09/09/2026 12

Antrean Orang Tua Mengular di Bimbel Exist Jalan Gayam, Potret Perburuan Sekolah Favorit di Yogyakar

author photo
By Redaksi PUNDI

Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta

Puluhan orang tua siswa memadati dan mengantre panjang di depan kantor Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) Exist yang berlokasi di Jalan Gayam, Kota Yogyakarta, sejak dini hari. Antrean yang membludak dan sempat viral di berbagai platform media sosial ini terjadi demi memperebutkan kuota terbatas pendaftaran kelas intensif, guna mempersiapkan anak-anak mereka menghadapi seleksi masuk ke sekolah-sekolah favorit tingkat SMP maupun SMA di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketatnya persaingan penerimaan siswa baru setiap tahun memicu kekhawatiran tersendiri di kalangan wali murid. Pihak pengelola Bimbel Exist diketahui menerapkan pembatasan jumlah kuota siswa secara ketat demi menjaga rasio kelas dan kualitas pengajaran. Kondisi ini memaksa para orang tua untuk mendatangi lokasi pendaftaran jauh sebelum jam operasional dibuka agar tidak kehabisan tempat, sekaligus mengamankan fasilitas pendampingan belajar tambahan bagi anak mereka.

Mengutip laporan dari sejumlah portal media daring kawasan Yogyakarta, beberapa orang tua bahkan mengaku rela mengambil cuti kerja dan bersiaga di kawasan Jalan Gayam tersebut sejak pukul 04.00 WIB demi mendapatkan nomor antrean awal. Menyikapi fenomena ini, Pengamat Pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam wawancaranya dengan media lokal menyoroti bahwa antrean kuota di lembaga bimbel terkemuka merupakan ekses dari sistem seleksi masuk sekolah yang dinilai semakin kompetitif. "Banyak orang tua merasa pendampingan mandiri atau sekolah reguler belum cukup memberikan kepastian lolos seleksi, sehingga lembaga bimbel dianggap sebagai jaring pengaman atau asuransi pendidikan bagi anak-anak mereka," jelas pengamat tersebut seperti dikutip dari laman pemberitaan lokal.

Laporan media juga mencatat bahwa tingginya biaya pendaftaran kelas intensif tidak menyurutkan animo para pendaftar. Anggaran hingga jutaan rupiah rela digelontorkan oleh keluarga demi mendapatkan akses materi ujian, try out simulasi seleksi, serta pengajaran dari tenaga tutor yang dianggap memiliki rekam jejak panjang dalam meloloskan siswanya ke sekolah-sekolah negeri unggulan di Kota Yogyakarta.

Lebih jauh, fenomena antrean subuh di Bimbel Exist ini memotret secara gamblang dinamika sosial yang telah lama mengakar di Yogyakarta. Di wilayah yang dijuluki Kota Pelajar ini, indikator keberhasilan dan ajang unjuk gengsi sebuah keluarga kerap kali tidak diukur dari kepemilikan kendaraan mewah atau simbol materi lainnya, melainkan dari nama besar dan status sekolah tempat anak menimba ilmu.

Prev Post

BGN Sesuaikan Sementara Operasional MBG di Wilayah Terdampak Erupsi

BACK TO TOP