22/02/2025 913

KEBERADAAN SOFT SKILL TERANCAM PUNAH AKIBAT AI

author photo
By Redaksi PUNDI

Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta

Sabtu (2/2/2025)- Di tengah kemajuan pesat kecerdasan buatan (AI), keberadaan soft skill di kalangan tenaga kerja terancam punah. Meskipun AI menawarkan efisiensi dan otomatisasi dalam berbagai tugas, ada kekhawatiran bahwa keterampilan interpersonal dan intrapersonal yang penting akan terabaikan.

Dampak Positif dan Negatif AI

AI berpotensi meningkatkan keterampilan teknis melalui pelatihan berbasis teknologi, tetapi dampaknya terhadap soft skill menjadi perhatian. Keterampilan seperti komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah yang biasanya diperoleh melalui interaksi manusia kini berisiko hilang. "Ketergantungan pada AI dapat mengurangi dorongan manusia untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan interpersonal," ungkap Dr. Andi Prabowo, seorang ahli pendidikan dari Universitas Indonesia.

Keterampilan yang Sulit Digantikan

Meskipun AI dapat mengotomatisasi banyak tugas rutin, keterampilan yang sulit digantikan oleh mesin tetap penting. Kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, dan adaptabilitas menjadi semakin relevan di era digital ini. "Pekerja perlu mengasah soft skill untuk tetap relevan di pasar kerja," tambah Dr. Prabowo.

Tantangan di Dunia Kerja

Generasi Z yang memasuki dunia kerja harus menghadapi tantangan ketidakpastian pekerjaan akibat otomatisasi. Banyak posisi yang sebelumnya membutuhkan interaksi manusia kini dapat dilakukan oleh AI, sehingga pekerja perlu menyesuaikan diri dengan perubahan ini. "Stres dan kecemasan terkait masa depan pekerjaan dapat meningkat jika kita tidak memperhatikan pengembangan soft skill," kata Dr. Prabowo.

Solusi untuk Mempertahankan Soft Skill

Pendidikan dan pelatihan berkelanjutan menjadi kunci dalam mempertahankan keberadaan soft skill. Institusi pendidikan diharapkan dapat mengintegrasikan pengembangan keterampilan interpersonal dalam kurikulum mereka. "Keseimbangan antara penggunaan AI dan pendekatan pembelajaran konvensional sangat penting," tegas Dr. Prabowo.

Dengan demikian, meskipun AI membawa banyak peluang baru, penting bagi individu untuk tidak melupakan nilai dari soft skill yang esensial dalam interaksi manusia dan kolaborasi di dunia kerja masa depan.

Prev Post

IRONI PENDIDIKAN TERBAIK: KESEHATAN MENTAL REMAJA FINLANDIA MENGKHAWATIRKAN

Next Post

Finlandia Memasukkan AI dalam Kurikulum Sekolah: Siapkan Generasi Melek Teknologi

BACK TO TOP