15/04/2025 791

Pelecehan Emosioal pada Anak

author photo
By Yeyen Febrilia

Anggota Dewan Redaksi PUNDI.

Pelecehan emosional terhadap anak oleh orang tua merupakan masalah yang signifikan dan kompleks yang dapat berdampak besar dan berkepanjangan pada perkembangan fisik maupun psikis anak. Pelecehan emosional melibatkan pola perilaku yang merugikan secara berulang oleh orang tua atau pengasuh, yang dapat mencakup tindakan yang merendahkan, manipulatif, atau mengabaikan. Hal ini seringkali sulit untuk dideteksi dan didefinisikan karena sifatnya yang halus dibandingkan dengan Pelecehan fisik atau seksual. Pelecehan emosional dapat terjadi secara terpisah atau bersamaan dengan bentuk-bentuk penganiayaan lainnya.

Bentuk Pelecehan emosional anatara lain adalah:

  1. Menolak, hal ini ditandai dengan Orang tua mungkin menolak atau mengabaikan kebutuhan dan kehadiran anak dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Mengabaikan dengan tindakan kurangnya perhatian dan dukungan emosional untuk anak dalam berbagai aktivitas yang dilakukan sehari-hari.
  3. Meneror dengan melakukan Intimidasi dan ancaman yang menciptakan iklim ketakutan bagi anak bahkan menimbulkan trauma yang berkepanjangan. 4) Merendahkan dengan Meremehkan dan mempermalukan anak baik secara tertutup maupun terbuka di depan kalangan umum. Dan Perilaku manipulatif dengan Tindakan pengendalian dan pemaksaan yang melemahkan otonomi anak.

Faktor Risiko dari Pelecehan emosional ini disebabkan oleh beberapa hal yang utama adalah Faktor Orang Tua yang mungkin mengalami gangguan seperti Penyakit kronis, masalah kesehatan mental, dan gaya pengasuhan otoriter merupakan faktor risiko yang signifikan. Selain itu, kondisi sosial ekonomi juga jadi salah satu factor. Hal ini bisa jadi diakibatkan tekanan keuangan dan lingkungan keluarga yang tidak stabill yang dilimpahkan pada anak sehingga memberikan kontribusi terhadap kekerasaan emosional anak. Kekerasaan emosional dalam beberapa penelitian juga menyatakan tidak sepenuh disebabkan oleh orang tua atau pengasuh tetapi bisa juga karena factor Karakteristik Anak. Kasus ini bisa saja terjadi jika anak yang ciri-ciri atau perilaku tertentu pada anak juga dapat meningkatkan kerentanan menerima Pelecehan emosional dari orang lain

Pelecehan emosional ini tidak bisa dibiarkan dan bukana hal yang remeh. Akbiat yang ditimbulkan akan memberikan pengaruh negative bagi perkembangan anak. Akibat dari Pelecehan emosional akan membuat Kesehatan Mental anak akan terganggu seperti depresi, kecemasan, dan psikopatologi lainnya. Selain itu Gangguan Kognitif dan Sosial pada anak yang mana anak kesulitan dalam pembelajaran, membangun hubungan, dan interaksi sosial baik dengan keluarga maupun orang sekitarnya. Akibat yang lebih fatal adalah Masalah Perilaku pada anak yang berubah menjadi negative dan meningkatnya risiko perilaku eksternalisasi, seperti agresi dan kenakalan.

Akibat dari Pelecehan emosional ini mengharuskan kita untuk lebih bisa peka dalam mendeteksi penyebab dari kekerasaan emosional dengan Seringkali bergantung pada pengamatan interaksi orangtua-anak yang merugikan dan mengenali pola ketidaktersediaan emosional dan respons yang tidak pantas dari orangtua maupun orang lain. Selain itu bisa juga dilakukan pencegahan dengan lebih menekankan peran orang tua yang tersosialisasi dengan baik, profesional kesehatan, dan lingkungan sekolah yang mendukung. Selanjutnya memberikan intervensi dengan fokus pada peningkatan regulasi emosi, kognisi sosial, dan harga diri pada anak-anak yang terkena dampak Pelecehan emosional. Hal ini juga harus bisa melibatkan segala elemen baik Sekolah maupun Masyarakat agar Iklim sekolah yang mendukung dan kohesi masyarakat dapat meredam dampak negatif dari Pelecehan emosional. Serta memberikan Langkah edukatif pendidikan dan pelatihan secara dini bagi orangtua maupun anak-anak dlam untuk mengidentifikasi dan menangani Pelecehan emosional secara efektif. 

Pelecehan emosional oleh orang tua merupakan masalah yang meluas dengan implikasi serius bagi perkembangan mental, emosional, dan sosial anak. Strategi deteksi, pencegahan, dan intervensi yang efektif sangat penting untuk mengurangi dampaknya dan mendukung kesejahteraan anak-anak yang terkena dampak.


Prev Post

PWM DIY Terima Wakaf Tanah dan Rumah, Diresmikan sebagai Rumah Literasi “RALINA” PWNA DIY

Next Post

Mendikdasmen Tutup Konsolnas Dikdasmen 2025: Tegaskan Semangat "Superteam, Bukan Superman".

BACK TO TOP