Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta
JAKARTA — Perbaikan kualitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kurikulum, kompetensi guru, maupun metode pembelajaran. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah keberadaan infrastruktur sekolah yang layak sebagai ruang tumbuh dan berkembangnya peserta didik.
Kondisi ruang kelas, fasilitas sanitasi, perpustakaan, hingga sarana pendukung pembelajaran menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Karena itu, pembangunan dan renovasi sekolah menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan seluruh sekolah di Indonesia selesai direnovasi secara bertahap hingga 2029. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki infrastruktur pendidikan yang masih membutuhkan pembenahan di berbagai wilayah.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menargetkan renovasi dilakukan secara bertahap. Sebanyak 77 ribu sekolah ditargetkan selesai direnovasi pada tahun berjalan, kemudian dilanjutkan dengan 100 ribu sekolah pada tahun berikutnya dan 100 ribu sekolah pada 2028.
“Tahun ini kita akan selesai 77 ribu sekolah renovasi. Tahun depan target kita 100 ribu, tahun 2028 100 ribu. Kita berharap di 2029 seluruh sekolah Indonesia sudah direnovasi,” kata Prabowo.
Bagi pemerintah, renovasi sekolah bukan hanya persoalan memperbaiki bangunan fisik, tetapi bagian dari upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik. Sekolah yang memiliki fasilitas memadai diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan meningkatkan kenyamanan peserta didik.
Selama ini, persoalan infrastruktur pendidikan masih menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan kualitas pendidikan. Tidak semua sekolah memiliki kondisi bangunan dan fasilitas yang sama, terutama di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Karena itu, program renovasi sekolah diarahkan untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia agar setiap peserta didik memiliki kesempatan belajar dalam lingkungan yang lebih layak.
Namun, keberhasilan program tersebut tidak hanya dapat diukur dari jumlah bangunan yang selesai diperbaiki. Lebih jauh, dampak renovasi harus terlihat dari peningkatan kualitas pembelajaran, meningkatnya kenyamanan siswa dan guru, serta terciptanya ruang pendidikan yang mampu mendukung perkembangan generasi masa depan.
Pada akhirnya, pembangunan sekolah bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun fondasi bagi masa depan pendidikan Indonesia.
Copyright By@PUNDI - 2024
BACK TO TOP