Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta
Sragen - Pemerintah terus mempercepat realisasi Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu strategi meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Setelah pembangunan tahap awal berjalan di berbagai daerah, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kini menyiapkan pembangunan sekitar 100 Sekolah Rakyat Tahap 3 yang dalam waktu dekat akan memasuki proses lelang.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan tahap ketiga merupakan bagian dari target jangka panjang pemerintah untuk menghadirkan sedikitnya satu Sekolah Rakyat di setiap kabupaten dan kota di Indonesia. Program tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas bagi anak-anak yang selama ini terkendala faktor ekonomi.
"Kementerian PU juga tengah menyiapkan pembangunan sekitar 100 Sekolah Rakyat Tahap 3 yang akan segera memasuki proses lelang," ujar Dody dalam keterangannya.
Menurut Dody, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo yang dirancang sebagai instrumen pengentasan kemiskinan melalui sektor pendidikan. Pemerintah meyakini bahwa peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Dalam konsep yang disusun pemerintah, Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang terdaftar dalam basis data pemerintah sebagai kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial. Melalui sistem pendidikan berasrama (boarding school), peserta didik memperoleh layanan pendidikan, tempat tinggal, konsumsi, hingga kebutuhan penunjang belajar yang sepenuhnya ditanggung negara.
Pemerintah berharap model pendidikan tersebut mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif sehingga peserta didik dapat berkembang secara akademik maupun karakter tanpa dibebani persoalan ekonomi keluarga.
Dalam jangka panjang, setiap Sekolah Rakyat dirancang memiliki kapasitas sekitar 2.000 hingga 3.000 siswa. Dengan kapasitas tersebut, pemerintah menargetkan semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu dapat mengakses pendidikan berkualitas sekaligus memperoleh kesempatan meningkatkan taraf hidup keluarganya.
Dody menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan sekadar membangun gedung sekolah, melainkan menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu menghasilkan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
"Sekolah Rakyat merupakan program utama untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan menyekolahkan adik-adik dari keluarga prasejahtera, mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarganya dari prasejahtera menjadi sejahtera, sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045," kata Dody.
Sebagai bagian dari implementasi program, Dody meninjau kesiapan Sekolah Rakyat Tahap 1 (SRT 1) di Kabupaten Sragen. Sekolah tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 59.000 meter persegi dengan konsep pendidikan terpadu berbasis asrama.
Berbagai fasilitas telah disediakan untuk menunjang aktivitas belajar siswa, mulai dari ruang kelas, asrama putra dan putri, ruang makan bersama, dapur, perpustakaan, rumah susun guru, masjid, kantin, fasilitas sanitasi, hingga sarana olahraga.
Menurut Dody, secara umum pembangunan telah selesai dan sekolah siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Meski demikian, masih terdapat beberapa pekerjaan penyempurnaan seperti perbaikan saluran kamar mandi, pemeriksaan talang air, dan penyelesaian sejumlah detail bangunan.
"Sebetulnya ini sudah selesai. Hanya perlu penyempurnaan pada beberapa bagian di asrama siswa. Namun sudah bisa difungsikan oleh siswa-siswi baru," ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Dody juga menyampaikan pesan kepada para siswa yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Ia meminta para peserta didik memanfaatkan kesempatan belajar yang diberikan pemerintah sebagai bekal membangun masa depan.
Ia menegaskan bahwa latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih prestasi selama siswa memiliki semangat belajar dan memanfaatkan seluruh fasilitas yang telah disediakan negara.
"Atas nama Pemerintah, atas nama Bapak Presiden Prabowo Subianto, saya berharap adik-adik betah di sini dan belajar dengan tekun. Gunakan seluruh fasilitas yang telah diberikan negara ini sebaik-baiknya. Jangan pernah merasa rendah diri, karena Sekolah Rakyat justru memberikan kesempatan kepada adik-adik untuk meraih kesuksesan di masa depan," ujar Dody.
Selain di Sragen, pembangunan Sekolah Rakyat juga berlangsung di puluhan daerah lainnya. Kementerian PU mencatat sekitar 93 lokasi sedang dalam tahap pembangunan.
Sebagian besar proyek telah memasuki tahap akhir. Hanya sekitar sembilan lokasi yang progres pembangunannya masih berada di bawah 90 persen. Keterlambatan tersebut terutama dipengaruhi tantangan distribusi material dan akses logistik di sejumlah wilayah yang sulit dijangkau.
Meski demikian, pemerintah optimistis seluruh pembangunan dapat segera diselesaikan sehingga seluruh fasilitas pendidikan dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di bidang pembangunan sumber daya manusia. Melalui penyediaan pendidikan berasrama yang dibiayai negara bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, pemerintah berharap dapat memperluas akses pendidikan, mengurangi kesenjangan sosial, sekaligus membentuk generasi muda yang memiliki daya saing tinggi sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Copyright By@PUNDI - 2024
BACK TO TOP