13/06/2025 265

Penjurusan Jadi Jembatan Karir dan Pendidikan Tinggi, Pakar: Siswa Lebih Siap Hadapi Masa Depan

author photo
By Redaksi PUNDI

Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta

YOGYAKARTA – Sistem penjurusan di tingkat SMA kembali diwacanakan sebagai solusi penting untuk menyiapkan siswa menghadapi dunia pendidikan tinggi dan karir. Hal ini mengemuka dalam Dialog Jogja Pagi Ini bertema “Urgensi Penjurusan di SMU Diberlakukan Kembali” yang diselenggarakan di RRI Pro 1 Yogyakarta, Jumat (13/6).

Prof. Dr. Mami Hajaroh, M.Pd., Guru Besar Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi UNY dan Tim Penasehat Ahli Mendikdasmen, menegaskan penjurusan berperan sebagai jembatan antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi. “Anak-anak dipersiapkan untuk menempuh program studi di perguruan tinggi yang sudah memiliki jurusan spesifik. Penjurusan membantu siswa mengenali minat, bakat, dan kompetensi sejak dini, sehingga mereka lebih siap memilih dan menekuni bidang keilmuan atau karir di masa depan”, ujarnya.

Menurut Prof. Mami, tanpa penjurusan, siswa cenderung memilih pelajaran secara acak tanpa arah yang jelas, sehingga berpotensi mengalami kesulitan saat memasuki program studi yang menuntut prasyarat ilmu tertentu. “Di usia 15 tahun, siswa seharusnya sudah mulai mengenali siapa dirinya, kompetensi yang dimiliki, dan bidang apa yang diminati. Penjurusan membimbing mereka agar lebih terarah dalam memilih pendidikan lanjutan dan karir”, tambahnya.

Dr. Farid Setiawan, S.Pd., M.Pd.I., Direktur Yayasan PUNDI dan Dosen PAI Universitas Ahmad Dahlan, menilai penjurusan juga memudahkan perguruan tinggi dalam menyeleksi bibit unggul sesuai bidang keilmuan. “Dengan penjurusan, siswa diarahkan sejak awal sesuai keilmuan masing-masing. Ini menyelamatkan anak-anak untuk berkarir di masa depan, karena pilihan jurusan sudah sesuai dengan minat dan kompetensi mereka”, jelasnya.

Kedua narasumber sepakat, penjurusan bukan hanya soal efisiensi di sekolah, tetapi juga strategi penting untuk memastikan lulusan SMA siap bersaing di pendidikan tinggi dan dunia kerja. “Penjurusan menyelaraskan kompetensi siswa dengan kebutuhan perguruan tinggi dan karir, sehingga mereka tidak lagi memilih jurusan hanya karena ikut-ikutan atau dorongan eksternal”, pungkas Dr. Farid.

Dialog ini menegaskan pentingnya penjurusan sebagai jembatan strategis bagi siswa untuk meraih masa depan yang lebih terarah dan sesuai dengan potensi diri.

Prev Post

Pemerintah Kembalikan Sistem Penjurusan di SMA Mulai Tahun Ajaran 2025/2026

Next Post

Pentingnya Komunikasi Kebijakan Penjurusan, Pakar: Masyarakat Perlu Pemahaman yang Jelas

BACK TO TOP