04/11/2025 713

KPAI Sesalkan Video Viral Siswa Tidur dan Main HP saat Guru Mengajar

author photo
By Redaksi PUNDI

Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta

Yogyakarta, 4 November 2025 — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan beredarnya video viral yang menampilkan suasana kelas di mana sejumlah siswa tampak tidur, bermain ponsel, dan mengobrol saat guru sedang mengajar. Video berdurasi singkat itu pertama kali ramai ditonton setelah diunggah oleh akun TikTok @kelas_5a089, dan kini telah menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Dalam video tersebut, sang guru tetap mengajar dengan tenang meski kondisi kelas tampak tidak kondusif. Banyak warganet menyampaikan simpati dan empati terhadap kesabaran guru, namun ada pula yang mengkritik perilaku siswa yang dianggap mencerminkan menurunnya rasa hormat dan disiplin di sekolah.

Jangan Sebarkan Video, Lindungi Martabat Anak dan Sekolah

KPAI menegaskan bahwa penyebaran video yang menampilkan identitas siswa dan sekolah secara jelas berpotensi menimbulkan stigma negatif bagi semua pihak yang terlibat. “Kami menghimbau masyarakat untuk tidak lagi menyebarkan video tersebut karena bisa memperburuk kondisi psikologis anak dan merugikan pihak sekolah”, kata Retno Listyarti.

Retno menambahkan bahwa perilaku siswa dalam video itu memang menunjukkan ketidaksantunan terhadap guru dan tidak dapat dibenarkan, bahkan bila dianggap guyonan semata. “Sekolah seharusnya menjadi ruang pembelajaran etika dan penghormatan terhadap pendidik, bukan tempat untuk membuat konten viral”, ujarnya.

Langkah Sekolah dan Pembinaan Siswa

Menurut KPAI, pihak sekolah telah mengambil langkah cepat dengan memanggil siswa yang terlibat dan orang tua mereka, memberikan pembinaan, serta meminta siswa menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan serupa. Sekolah juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk memastikan proses pendampingan berjalan baik dan tidak menimbulkan trauma psikologis bagi siswa maupun guru.

KPAI akan terus memantau kasus ini dan mengingatkan semua pihak agar mengutamakan pendekatan edukatif dan dialogis, bukan hukuman yang mempermalukan anak di ruang publik.

Fenomena Burnout dan Krisis Relasi di Kelas

Sejumlah pengamat pendidikan menilai video tersebut sebagai gejala krisis motivasi dan relasi antara siswa dan guru. Siswa yang tampak acuh dinilai bisa jadi sedang mengalami kelelahan fisik dan mental (burnout) akibat tekanan akademik dan budaya digital yang menjauhkan mereka dari makna belajar.

Pakar literasi digital juga mengingatkan bahwa viralitas tidak selalu identik dengan kebenaran konteks. Publik diminta lebih bijak agar empati terhadap guru tidak berubah menjadi stigma bagi siswa atau sekolah.

Momentum Refleksi di Bulan Guru Nasional

Peristiwa ini mencuat bertepatan dengan Bulan Guru Nasional yang diperingati setiap November, menjelang Hari Guru Nasional pada 25 November 2025. Di tengah berbagai bentuk apresiasi simbolik terhadap guru, video ini menjadi pengingat nyata bahwa martabat guru dan kualitas pembelajaran tidak dapat dijaga tanpa dukungan moral, sosial, dan kebijakan yang berpihak pada kemanusiaan di ruang kelas.

Prev Post

Peningkatan Profesionalisme Guru Jadi Fokus Utama Bulan Guru Nasional 2025

Next Post

Dosen BK UNESA Kampus 5 adakan PKM konseling modern dan postmodern bagi Guru BK SMA se-Magetan

BACK TO TOP