06/11/2025 94

Kuliah Umum Prodi Bimbingan dan Konseling UNESA Kampus 5 Magetan: “Komunikasi Terapeutik untuk Gener

author photo
By Redaksi PUNDI

Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta

Pada hari Rabu, 5 November 2025, Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Surabaya Kampus 5 Magetan menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Komunikasi Terapeutik untuk Generasi Alpha”. Kegiatan ini berlangsung di ruang Smart Class MG1.01.07 mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB dan diikuti oleh seluruh mahasiswa prodi bimbingan dan konseling PSDKU UNESA.

Narasumber pada kegiatan ini Dr. Bambang Dibyo Wiyono, M.Pd., dosen Bimbingan dan Konseling UNESA sekaligus Sekretaris Badan Penjaminan Mutu UNESA. Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa bimbingan dan konseling tentang pentingnya komunikasi terapeutik dalam menghadapi tantangan psikologis generasi Alpha di era digital. 

Kuliah umum ini juga menjadi sarana pengembangan profesional calon konselor agar mampu menciptakan hubungan konseling yang empatik, autentik, dan bermakna. Dalam penyampaiannya, narasumber menjelaskan bahwa komunikasi terapeutik bukan sekadar berbicara, melainkan menciptakan ruang yang menyembuhkan melalui empati dan kehadiran autentik. Generasi Alpha yang lahir antara tahun 2010 –2024. Oleh karena itu, konselor masa kini perlu menyesuaikan pendekatan komunikasi dengan karakteristik generasi digital ini, termasuk melalui media daring.

Narasumber juga menekankan prinsip komunikasi terapeutik yang mencakup empati, rasa aman, kolaborasi, keterhubungan digital, serta nilai spiritual. Dalam praktiknya, strategi seperti empathetic presence, bahasa memulihkan, dan micro-validation dapat membantu konselor membangun hubungan yang suportif dengan konseli.

Sesi diskusi berlangsung aktif dengan tujuh peserta yang mengajukan pertanyaan seputar relevansi komunikasi terapeutik di era digital, tantangan konseling daring, hingga peran kecerdasan buatan (AI) dalam dunia konseling. Narasumber menegaskan bahwa meskipun teknologi dapat membantu, aspek empati dan keaslian manusia tidak dapat digantikan oleh AI.

Kegiatan ini juga disertai dengan praktik langsung komunikasi terapeutik antara dua peserta untuk melatih empati dan keterampilan mendengarkan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai komunikasi terapeutik dan mengaplikasikannya dalam dunia konseling nyata.

Secara keseluruhan, kuliah umum ini berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Melalui kegiatan ini, Program Studi Bimbingan dan Konseling UNESA berupaya menumbuhkan calon konselor yang tidak hanya cakap secara profesional, tetapi juga memiliki kepekaan emosional dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.



Prev Post

HINDARI JADI KORBAN HOAKS! TIM PKM UNESA KAMPUS 5 AJARKAN PEMUDA DESA BELAJAR CERDAS MEMBEDAH INFORM

Next Post

Realitas di Balik Slogan Guru Hebat

BACK TO TOP