03/09/2025 233

Pelatihan Inovatif: Mahasiswa UAD dan Ibu-Ibu PKK Ubah Limbah Minyak Jelantah jadi Lilin Aromaterapi

author photo
By Redaksi PUNDI

Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta

Dusun Salakmalang (18/08/2025) - Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode-145 Unit I.B.2 sukses menyelenggarakan program pelatihan JELITA (jelantah lilin aromaterapi) bersama ibu-ibu PKK yang diadakan di Dusun Salakmalang, Kelurahan Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo.

Minyak jelantah sendiri merupakan salah satu limbah yang berasal dari sisa hasil penggorengan. Limbah ini dapat dihasilkan setiap hari oleh beberapa kalangan terutama di rumah tangga. Penggunaan minyak ini secara berulang untuk mengolah bahan pangan dapat memicu berbagai penyakit, contohnya kolesterol. Selain itu, pembuangan minyak jelantah masih dilakukan secara sembarangan, salah satunya dibuang ke saluran air. Hal tersebut dapat memicu tersumbatnya saluran air karena sifat minyak jelantah tidak dapat bercampur dengan air lalu menyebabkan penumpukan yang mengakibatkan permukaan air tertutupi oleh lapisan minyak.

Mahasiswa KKN UAD Unit I.B.2 memanfaatkan limbah tersebut untuk diolah menjadi produk yang bernilai lebih, yaitu membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Program pelatihan ini dinamakan JELITA (Jelantah Lilin Aromaterapi) dan diikuti oleh Ibu-ibu PKK Dusun Salakmalang. Melalui program ini, Ibu-ibu PKK bisa mendapatkan peluang usaha kecil dan keterampilan yang baru.

Sebelum praktik pembuatan lilin aromaterapi, Mahasiswa KKN UAD Unit I.B.2 memberikan sosialisasi mengenai dampak dan manfaat limbah minyak jelantah terlebih dahulu, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahayanya membuang minyak jelantah sembarangan serta memberikan pemahaman mengenai minyak jelantah menjadi produk bernilai guna.

Untuk praktik JELITA (Jelantah Lilin Aromaterapi), alat dan bahan yang perlu disiapkan adalah panci, sendok pengaduk, kompor, gelas atau cetakan lilin, minyak jelantah, sumbu lilin, essential oil, bubuk asam stearat, dan pewarna bubuk. Pertama, minyak jelantah sebanyak 100 ml didihkan. Lalu tambahkan asam stearat dengan takaran 30 gram atau dua sendok makan sampai larut. Setelah larut, tambahkan pewarna bubuk dan essential oil secukupnya. Cetak larutan lilin ke dalam gelas atau cetakan dan letakkan sumbu lilin di tengah. Tunggu lilin aromaterapi memadat dan siap digunakan.

Melihat respon positif dari Ibu-ibu PKK, Mahasiswa KKN UAD Unit I.B.2 berharap Ibu-ibu PKK dapat mempraktikannya di rumah dan mendorong penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle untuk meminimalisir limbah minyak jelantah. Selain itu, hasil produk dari program ini juga dapat dijadikan sebagai barang komersial untuk menambah sedikit penghasilan untuk Ibu-ibu PKK..



Prev Post

Sarapan Literasi di SD Muhammadiyah Wonokromo 1: Fondasi Sukses Masa Depan

Next Post

Kontroversi Pernyataan Menag Soal Guru Tuai Kritik, Publik Soroti Kesejahteraan

BACK TO TOP