03/02/2025 463

Kunjungan Mahasiswa Jepang ke SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta untuk Penelitian Sedekah Sampah

author photo
By Redaksi PUNDI

Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta

Yogyakarta, 31 Januari 2025 – SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta baru-baru ini menerima kunjungan dari seorang mahasiswa asal Jepang, Mr. Natsu, yang tengah melakukan penelitian terkait program Sedekah Sampah. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang pengelolaan lingkungan berbasis keagamaan yang dijalankan oleh sekolah ini, yang diharapkan bisa menjadi inspirasi dalam pengembangan program serupa di negara asalnya.

Mr. Natsu, yang datang dengan membawa misi penelitian mengenai keberlanjutan lingkungan melalui pendekatan keagamaan, disambut oleh Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 10, Esti Priyantini, S.S., M.Pd.BI. Bersama dengan beliau, hadir pula beberapa tokoh penting yang turut mendampingi dalam acara tersebut, yaitu Haris Syarif Usman (Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PDM Kota Yogyakarta) dan Heri Setiawan, M.Si. (Ketua MLH PDM Kota Yogyakarta).

Sedekah Sampah, sebuah inisiatif yang dimulai di SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta, merupakan program unik yang melibatkan seluruh civitas akademika untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dengan cara yang lebih bermanfaat. Program ini mengajak siswa, guru, dan tenaga kependidikan (tendik) untuk mengumpulkan sampah seperti kertas, botol plastik, dan kardus. Sampah-sampah tersebut kemudian disalurkan melalui proses daur ulang, dan hasil dari penjualan sampah ini digunakan untuk membantu siswa dhuafa dan mendukung kegiatan-kegiatan sekolah lainnya.

Inovasi Berbasis Keagamaan untuk Pengelolaan Sampah

Menurut Esti Priyantini, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 10, Sedekah Sampah bukan hanya sekadar kegiatan mengumpulkan sampah, tetapi lebih dari itu, ini adalah bagian dari upaya pengelolaan lingkungan yang mengandung nilai-nilai keagamaan. “Sedekah Sampah adalah salah satu cara bagi kami untuk menanamkan rasa tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan kepada siswa. Dalam Islam, konsep sedekah tidak hanya terbatas pada harta, tetapi juga meliputi hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain. Dengan memanfaatkan sampah yang ada, kami tidak hanya berbuat baik untuk lingkungan, tetapi juga untuk sesama,” jelas Esti.

Bagi Mr. Natsu, konsep Sedekah Sampah yang diterapkan di SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta adalah hal yang sangat menarik untuk diteliti. Ia merasa bahwa program ini sangat relevan dengan tren global yang semakin mengutamakan keberlanjutan dan pelestarian lingkungan, sekaligus mengintegrasikannya dengan nilai-nilai spiritualitas yang dapat menginspirasi banyak orang. "Di Jepang, kami juga memiliki program-program lingkungan, namun tidak banyak yang melibatkan dimensi keagamaan seperti yang ada di sini. Saya ingin melihat bagaimana konsep ini bisa diterapkan di negara saya dengan pendekatan yang lebih serupa," ungkap Mr. Natsu.

Pentingnya Peran Sekolah dalam Pengelolaan Sampah

Program Sedekah Sampah yang dijalankan oleh SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta juga menjadi contoh penting bagi masyarakat tentang bagaimana sekolah bisa memainkan peran besar dalam pengelolaan sampah. Dengan melibatkan siswa dan tenaga pendidik, program ini secara langsung mengajarkan mereka untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar, sambil berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi mereka yang membutuhkan.

Sebagai tambahan, Haris Syarif Usman yang juga menjabat sebagai Sekretaris MLH PDM Kota Yogyakarta mengatakan bahwa program ini sangat sejalan dengan tujuan MLH dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang berbasis pada prinsip keagamaan dan keberlanjutan. “Kami mendukung penuh program seperti ini, karena selain mengurangi sampah, program ini juga memberikan dampak positif terhadap sesama, khususnya dalam membantu mereka yang kurang mampu,” kata Haris.

Heri Setiawan, Ketua MLH PDM Kota Yogyakarta, menambahkan bahwa sedekah dalam bentuk sampah yang dilakukan di SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta merupakan contoh konkret dari implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. “Ini adalah model yang sangat baik, di mana pendidikan lingkungan dan pendidikan sosial digabungkan dalam satu program yang bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.

Meningkatkan Kepedulian Lingkungan dan Sosial

Dengan adanya program Sedekah Sampah, SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta berharap dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Yogyakarta dan bahkan di Indonesia untuk mengimplementasikan program serupa. Melalui gerakan ini, diharapkan generasi muda dapat lebih peduli terhadap lingkungan serta belajar untuk berbagi dengan sesama, terutama mereka yang membutuhkan.

Tidak hanya itu, melalui Sedekah Sampah, SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta juga ingin meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar, serta mengajarkan nilai-nilai berbagi dalam bentuk yang lebih kreatif dan praktis. Dengan demikian, sekolah ini berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan penuh empati, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar.

Kunjungan Mr. Natsu ke SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta pun menjadi bukti nyata bahwa sedekah sampah bukan hanya sebuah program lokal yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat, tetapi juga memiliki potensi untuk menjadi model yang bisa diterapkan di negara lain. Dengan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, kita bisa bersama-sama mewujudkan dunia yang lebih baik melalui kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.



Tags:

Prev Post

Mentari dan Tiga Kompetensi Instruktur

Next Post

7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat: Internalisasi Nilai-Nilai Islam Dalam Kehidupan Sehari-Hari

BACK TO TOP