09/07/2026 5

Pemerintah Percepat Revitalisasi Sekolah, Targetkan 71.744 Satuan Pendidikan pada 2026

author photo
By Redaksi PUNDI

Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat pelaksanaan Program Revitalisasi Sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional. Hingga semester I tahun 2026, program tersebut telah menjangkau 17.188 satuan pendidikan, sementara target keseluruhan pada tahun ini mencapai 71.744 satuan pendidikan.

Program revitalisasi difokuskan pada rehabilitasi dan pembangunan berbagai fasilitas pendidikan, meliputi ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, ruang komputer, sanitasi, serta sarana penunjang lainnya. Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, layak, dan merata bagi seluruh peserta didik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa prioritas revitalisasi diberikan kepada sekolah yang mengalami kerusakan berat, sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah yang terdampak bencana. Menurutnya, penentuan sasaran dilakukan berdasarkan data agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan.

Pada tahap pelaksanaan sebelumnya, pemerintah telah merevitalisasi lebih dari 16 ribu satuan pendidikan dengan dukungan anggaran sebesar Rp16,9 triliun. Pada tahun 2026, pemerintah kembali melanjutkan program tersebut melalui alokasi anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan nasional dan perluasan jumlah sekolah penerima manfaat.

Pemerintah optimistis percepatan revitalisasi tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran di seluruh Indonesia.

Prev Post

Jebakan Miskin Berkedok ASN Paruh Waktu

Next Post

DPR Soroti Ketepatan Sasaran Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2026

BACK TO TOP