Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta
Rasa peduli terhadap sesama perlu dikembangkan sejak usia dini. Sebagai manusia kita semestinya tidak hanya memikirkan diri kita sendiri, namun juga perlu peduli dan bisa berempati terhadap orang lain. Sebagai amal usaha Muhammadiyah yang bergerak di bidang pendidikan anak usia dini, TK ABA Kedungpring di Bawuran Pleret Bantul DIY mempunyai sebuah program yang bertujuan untuk mengembangkan rasa peduli anak didik kepada sesama. Melalui kegiatan di dan luar sekolah, anak-anak di TK ABA Kedungpring dilatih untuk peduli pada orang lain yang sedang membutuhkan atau yang perlu dibantu. Sebagai contoh mereka dilatih untuk peka terhadap orang-orang di sekitar lingkungannya.
Salah satu program tahunan yang dirancang dan sudah dilakukan adalah “Ramadhan Berbagi”. Dilihat dari namanya sudah bisa dipastikan bahwa program tersebut dilaksanakan saat bulan puasa. Program ini mulai dilaksanakan pada tahun 2024, dan melibatkan semua warga sekolah. Anak didik, orangtua dan wali murid, serta guru TK ABA Kedungpring bersama-sama mulai melaksanakan kegiatan tersebut di bulan suci tahun lalu.
Agar program berjalan dengan lancar, di awal tahun ajaran baru, pihak sekolah sudah melakukan sosialisasi kepada orang tua dan wali siswa tentang pembiasaan berinfaq untuk anak-anak setiap hari Jumat. Infaq Jumat tersebut dikumpulkan sampai menjelang datangnya bulan Ramadhan. Di awal bulan Ramadhan, guru meminta bantuan orangtua dan wali murid untuk memberikan masukan atau usulan daftar nama penerima paket Ramadhan Berbagi. Pada pertengahan bulan Ramadhan sebelum libur hari raya, infaq yang sudah terkumpul akan dihitung oleh anak-anak dengan bimbingan oleh guru.
Di bulan Ramadhan tahun 2025/ 1446 H, infaq Jumat anak-anak yang terkumpul diwujudkan menjadi 25 paket bingkisan berisi gula pasir, minyak goreng, tepung terigu dan juga mie instan. Paket bingkisan tersebut diantarkan ke warga yang membutuhkan (anak yatim, lansia, janda tua) di sekitar TK ABA Kedungpring. Paket bingkisan juga dikirim kepada warga sekitar rumah anak didik, meliputi 4 dusun yaitu Kedungpring, Jambon, Sanan, dan Sentulrejo. Anak-anak sangat antusias saat dilibatkan dalam pendistribusian paket sembako, sempat berebut saat akan membawa paket, dan memberikan kepada para penerima. Namun dengan bimbingan guru, kegiatan dapat dikondisikan dengan baik.
Program Ramadhan Berbagi ini mendapat dukungan dari semua warga sekolah. Beberapa orangtua juga memberikan masukan agar di tahun-tahun mendatang bisa ditambah jumlah paket bingkisan yang dibagikan. Salah satu orangtua, juga bercerita bahwa setiap hari Jumat anaknya selalu bersemangat untuk berinfaq, dan selalu mengingatkan apabila ibunya lupa memberikan uang untuk berinfaq.
Program yang bermula sebagai program berbagi di bulan Ramadhan di TK ABA Kedungpring kini tumbuh menjadi sebuah gerakan kebaikan yang melampaui waktu dan momentum. Program infak terstruktur yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua, yang dulu hanya digalakkan selama bulan suci, kini menumbuhkan karakter dermawan yang menetap dalam perilaku sehari-hari anak-anak. Para siswa yang pernah merasakan hangatnya memberi dan melihat senyum penerima sembako, membawa pengalaman itu ke luar bulan Ramadhan. Mereka mulai terbiasa berbagi makanan dengan teman, membantu teman yang kesulitan, dan menunjukkan empati yang tumbuh dari hati.
Dampak jangka panjang dari program ini sangat terasa. Anak-anak menjadi lebih peka terhadap lingkungan sosialnya. Mereka tidak hanya tahu bahwa berbagi itu baik, tetapi sudah membentuk kebiasaan berbagi yang melekat dalam keseharian. Inilah inti dari ajaran Islam tentang kemurahan hati, sebagaimana disampaikan dalam hadits riwayat Tirmidzi: “Orang yang bermurah hati adalah dekat dengan Allah, dekat dengan sekalian manusia dan jauh dari api neraka.” Nilai ini tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi ditanamkan secara nyata dalam bentuk tindakan yang terus berulang hingga menjadi karakter.
Secara filosofis, program ini memperlihatkan bahwa pendidikan akhlak paling efektif dimulai dari pengalaman langsung dan keteladanan. Anak-anak usia dini yang mengalami proses memberi dengan sukarela, dengan dukungan lingkungan sekolah dan keluarga, akan membawa nilai itu seumur hidup. Secara praktis, kegiatan ini memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, menciptakan ekosistem pendidikan yang peduli dan berorientasi pada nilai-nilai Islam. Tidak sedikit orang tua yang kemudian terinspirasi membuat celengan infak di rumah atau mengajak anak-anak untuk ikut dalam aksi sosial di luar sekolah.
Apa yang dilakukan oleh TK ABA Kedungpring telah melampaui batas sebuah program tahunan. Ini adalah proses penanaman nilai yang menjelma menjadi gerakan moral di tingkat akar rumput. Dari tangan-tangan kecil yang memberi di bulan Ramadhan, kini tumbuh generasi yang ringan tangan, peka sosial, dan sadar makna hidup bersama. Gerakan ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa kebaikan tidak harus dimulai dari hal besar, dan tidak harus menunggu usia matang, ia bisa tumbuh dari TK, dari satu infak kecil, yang kemudian berlipat menjadi budaya luhur.
penulis: Heni Kurniawati
Tags: pendidikan tk infaq
Copyright By@PUNDI - 2024
BACK TO TOP