19/01/2025 1286

Mengatasi Kebosanan dalam Berbuat Kebaikan: Perspektif Islam dan Tips Praktis

author photo
By Annisa Putri Wulandini

Mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Saat ini aktif di komunitas menulis online Detak Pustaka.

Pendahuluan

Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat dipisahkan dari interaksi dengan sesama. Dalam ajaran Islam, kita diajarkan untuk selalu berbuat baik kepada orang lain, baik kepada teman, saudara, maupun masyarakat luas. Salah satu ayat dalam Al-Qur'an, yaitu surat Al-Baqarah ayat 148, mengingatkan kita untuk "berlomba-lomba dalam kebaikan." Namun, dalam praktiknya, banyak individu yang mengalami kebosanan dalam berbuat baik. Berbagai faktor, seperti rutinitas, balasan yang tidak sesuai, dan tekanan sosial, dapat mempengaruhi semangat seseorang untuk terus berbuat baik. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor ini dan mencari cara untuk tetap termotivasi dalam melakukan kebaikan.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tentunya tidak terlepas dari kegiatan berinteraksi antara satu sama lain. Dan di dalam agama Islam kita dianjurkan untuk selalu berbuat baik kepada sesama manusia, entah itu kepada teman, saudara, atau yang lainnya

Ada salah satu ayat dalam Al-Qur’an yang mennganjurkan kepada kita untuk senantiasa berbuat baik, yaitu potongan surat Al-Baqarah ayat 148 yang berbunyi

 "فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ"

yang artinya “Berlomba – lombalah kalian dalam kebaikan”. Ayat tersebut menjelaskan bahwa kita sebagai umat muslim harus selalu berbuat kebaikan dan sebisa mungkin harus lebih banyak kebaikannya dari orang lain, agar mereka terpacu untuk melakukan hal yang sama.

Faktor bosan dalam berbuat kebaikan

Setelah penulis membaca beberapa buku dan bertanya kepada beberapa teman, maka penulis dapat menyimpulkan ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang itu merasa bosan dalam berbuat kebaikan. Yang pertama yaitu dikarenakan sudah menjadi rutinitas keseharian, seseorang akan cepat merasa bosan ketika melakukan hal yang sama secara berulang-ulang dalam tempo waktu yang dekat, dan juga ketika hal itu dilakukan tanpa variasi maka akan menimbulkan kebosanan, missal jika seseorang terus-menerus melakukan amal yang sama tanpa variasi atau tantangan baru.

Yang kedua, adalah dikarenakan beranekaragamnya balasan dari perbuatan baik itu sendiri, terkadang kita sudah berbuat baik kepada seseorang akantetapi dibalas dengan hal yang tidak baik sehingga kita merasa percuma berbuat baik tapi balasannya seperti itu dan kira berpikir sudah tidak perlu lagi untuk berbuat baik.  Ada kalanya juga ketika kita sudah berbuat baik kepada seseorang, maka mereka membalas dengan kebaikan juga dan itulah yang pasti setiap orang inginkan yaitu mendapatkan balasan yang setimpal dengan apa yang sudah dia berikan kepada orang lain.

Yang terakhir, faktor yang membuat seseorang bosan berbuat baik adalah faktor tekanan sosial atau eksternal, terkadang seseorang merasa bosan berbuat baik karena merasa terpaksa atau dipaksa oleh tekanan sosial atau eksternal tertentu, bukan karena mereka benar-benar ingin melakukannya. Hal ini tentu dapat mengurangi kepuasan mereka dalam berbuat kebaikan.

Tips anti bosan dalam berbuat baik

Naah kalau tadi penulis sudah membahas terkait faktor-faktor yang membuat seseorang itu bosan dalam melakukan hal baik, kali ini sang penulis akan memberikan tips agar pembaca tidak bosan dalam berbuat kebaikan, karena Allah SWT senantiasa membersamai hamba-Nya yang istiqomah dalam melakukan hal-hal baik. Berikut beberapa tips yang bisa kalian semua coba.

Yang pertama yaitu niatkan semua amal kebaikan yang kita lakukan semata-mata hanya karena Allah SWT, karena semua amal perbuatan akan dibalas sesuai denga napa yang kita niatkan, sesuai dengan Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori yang berbunyi :

قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan”.

Dari hadis diatas sudah jelas bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang kita niatkan. Jika kita melakukan sesuatu karena Allah, maka Allah sendiri nantinya yang akan membalas dan Allah tidak mungkin berbuat tidak adil kepada hambanya. Dan juga sebaliknya jika kita berbuat baik hanya ingin dilihat orang lain maka yang kita dapatkan hanya pujian dari orang yang melihat kita.

Tips selanjutnya adalah ubah mindset kita ketika berbuat baik kalau balasannya akan kembali lagi kepada kita, seperti yang sudah Allah SWT firmankan dalam Al-Qur’an surat Al-isra’ ayat 7 yang berbunyi

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ



“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.”

Ayat diatas menjelaskan bahwa ketika kita berbuat baik maka kebaikan atau balasan tersebut pasti akan kembali lagi ke diri kita masing-masing. Begitupun sebaliknya apabila kita berbuat keburukan, maka keburukan itu akan Kembali ke diri kita sendiri baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Memang secara zahir ketika kita berbuat baik itu yang mendapatkan dampaknya adalah orang lain. Contohnya ketika seorang Bapak memberikan nafkah kepada keluarganya, pasti yang kita lihat adalah keluarganya menjadi Bahagia, senang, kalau diberi makan maka mereka kenyang, dan lain lain. Akan tetapi sesungguhnya itu semua akan kembali kepada bapak itu sendiri nantinya ketika di akhirat karena itu semua menjadi tabungan amal yang dia lakukan ketika di dunia.

Dan tips terakhir untuk para pembaca agar tidak bosan ketika berbuat baik adalah hendaknya kita mencari lingkungan yang baik. Agar ketika kita sudah sedikit merasa bosan atau malas berbuat kebaikan masih ada yang mengingatkan serta mengajak kita kembali dalam berbuat baik kepada siapapun itu, karena pada zaman ini salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kita adalah faktor lingkungan.

Itulah beberapa tips yang dapat penulis sampaikan, semoga bermanfaat untuk kalian semua, Berbuat kebaikan itu kayak investasi, guys! Setiap tindakan kecil yang kita lakukan bisa bikin dunia ini lebih cerah. Jadi, yuk, terus sebarkan vibes positif dan kebaikan, karena apa yang kita tanam, itu yang kita tuai!

Keep spreading kindness, ya!


Tags:

Prev Post

Meningkatkan Pendidikan Di Sekolah Kecil Terpelosok: Refleksi Dan Harapan Untuk Kebijakan Baru

Next Post

Zonasi PPDB: Jalan Menuju Pemerataan atau Sekadar Formalitas?

BACK TO TOP