Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta
Yogyakarta – Upaya menjadikan seni ukir Jepara sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO semakin gencar dilakukan.
Berbagai langkah strategis telah diambil oleh Pemerintah Kabupaten Jepara, akademisi, dan para pengrajin untuk mendapatkan pengakuan internasional atas kekayaan seni ukir khas daerah ini.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, telah bertemu dengan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, guna meminta dukungan dalam proses pengajuan ke UNESCO.
Lestari menyatakan komitmennya untuk membantu memperjuangkan pengakuan ini di tingkat nasional dan internasional.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Jepara juga berupaya meningkatkan kesejahteraan para pengukir dengan memberikan BPJS Ketenagakerjaan gratis serta beasiswa pendidikan bagi anak-anak pengrajin ukir.
Langkah ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan regenerasi pengrajin ukir di masa depan.
Sebagai bagian dari syarat pengajuan ke UNESCO, Pemkab Jepara bersama akademisi sedang menyusun dokumen akademik dan historis yang menguatkan klaim bahwa seni ukir Jepara memiliki nilai budaya tinggi dan warisan sejarah yang panjang.
Menurut para peneliti, seni ukir Jepara telah berkembang sejak abad ke-16 dan memiliki teknik khas yang membedakannya dari ukiran daerah lain. Keunikan inilah yang menjadi dasar utama dalam upaya memperoleh pengakuan dunia.
Untuk meningkatkan daya saing dan pengakuan global, berbagai langkah promosi telah dilakukan, di antaranya:
Pertama, Festival dan pameran internasional yang menampilkan seni ukir Jepara di berbagai negara.
Kedua, Pemanfaatan platform digital dan e-commerce guna memperluas pasar ekspor produk ukiran ke mancanegara.
Melalui strategi ini, pemerintah berharap seni ukir Jepara dapat lebih dikenal di tingkat internasional dan meningkatkan nilai ekonomi bagi para pengrajin lokal.
Sebagai langkah perlindungan, seni ukir Jepara juga tengah didaftarkan sebagai kekayaan budaya takbenda Indonesia untuk mencegah klaim dari pihak lain. Upaya ini bertujuan memastikan bahwa keunikan seni ukir Jepara tetap menjadi warisan budaya asli bangsa.
Selain aspek promosi dan perlindungan, Pemkab Jepara juga berfokus pada pengembangan regulasi daerah yang mendukung keberlanjutan industri ukir, seperti:
Pertama, Kemudahan akses bahan baku kayu jati berkualitas bagi pengrajin.
Kedua, Subsidi alat kerja modern guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengerjaan ukiran.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan seni ukir Jepara segera mendapatkan pengakuan UNESCO, sekaligus memperkuat posisinya sebagai warisan budaya Indonesia yang mendunia.
Tags: Warisan Budaya Wisata Jepara Seni Ukir UNSCO
Copyright By@PUNDI - 2024
BACK TO TOP