01/06/2025 323

Langkah Serius Pemerintah Tingkatkan Mutu Sarana Pendidikan

author photo
By Redaksi PUNDI

Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta

Bogor — Pemerintah meluncurkan Program Revitalisasi Sekolah 2025 sebagai bagian dari upaya percepatan peningkatan mutu pendidikan nasional.

Presiden Prabowo Subianto secara langsung meresmikan program ini pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), yang digelar di SDN Cimahpar 5, Bogor, Jawa Barat.

Dalam pidatonya, Presiden menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi sekolah di Indonesia yang atapnya runtuh atau hanya memiliki satu kamar mandi.

Saya menetapkan anggaran yang cukup besar, hampir Rp17 triliun, untuk perbaikan sekolah-sekolah. Tapi ini pun baru bisa memperbaiki sekitar 11.000 sekolah dari 330.000 sekolah yang ada di Indonesia”, ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Target dan Anggaran Program

Program Revitalisasi Sekolah 2025 menargetkan perbaikan terhadap 10.441 sekolah, terdiri atas 78 persen sekolah negeri dan 22 persen sekolah swasta.

Fokus perbaikannya mencakup pembangunan toilet, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, serta fasilitas penunjang seperti ruang kelas pintar (smart classroom).

Anggaran yang dialokasikan berkisar antara Rp16,9 triliun hingga Rp17,1 triliun, dan bersumber dari pemindahan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Anggaran ini merupakan bagian dari total anggaran pendidikan nasional yang mencapai Rp724,3 triliun atau 20 persen dari APBN 2025.

Pelaksanaan program dijadwalkan mulai Juni 2025, dengan prioritas diberikan kepada sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat, terutama di wilayah-wilayah terpencil dan daerah dengan infrastruktur pendidikan yang belum memadai.

Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah

Presiden juga menggarisbawahi peran penting pemerintah daerah dalam menyukseskan program ini. Ia menyebutkan bahwa meski anggaran pusat besar, pengawasan dan pelaksanaan di lapangan sangat bergantung pada kepala daerah.

Saya ingatkan tanggung jawab dari pemda, wali kota, bupati, gubernur bersama-sama. Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat”, ujar Presiden Prabowo.

Program ini diharapkan menjadi bentuk nyata dari semangat gotong royong dalam pendidikan, di mana kolaborasi antara pusat dan daerah dapat mempercepat pemenuhan standar layanan pendidikan dasar yang layak bagi semua anak Indonesia.

Cerminan Kepedulian terhadap Sekolah

Banyak pihak menyambut baik program ini sebagai langkah konkret menjawab permasalahan klasik infrastruktur pendidikan, yang selama ini menjadi keluhan di berbagai wilayah.

Data menunjukkan bahwa hingga kini masih terdapat ribuan sekolah dalam kondisi rusak berat, termasuk yang tidak memiliki toilet, bangunan yang nyaris ambruk, atau tidak dilengkapi perpustakaan.

Di beberapa daerah, seperti Kabupaten Bogor, program ini telah menyentuh sekolah-sekolah prioritas. Salah satu contohnya adalah SDN Leuwibatu 02-03, yang akan direvitalisasi menjadi gedung dua lantai dengan fasilitas digital.

Revitalisasi ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan cermin dari kepedulian negara terhadap ruang-ruang belajar anak bangsa.

Fasilitas pendidikan yang layak menjadi syarat mutlak agar proses belajar mengajar berjalan optimal dan bermartabat.

Tanggung Jawab dan Harapan Bersama

Dengan target perbaikan sekitar 11.000 sekolah per tahun, tantangan ke depan masih besar. Jika perbaikan berlangsung dengan kecepatan tersebut, dibutuhkan waktu hingga tiga dekade untuk menjangkau seluruh sekolah yang ada.

Namun demikian, langkah ini dinilai sebagai permulaan yang penting. Pemerintah pusat telah membuka jalan, dan tanggung jawab kini berada di tangan semua pihak: dari kementerian hingga kepala daerah, dari pengawas sekolah hingga masyarakat.

Refleksi Hardiknas tahun ini pun terasa berbeda. Dalam suasana yang sederhana namun penuh makna, peluncuran program revitalisasi ini menjadi isyarat bahwa negara hadir di ruang kelas, di antara anak-anak yang menatap masa depan lewat papan tulis dan meja belajar mereka.



Prev Post

Perkuat Literasi Digital Guru, Indonesia Jalin Kerja Sama Strategis dengan Kundalik dari Rusia

Next Post

Kejagung Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Rp 9,9 Triliun di Kemendikbudristek

BACK TO TOP