06/02/2025 574

Sinergi Sekolah Muhammadiyah untuk Maju Bersama

author photo
By Esti Priyantini

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta

Salatiga, 5 Februari 2025 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pengelolaan sekolah, Badan Kerjasama Sekolah (BKS) Muhammadiyah Kota Yogyakarta beserta jajaran wakil kepala sekolah mengadakan studi tiru di SMP Muhammadiyah Plus Salatiga. Rombongan dipimpin oleh Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Yogyakarta, Bapak Ishafit, M.Si, dan diterima langsung oleh Kepala SMP Muhammadiyah Plus Salatiga, Bapak Sutomo, M.Ag.

Dalam sambutannya, Bapak Ishafit menekankan pentingnya semangat belajar dan keterbukaan terhadap inovasi. "Meskipun sekolah-sekolah Muhammadiyah di Yogyakarta telah menjadi inspirasi bagi banyak sekolah lain, kita harus tetap membuka diri untuk terus belajar. Melihat kelebihan sekolah lain dapat menjadi sumber inspirasi baru yang bisa diterapkan di sekolah kita," ujarnya.

Senada dengan itu, Bapak Sutomo menyampaikan kebanggaannya atas kunjungan ini. Ia mengingat kembali pengalamannya ketika dahulu datang ke Yogyakarta untuk menimba ilmu demi mengembangkan sekolahnya. Kini, SMP Muhammadiyah Plus Salatiga telah berkembang pesat, baik dari segi prestasi maupun jumlah siswa. Dari yang awalnya hanya 70 siswa pada tahun 2017, kini telah mencapai 410 siswa.

Bapak Supriyadi, Ketua BKS Kota Yogyakarta, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pihak SMP Muhammadiyah Plus Salatiga. Ia berharap kolaborasi ini semakin memperkuat sinergi antar-sekolah Muhammadiyah untuk maju bersama.

Kunci Keberhasilan Sekolah

Dalam sesi diskusi, Bapak Sutomo membagikan strategi sukses sekolahnya. Menurutnya, kunci utama adalah keyakinan bahwa setiap siswa memiliki potensi yang dapat dikembangkan. "Sekolah harus mampu menemukan dan mengelola potensi siswa hingga mereka mencapai prestasi. Ini harus dilakukan dengan serius dan berkelanjutan," jelasnya.

Selain itu, sekolah juga menjalin sinergi dengan orang tua siswa agar dukungan terhadap perkembangan anak bisa lebih maksimal. Banyak siswa yang sebelumnya mengalami kesulitan belajar atau kurang mendapatkan perhatian di sekolah asalnya, justru berhasil meraih prestasi gemilang setelah bergabung dengan SMP Muhammadiyah Plus Salatiga. 

Sekolah ini juga dikenal dengan pendidikan karakter yang ketat, termasuk dalam hal kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu aturan unik yang diterapkan adalah denda yang begitu besar bagi siswa yang membuang sampah sembarangan, yang langsung dibebankan kepada orang tua siswa. Kebijakan ini bertujuan untuk menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Dengan berbagai inovasi yang diterapkan, SMP Muhammadiyah Plus Salatiga kini menjadi contoh sukses dalam pengelolaan sekolah Muhammadiyah. Sinergi yang terus dibangun antara sekolah-sekolah Muhammadiyah di berbagai daerah diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang semakin berkualitas dan berdaya saing.

Prev Post

40 Hari Aktualisasi Diri Menuju 7 Kebiasaan Hebat Anak Indonesia

Next Post

Hai Maslow, Kenapa Bertuhan Tidak Masuk Kebutuhan Manusia?

BACK TO TOP