makanan yang tidak haram baik dari segi zat maupun cara memperolehnya. Makanan halal dan thayyib (baik) merupakan anjuran dalam Al-Qur'an. Dengan membiasakan anak makan makanan sehat, tubuh mereka akan terjaga kesehatannya, sehingga lebih siap menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kelima, Gemar Belajar. Islam sangat menjunjung tinggi pentingnya ilmu pengetahuan. Ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca (Iqra'). Ayat-ayat ini adalah Al Qur'an yang pertama kali turun, kata Ibnu Katsir rahimahullah. Ini adalah nikmat pertama yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Dalam awal surat, diajarkan bahwa manusia pertama berasal dari "alaqoh". Salah satu bentuk kasih sayang Allah adalah mengajarkan kepada manusia apa yang mereka tidak ketahui. Menurut Ibn Katsir rahimahullah, "Seseorang itu akan semakin mulia dengan ilmu diin yang ia miliki." Ilmunyalah yang membedakan Adam, ayah manusia, dari para malaikat. Kadang-kadang ilmu ada dalam pikiran, kadang-kadang dalam lisan, dan kadang-kadang dalam tulisan tangan untuk menyampaikan apa yang dalam pikiran, lisan, dan tergambar. Kebiasaan belajar ini yang nanti kemudian membentuk anak menjadi individu yang cerdas, kritis, dan berakhlak mulia.
Keenam, Aktif Bermasyarakat. Dalam Islam, ukhuwah (persaudaraan) dan kepedulian sosial sangat ditekankan."Seorang muslim itu adalah saudara muslim yang lain. Oleh sebab itu, jangan menzalimi dan meremehkannya dan jangan pula menyakitinya" adalah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Umar RA. Hadits ini mengajarkan prinsip kemanusiaan melalui persaudaraan dan menegaskan bahwa perbuatan tercela seperti saling merendahkan, mencibir, menghina, dan mendzalimi termasuk tindak kejahatan. Dengan aktif bermasyarakat melalui menjaga persaudaraan-persaudaraan, anak-anak belajar untuk bekerja sama, menghormati orang lain, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Ketujuh, Tidur Cepat. Istirahat adalah bagian penting dalam menjaga keseimbangan hidup. Dalam Islam, tidur juga dianggap sebagai bentuk ibadah bila dilakukan dengan niat yang benar. Bagi seorang muslim, yang terbaik adalah tidur secepat mungkin setelah shalat Isya. Namun, jika ada aktivitas yang lebih bermanfaat dan bermanfaat setelah shalat Isya, seperti belajar, menerima tamu, atau berbincang-bincang dengan keluarganya, maka tidak disarankan untuk begadang sampai larut malam. Syaikh Abdulah Al-Faqih memberikan penjelasan, setelah selesai makan malam, Rasulullah biasanya masuk tidur pada awal malam karena dia tidak suka tidur sebelum makan malam dan berbicara setelah makan malam. Anak-anak yang cukup istirahat akan memiliki energi yang optimal untuk menjalankan aktivitas.
Ketujuh kebiasaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan refleksi dari ajaran Islam yang menyeluruh (kaffah). Dalam setiap kebiasaan tersebut terkandung nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan keimanan yang akan membentuk karakter anak sebagai individu yang unggul dan bermanfaat bagi umat.
Dengan program ini, Kemendikdasmen berharap dapat mencetak generasi Anak Indonesia Hebat yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dan mampu menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat. Mari kita dukung bersama inisiatif ini demi masa depan Indonesia yang lebih baik!
Tags:
Copyright By@PUNDI - 2024
BACK TO TOP