Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta
Gaji jauh dari layak dan pekerjaan yang menumpuk merupakan dua isu yang tak terpisahkan dari kehidupan seorang guru honorer di PAUD. Meskipun demikian, banyak yang tetap bertahan. Pengabdian serta keikhlasan hati merupakan kunci dasar yang membuat guru honorer di PAUD tetap setia menjalankan tugasnya walau seringkali dihadapkan pada keterbatasan fasilitas dan kesejahteraan yang minim. Padahal, pendidikan adalah pilar utama dalam pembangunan bangsa dan guru berada di garda terdepan dalam mencerdaskan anak bangsa, dan apalagi, PAUD merupakan masa emas yang amat penting perannya bagi perkembangan anak.
Dalam menjalankan tugasnya, guru PAUD (baik yang berstatus ASN ataupun guru yayasan) memiliki tanggung jawab pekerjaan yang serupa. Guru menjalankan tugas utama mendidik siswa, membuat perangkat pembelajaran, menjadi admin di sekolah, mendapat tugas tambahan misalnya sebagai operator atau bendahara sekolah dan masih ikut serta dalam kepanitiaan pada acara di sekolah. Di sisi lain, tugas yang banyak ini tidak dibarengi dengan penghargaan yang setara. Para guru PAUD ini dihadapkan pada beberapa tantangan, di antaranya adalah rendahnya kesejahteraan, tidak adanya jaminan kepastian kerja, minimnya akses pelatihan dan pengembangan diri, serta kurangnya penghargaan secara finansial. Meskipun saat ini sudah ada tunjangan profesi guru untuk para pendidik di jenjang PAUD yang cukup membawa angin segar bagi mereka, masih banyak pendidik di lingkungan Kapanewon Pleret yang masih menerima honor di bawah Rp 500.000 per bulan.
Wajib Belajar 13 Tahun menjadi salah satu program prioritas dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program ini mencakup 1 tahun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan 12 tahun Pendidikan dasar dan menengah. Oleh karena itu diharapkan dengan program ini hak-hak yang selama ini belum diperolah dari guru PAUD segera diperhatikan. Pemerintah daerah dan pusat hendaknya menyediakan dana khusus untuk meningkatkan gaji guru honorer. Selain itu, diperlukan pula proses rekrutmen ASN yang adil dan transparan serta penyelenggaraan program pelatihan yang rutin dan merata.
Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya. Tanpa mereka, roda pendidikan Indonesia bisa terhenti. Ketulusan mereka mendidik generasi penerus bangsa menjadikan pengabdian tersebut menjadi wujud nyata atas komitmen dan loyalitas terhadap dunia pendidikan, menjadikan pengabdian mereka sebagai salah satu pilar penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.
Sebagai penutup, sudah sepatutnya pengabdian tanpa batas para guru honorer mendapat pengakuan dan apresiasi yang layak dari seluruh elemen bangsa. Mereka bukan sekadar pelaksana tugas, melainkan pahlawan pendidikan yang berperan strategis dalam membentuk masa depan negeri. Dukungan nyata, baik dalam bentuk kebijaksanaan yang adil maupun peningkatan kesejahteraan, menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa semangat dan dedikasi mereka terus terjaga demi kemajuan pendidikan Indonesia.
penulis:Titik Sudartinah
Copyright By@PUNDI - 2024
BACK TO TOP