30/04/2025 644

Mendikdasmen Tutup Konsolnas Dikdasmen 2025: Tegaskan Semangat "Superteam, Bukan Superman".

author photo
By Redaksi PUNDI

Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta

Depok, Jawa Barat – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti secara resmi menutup Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (Konsolnas Dikdasmen) 2025 pada Rabu (30/4) di Depok, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan dari seluruh Indonesia untuk merumuskan langkah strategis dalam membangun pendidikan yang bermutu dan inklusif.

Dalam pidato penutupannya, Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem pendidikan nasional. Ia menggarisbawahi bahwa kemajuan pendidikan tidak bisa bergantung pada satu tokoh atau individu saja, melainkan harus dibangun bersama melalui semangat gotong royong dan kerja tim yang solid.

Tantangan pendidikan masa kini dan masa depan hanya bisa dihadapi oleh superteam, bukan superman. Kita butuh kepemimpinan kolektif, jaringan yang kuat, dan keberanian mengambil risiko demi anak-anak bangsa”, ujar Abdul Mu’ti.

Konsolnas Dikdasmen 2025 juga menyoroti delapan isu strategis yang dibahas dalam sidang komisi, di antaranya wajib belajar 13 tahun, pemerataan akses dan kualitas pendidikan, pelestarian bahasa daerah, serta kesiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Dalam hal ini, Abdul Mu’ti menyebut SPMB sebagai “ujian pertama” untuk memastikan bahwa tak ada anak Indonesia yang kehilangan hak pendidikannya akibat sistem yang tidak adil.

Selain isu-isu kebijakan, Konsolnas juga memperkuat nilai-nilai budaya pendidikan yang ramah, adaptif, dan menyenangkan. Kegiatan seperti Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) diluncurkan sebagai simbol pendekatan pendidikan yang membahagiakan dan membangun karakter anak secara menyeluruh.

Pendidikan bukan hanya soal kurikulum dan regulasi, tetapi juga soal membangun budaya belajar yang akuntabel dan inklusif. Semua elemen bangsa, dari pusat hingga masyarakat, harus menjadi bagian dari perubahan ini”, tegas Abdul Mu’ti.

Kegiatan ini menghasilkan sejumlah rekomendasi dari kepala dinas pendidikan se-Indonesia sebagai landasan arah kebijakan pendidikan dasar dan menengah ke depan.

Penutupan Konsolnas Dikdasmen 2025 menjadi penegasan bahwa transformasi pendidikan nasional membutuhkan kolaborasi menyeluruh dan berkelanjutan. Dengan mengusung semangat “superteam”, seluruh elemen pendidikan diharapkan terus menjaga sinergi demi menciptakan masa depan yang adil dan cerdas bagi seluruh anak Indonesia.



Prev Post

Pelecehan Emosioal pada Anak

Next Post

Kemendikdasmen Luncurkan Superaplikasi Rumah Pendidikan; Satukan 950 Layanan Digital

BACK TO TOP