Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta
Surakarta, 16 April 2025 – Dalam rangka meningkatkan keterampilan sosial dan emosional peserta didik, sebanyak sembilan mahasiswa dari Program Profesi Guru (PPG) Bimbingan dan Konseling Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melaksanakan kegiatan simulasi permainan edukatif “Ular Tangga” di SMK Negeri 3 Surakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2024 yang dilaksanakan secara langsung di sekolah, tepatnya bersama peserta didik kelas X Desain Komunikasi Visual (DKV) 2. Bertempat di aula sekolah, acara berlangsung dengan penuh antusiasme dan semangat dari seluruh peserta.
Kegiatan ini dikemas dalam sebuah program yang diberi nama PESONA (Pengembangan Sosial-Emosional dengan Ular Tangga). Nama ini tidak hanya menggambarkan keunikan kegiatan, tetapi juga menggambarkan semangat untuk mengembangkan potensi peserta didik dalam aspek sosial dan emosional melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan. Para mahasiswa merancang program ini sebagai inovasi dalam layanan bimbingan dan konseling, yang menekankan pada pentingnya pembelajaran kontekstual dan interaktif.
Melalui permainan ular tangga yang telah dimodifikasi secara khusus, peserta didik diajak untuk belajar sekaligus bermain. Setiap kotak dalam papan permainan tidak hanya berisi angka, tetapi juga tantangan, pertanyaan, dan situasi yang dirancang untuk melatih keterampilan sosial-emosional. Misalnya, ketika peserta didik mendarat di kotak tertentu, mereka diminta untuk menyebutkan cara yang sehat untuk mengungkapkan kemarahan, atau diminta mendiskusikan bagaimana cara menyelesaikan konflik dengan teman tanpa kekerasan. Ada pula skenario yang meminta mereka menunjukkan empati terhadap situasi yang dihadapi orang lain.
Pendekatan ini terbukti efektif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna. Peserta didik tampak aktif terlibat dalam setiap sesi permainan, baik secara individu maupun kelompok. Para mahasiswa PPG yang memandu kegiatan juga menunjukkan keterampilan memfasilitasi yang baik, dengan membangun komunikasi yang positif, menciptakan ruang yang aman, serta mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan reflektif terhadap setiap pengalaman yang didapatkan selama permainan berlangsung.
Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk layanan bimbingan klasikal yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan menyentuh langsung kebutuhan peserta didik. “Kami ingin menunjukkan bahwa pembelajaran keterampilan sosial dan emosional tidak harus selalu dilakukan di ruang kelas dengan metode ceramah. Justru melalui media permainan yang interaktif, peserta didik dapat lebih mudah memahami dan menginternalisasi nilai-nilai penting dalam kehidupan mereka sehari-hari,” ujar salah satu mahasiswa PPG saat diwawancarai setelah kegiatan.
Guru BK yang mendampingi dalam kegiatan ini memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas dan inisiatif para mahasiswa PPG BK Unisri. Salah satu guru menyampaikan kegiatan seperti ini memiliki dampak positif terhadap semangat belajar peserta didik, mereka terlihat lebih terbuka, aktif berdiskusi, dan menunjukkan sikap saling menghargai selama kegiatan berlangsung. “Ini menjadi bukti bahwa pendekatan pembelajaran yang inovatif dapat membuat materi sosial-emosional lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik,” ujar guru pendamping dari SMK N 3 Surakarta.
Tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa PPG BK Unisri. Mereka mendapat kesempatan untuk merancang, mengimplementasikan, dan merefleksikan sebuah kegiatan pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini juga memperkaya wawasan dalam memahami dinamika kelas, kebutuhan peserta didik, serta strategi pembelajaran yang adaptif dan kreatif.
Melalui kegiatan PESONA ini, diharapkan para peserta didik tidak hanya mendapatkan hiburan semata, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan penting seperti pengelolaan emosi, kemampuan menjalin relasi yang sehat, empati terhadap sesama, serta pengambilan keputusan yang bijaksana. Nilai-nilai ini sangat penting dalam membentuk karakter positif dan mendukung keberhasilan mereka, baik di lingkungan sekolah maupun di kehidupan sosial yang lebih luas.
Sebagai bagian dari program pendidikan profesi guru, kegiatan ini menegaskan pentingnya peran guru BK sebagai fasilitator perkembangan peserta didik secara holistik. Dengan terus mengembangkan inovasi layanan seperti ini, diharapkan guru-guru masa depan mampu menciptakan ruang belajar yang tidak hanya mendidik secara akademik, tetapi juga memanusiakan dan memberdayakan peserta didik dalam arti yang sesungguhnya.
Copyright By@PUNDI - 2024
BACK TO TOP