18/08/2026 16

Istana Minta Publik Pahami Utuh Pernyataan Prabowo soal Upah Pengupas Bawang

author photo
By Redaksi PUNDI

Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta

JAKARTA - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai upah buruh pengupas bawang sebesar Rp700.000 per kilogram terus menjadi perbincangan publik. Polemik tersebut berkembang setelah pernyataan Presiden beredar luas melalui potongan video di media sosial.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, meminta masyarakat tidak hanya berfokus pada satu atau dua kalimat dari pidato Presiden. Menurutnya, pernyataan tersebut perlu dipahami dalam konteks keseluruhan pidato dan gagasan yang hendak disampaikan Prabowo.

Kita pikirkan substansi dari pidato besar Presiden ya. Yang satu kalimat, dua kalimat digoreng itu saya rasa kita harus apa? Belajar untuk tidak terfokus. Itu algoritma juga itu,” ujar Hasan di Istana, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Hasan menilai perhatian publik terhadap potongan pernyataan dapat membuat gagasan utama dalam pidato Presiden justru terabaikan. Ia meminta masyarakat melihat pesan yang lebih luas daripada memperpanjang perdebatan mengenai satu pernyataan yang viral.

Satu kalimat, dua kalimat, tapi pikirkan substansi besar dan gagasan besar dari pidato presiden. Sebaiknya seperti itu,” imbuhnya.

Polemik mengenai nominal Rp700.000 per kilogram tersebut sebelumnya juga mendapat tanggapan dari masyarakat yang memiliki pengalaman dengan pekerjaan mengupas bawang.

Salah satunya Nurliah (50), pedagang sayur dan bumbu dapur di Pasar Pa'baeng-baeng, Makassar, Sulawesi Selatan. Nurliah mengaku pernah bekerja sebagai buruh pengupas bawang.

Berdasarkan pengalamannya, Nurliah pernah memperoleh bayaran Rp100.000 untuk mengupas 25 kilogram bawang. Jika dihitung berdasarkan jumlah tersebut, upahnya setara dengan Rp2.500 per kilogram.

Waktu saya dulu makkupas, Rp100.000 untuk 25 kilogram. Jadi kalau satu kilogram berarti Rp2.500,” kata Nurliah.

Karena itu, ketika mendengar angka Rp700.000 per kilogram, Nurliah mengaku tertarik dan bahkan bersedia mengambil pekerjaan tersebut apabila memang tersedia dengan bayaran sebesar itu.

Di mana? Kalau ada, saya juga mau,” ujarnya.

Perbedaan pengalaman tersebut kemudian ikut memperluas perbincangan mengenai pernyataan Prabowo. Publik tidak hanya mempertanyakan nominal yang disebutkan, tetapi juga mencoba membandingkannya dengan kondisi pekerja pengupas bawang di lapangan.

Di tengah polemik tersebut, Istana memilih menekankan pentingnya memahami pidato Presiden secara menyeluruh. Hasan Nasbi menilai potongan video maupun pernyataan pendek yang beredar di media sosial dapat mengarahkan perhatian publik hanya pada bagian tertentu dari sebuah pesan.

Menurut Hasan, masyarakat perlu melihat konteks sebelum menarik kesimpulan dari pernyataan yang telah dipotong dan disebarluaskan di berbagai platform digital.

Dengan demikian, polemik upah pengupas bawang Rp700.000 per kilogram tidak hanya berkembang sebagai perdebatan mengenai angka, tetapi juga mengenai bagaimana pernyataan pejabat publik dipahami dan dikonsumsi masyarakat di tengah cepatnya peredaran informasi di media sosial. Istana meminta publik melihat keseluruhan gagasan dalam pidato Prabowo, sementara pengalaman pekerja di lapangan menunjukkan adanya perbedaan angka upah yang patut dipahami berdasarkan konteks pekerjaan dan sistem pembayarannya.

Prev Post

Prabowo Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Istana Negara

Next Post

Di Balik Aksi #MerebutKemerdekaan, Apa yang Sebenarnya Diperjuangkan Mahasiswa?

BACK TO TOP